ANAKARALA

ANAKARALA
12. Genting 2


__ADS_3

Toko bunga ibu Alaisa dikerumuni banyak orang. Ada orang yang berlari bolak balik ke toko dengan menyiram air ke toko bunga ibu Alaisa untuk memadamkan api yang sudah menyebar luas membakar seluruh toko itu. Dan ada juga orang-orang yang hanya sebagai penonton dengan raut wajah cemas karena ikut prihatin. Alaisa tidak melihat ibu maupun ayahnya. Ia tidak bisa menunggu begitu saja. Alaisa ingin menerobos kobaran api itu. Tapi orang-orang menghentikannya. Tak lama setelah itu ayah Alaisa keluar dengan mengendong ibu Alaisa kemudian langsung melarikan mereka ke rumah sakit.


Ayah Alaisa tidak terluka parah hanya ada sedikit luka bakar di kakinya. Ibu alaisa sedang ditangani dokter. Sementara ibu Alaisa di taganin dokter, Alaisa berusaha menelpon Alara dengan ragu namun tetap menghubunginya tapi tidak ada jawaban dari Alara kemudian Alaisa mengirim pesan pada Alara tentang kondisi keluarganya sekarang. Alaisa juga menelpon Shafan berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Alaisa hanya menelpon Shafan tapi tidak mengirim pesan pada shafan tentang musibah yang baru di alami keluarganya. Karena dia tahu Shafan sekarang sedang bertemu papanya.


Dokter keluar dari ruang UGD tempat ibu Alaisa di tanganin. Dokter meminta maaf kepada pihak keluarga karena tidak dapat menolong pasien. Ibu Alaisa dinyatakan meninggal pada jam 23.30 WIB. Karena luka bakar yang sangat parah yang dialami ibu Alaisa dan ibu Alaisa juga kekurangan oksigen. Walaupun cepat dibawa ke rumah sakit setelah kejadian. Namun takdir berkata lain. Ibu alaisa tetap tidak bisa diselamatkan.


Alaisa langsung berlari menghampiri jenazah ibunya, menangis dan memeluk ibunya erat. Begitu juga ayah Alaisa. Ayah Alaisa berdiri di samping Alaisa berusaha menenangkan anak gadis semata wayangnya itu. Ayah menyuruh alaisa untuk berdiri kemudian memeluknya.


Alaisa melepaskan pelukan ayahnya perlahan. Kemudian menatap ayahnya lekat-lekat. Terlihat raut wajah ayahnya berusaha tegar untuk menghadapi semua ini.


Kemudian Alaisa pamit sebentar kepada ayahnya untuk menenangkan diri. Alaisa kembali ke tempat toko bunga ibunya. Sekarang kobaran api itu telah lenyap, yang tinggal hanya serpihan-serpihan bekas kayu dan bunga yang habis terbakar. Alaisa menelusuri setiap sudut toko itu. Dan dibelakang toko Alaisa menemukan tabung putih yang biasa digunakan untuk menaruh minyak tanah didalamnya. Alaisa memastikan dugaan itu dengan mencium bau tabung itu. Ternyata dugaan Alaisa benar. Itu tabung minyak tanah.


Seketika Alaisa syok. Dia mengetahui kalau kebakaran itu bukan tidak disengaja tapi udah direncanakan.


Alaisa ingin kembali ke rumah sakit tapi sebelum dia pergi Alaisa share lokasi dirinya pada Alara karena Alaisa ingin menyampaikan semua ini pada Alara.


Belum sempat Alaisa membalikan tubuhnya untuk beranjak dari tempat itu, seseorang telah mendekap hidung Alaisa dengan saputangan mengandung bius dari belakang.

__ADS_1


Alaisa pingsan. Dan terbangun dengan kondisi bajunya yang sedikit robek-robek. Dia melihat disekelilingnya dan berdiri menghampiri pintu. Dia mengintip keluar pintu dan melihat tiga orang yang bertubuh kekar sedang menjaga pintu itu dari luar. Alaisa syok dan menggigit tangannya agar suara tangisnya tidak terdengar diluar. Dia sangat ketakutan. Dan mulai berpikir negatif. Apa yang terjadi padanya dan kenapa pakaiannya berantakan. Apa dia telah dilecehkan. Pikiran itu muncul dibenak Alaisa tapi kemudian dia berusaha menepisnya.


Alaisa hanya bisa berharap seseorang segera menyelamatkan dirinya.


Alara baru sampai di rumah kemudian duduk sebentar diruang tamu untuk istirahat dari hari yang panjang tapi menyenangkan baginya hari ini dan kemudian baru melihat handphonenya. Dia sontak kaget dan langsung berlari keluar kemudian mengemudi mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.


Alara sampai di suatu rumah kosong yang telah usang. Dia memarkir mobilnya agak jauh dari rumah itu. Dia masuk diam-diam dan melihat ada tiga orang yang menjaga rumah itu. Alara sangat berhati-hati agar tidak ketahuan. Tapi usaha itu sia-sia karena Alara tidak sengaja menginjak kaki kucing jalanan yg sedang tidur di samping rumah kosong itu. Alara tidak melihat ada kucing yang sedang tidur di situ karena gelap dan kebetulan warna kucing itu juga warna hitam jadi tambah susah terlihat oleh Alara.


Suara teriakan kucing menyadarkan para penjahat dan mereka melihat Alara diluar. Alara tidak punya pilihan lain selain menghadapi mereka.


"Ada gadis cantik....!" Ucap salah satu penjahat yang menyekap Alaisa.


"Mau melayani mas ya seperti gadis yang ada di dalam...?" Sambung satu penjahat lagi.


Alara marah dengan penjahat yang bilang kalau sahabatnya sudah melayaninya. Kemudian dengan cepat Alara menendang tepat di ************ salah satu penjahat itu. Dia merintih kesakitan. "Harta berharga gue...." Teriaknya menahan sakit. Alara berkelahi dengan para penjahat itu. Perkelahian terhenti ketika suara sirine polisi berbunyi. Penjahat ketakutan kemudian langsung kabur meninggalkan Alara.


Polisi sampai di lokasi dan mengejar para penjahat itu kemudian berhasil menangkap mereka. Sementara Alara langsung berlari menghampiri Alaisa dan memeluknya.

__ADS_1


Sebelum Alara memasuki rumah kosong itu, sebenarnya Alara sudah menelpon polisi dan share lokasinya. Makanya polisi sampai ditempat kejadian.


Alara harus membantu menyelamatkan sahabatnya dari bahaya (Alara berkelahi) Alara datang terlambat di saat Alaisa butuh bantuan.


Alara mengantarkan Alaisa sampai kerumahnya. Di perjalanan pulang, Alaisa hanya diam tanpa berbicara atau mengucapkan terimakasih pada Alara karena sudah datang membantunya. Ketika Alara ingin masuk untuk menemani sahabatnya itu, Alaisa menolak Alara untuk membantunya dan langsung menyuruh Alara pulang.


"Yok... La gue bantu lo bersih-bersih dan beres-beres ya La... !" Ajak Alara sembari membantu Alaisa turun dari mobil dan memapah nya ke dalam rumah.


"Nggak usah Ra!" Ucap Alaisa sembari melepaskan papahan tangan Alara. "Gue bisa sendiri...!" Sambung Alaisa lagi dengan wajah kesal pada Alara.


Alara tetap ngotot bantu Alaisa. Dan Alaisa membentak keras Alara. Bentakan itu membuat Alara terkejut dan menghentikan langkah Alara.


"Gue bilang nggak usah....!" Bentak Alaisa. "Lo pulang aja ke rumah Lo yang megah itu, tapi kehidupannya suram....!" Teriak Alaisa ke Alara.


Alara reflek bergerak mundur menjauhi Alaisa. Spontan Air mata Alara mengalir deras membasahi pipinya. Dia tidak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut sahabatnya sendiri. Perlahan Alara berjalan meninggalkan rumah Alaisa dan masuk kedalam mobilnya.


Alaisa tertegun sesaat dengan kata yang telah terlontar dari mulutnya. Dia sedikit bersalah pada Alara. Tapi tidak berusaha mengejar Alara untuk minta maaf. Alaisa membiarkan Alara pergi begitu saja. Alaisa masuk kamar dan berteriak histeris. Kenapa semua masalah ini terjadi secara bersamaan dalam hidupnya. Dia baru kehilangan ibunya dan sekarang hubungan persahabatannya dengan Alara juga hancur.

__ADS_1


Paginya pemakaman ibu Alaisa dilangsungkan. Alara tetap datang ke acara pemakaman ibu Alaisa tapi dari jarak jauh. Alara tidak ingin Alaisa marah lagi padanya jika iya datang tanpa izin Alaisa. Alara masih sakit hati dengan perkataan Alaisa malam itu. Tapi hal itu bisa dimaklumi Alara karena Alaisa malam itu mengalami banyak sekali masalah dan itu membuat Alaisa tidak bisa berpikir jernih dan mengontrol emosinya.


...Bersambung...


__ADS_2