
...'Tidak Seharusnya Ia Suka Sesama Jenis (Lesbian)'...
Alara tersadar dari lamunan panjangnya. Kemudian Alara pergi ke lantai satu untuk ambil minum dengan pakaian baju tidur lengan panjang, tapi hanya menggunakan hijab tidak pakai Niqab karena hari udah malam, dan nggak ada laki-laki juga di rumah. Sebenarnya untuk ambil minum, bisa panggil bibik, tapi Alara lagi tidak ingin merepotkan bibik hari ini.
Terdengar suara memanggil nama Alara dari belakang Alara.
"Al..., kamu masih belum tidur?" Tanya mama Alara.
Alara tidak menjawab, dia sibuk mengotak-atik isi kulkas. Nggak tahu apa yang di cari sama Alara, kalau minuman, udah ada di tangannya. Mungkin itu cara dia menghindar dari mamanya.
"Kamu cari apa si sayang? Kok isi kulkasnya di acak-acak gitu?" Tanya mama Alara sambil tersenyum.
"Nggak cari apa-apa ma. Dan mama, stop pura-pura peduli sama aku!" Tukas Alara sembari perlahan berjalan meninggalkan mamanya.
Mama Alara menghentikan langkah Alara. Dan bilang sama Alara, kalau mereka berdua butuh bicara. Agar masalah selama ini cepat selesai.
"Mama mau bicara apa si ma? Nggak usah jelasin sama aku. Aku udah tahu semuanya kok ma. Termasuk hubungan mama sama teman cewek mama itu. Mama lesbian kan ma!" Tegas Alara.
'Plakk'
__ADS_1
Dengan spontan mama Alara menampar Alara. Mama Alara tidak sadar dengan tindakannya itu. Tangannya terasa bergerak begitu saja ke pipi Alara sewaktu Alara bilang bahwa dirinya lesbian.
"Tampar aja terus ma." Bentak Alara.
"Yang aku omongin itu benar kok ma. Aku lihat langsung, hubungan mama dengan teman cewek mama itu, lebih dari sekedar teman dekat. Mana ada yang katanya teman, tapi pegang-pegangan tangan berdua di kamar hotel. Cuman berdua aja ma! Nggak ada yang lain! Kalian terlihat mesra waktu itu. Kalian seperti orang pacaran. Dan aku juga tahu, mama pergi ke Amerika itu, sama dia! Mama pengen hidup berdua aja sama dia! Tanpa mikirin, kalau masih ada aku, anak mama di dunia ini!" Tegas Alara dengan air mata yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.
"Yang kamu bilang semua itu memang benar!" Tegas mama Alara.
"Tapi, sekarang mama udah sadar. Makanya mama kembali ke Indonesia. Buat kamu sayang!. Maafin mama sayang!. Mama kalut nak". Ucap mama Alara sambil mengelus rambut Alara.
Alara menyingkirkan tangan mamanya dari kepalanya.
"Mama tahu itu Al! Tapi keadaan mama yang waktu itu sangat terpuruk, membuat mama lepas control. Dan waktu itu, kamu juga benci mama, hanya dia teman mama yang selalu ada buat mama, sampai mama nyaman sama dia. Dan dia juga merasakan hal yang sama Al. Rasa yang lebih dari seorang teman. Mama trauma dengan laki-laki Al. Cukup papa kamu aja yang udah hancurin hati mama berkeping-keping. Mama juga tahu, di umur mama yang udah tidak muda lagi, hal yang mama lakuin itu, sangat tidak patut di tiru. Apalagi mama udah menjadi seorang ibu. Hal itu sekarang mama sadari sayang. Makanya mama pulang ke Indonesia, memperbaiki diri dan minta ampun pada tuhan, atas apa yang selama ini mama perbuat sayang. Jadi mama mohon pengertian dari kamu sayang. Tolong bantu mama buat lepas dari belenggu ini. Mama sudah berubah nak!." Jelas mama Alara.
"Kenapa mama bawa-bawa papa dalam masalah ini ma....?" Papa udah nggak ada aja mama masih aja salahkan papa terus!". Ucap Alara heran.
"Karena memang papa kamu, yang bikin Mama jadi seperti itu Al!" Ucap mama Alara.
"Maksud mama....?" Ucap Alara masing bingung.
__ADS_1
"Sekarang udah saatnya kamu tahu Al. Bahwa, papa yang kamu kenal baik, dan perhatian selama ini, dia adalah laki-laki bejat, dan laki-laki hidung belang, yang suka main perempuan." Kata mama Alara.
Sontak Alara kaget dan nggak percaya dengan apa yang di ucapkan mamanya.
"Mama kenapa tega si ma! Papa udah nggak ada ma. Dan mama, masih aja jelek-jelekin papa!" Ucap Alara dengan kesal.
"Mungkin sulit bagi kamu buat percaya sayang. Tapi itu la kenyataannya. Mama berusaha menyembunyikan hal ini sama kamu sayang, agar kamu nggak terluka seperti mama rasakan waktu itu. Kejadian yang kamu lihat dulu, waktu mama sama papa bertengkar, karena mama sudah tahu papa kamu selingkuh dengan wanita lain, dan wanita itu udah hamil anak papa kamu Al. Kata papa kamu, itu kejadiannya udah lama, dan dia sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita itu. Tapi mama merasa telah dikhianati selama bertahun tahun. Mama sangat marah, dan memukul-mukul papa kamu, sampai akhirnya mama lepas kendali, papa kamu ke dorong keras oleh mama dan jatuh dari lantai dua ke bawah. Mama juga syok dengan meninggalnya papa kamu Al. Sampai mama stress dan depresi waktu itu. Kamu lihat sendiri waktu itu bagaimana kondisi mama." Jelas mama alara.
Alara terdiam sejenak, dan berusaha memahami dan mencerna kalimat yang baru saya di ucapkan mamanya.
"Aku masih nggak percaya papa aku orang yang seperti itu. Aku tahu bagaimana papa. Papa pasti tahu bagaimana caranya memperlakukan perempuan dengan baik. Buktinya papa bisa menjadi ayah yang baik buat aku dan selalu ada buat aku kapan pun dan disaat apa pun aku butuh papa. Aku nggak percaya!" Ucap Alara dengan menahan tangisnya, sembari berlalu pergi meninggalkan mamanya.
Alara tertidur dalam kondisi pipinya masih lembab karena air mata yang terus saja mengaliri pipi Alara.
Alara terbangun di tengah malam, dia wudhu, kemudian sholat tahajud, untuk menenangkan hatinya dan sekalian menyampaikan keluh kesahnya pada sang pencipta.
Butuh waktu bagi Alara buat mempercayai penjelasan dari mamanya soal apa yang sebenarnya terjadi beberapa tahun lalu. Alara tidak bisa menelan mentah-mentah apa yang di ucapkan mamanya. Bukan dia tidak sepenuhnya percaya mamanya, tapi Alara harus mencari bukti sendiri dan kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lampau. Ia harus memecahkan misteri masa lalu papanya sendiri agar Alara lebih percaya dan mengerti kenapa mamanya sangat marah pada papanya waktu itu. Misteri itu harus di pecahkan oleh Alara satu-persatu.
Mungkin sifat Alara belum bisa sepenuhnya berubah, sifat dia masih sama dengan yang dulu. Tapi kalau dia merasa gelisah, dan sedih, sekarang dia udah mulai terbiasa untuk membagi semua keluh kesahnya pada yang satu yaitu Allah SWT. Karena dengan hal itu, masalahnya sedikit lebih terangkat dan hatinya menjadi lebih tenang.
__ADS_1
*****