
Hari ini merupakan hari Lomba Syafa. Momen lomba ini, adalah lomba pertama bagi Syafa sejak ia memasuki kelas dua SD semester genap. Syafa sangat giat belajar demi bisa menampilkan hasil yang terbaik nanti diwaktu perlombaan. Syafa sangat ingin membuat kakaknya Alara bahagia dan bangga jika nanti Syafa bisa memenangkan lomba ini. Semoga Syafa bisa menang ya guys!.🤗
"Gimana sayang....? Udah siap....?" Tanya Alara
"Udah ni kak." Jawab Syafa sembari menghampiri Alara.
"Tambah cantik bangat adek kakak kalau pakai hijab. Gemas. Ucap alara, sambil mencubit pipi syafa.
"Beneran kak?" (sambil tersenyum).
"Iya. Sejak kapan kakak bisa bohong sama adek kakak cute ini". Ucap Alara sambil kembali mencubit gemas pipi Syafa yang gemoi.
"Ya syafa percaya kok kak Ara. Mksih ya kakaknya Syafa yang juga nggak kalah cantik dari Syafa hari ini. Eh nggak deh. Kakak nggak cantik di hari ini aja. Tapi beautiful everyday". Puji Syafa dengan ekspresi yang sangat cute and sweet.
"Ya ampun dek. Kakak terhura Lo Syafa bilang kayak gitu sama kakak (sambil tertawa kecil). Makasih ya sayang". Ucap Alara sambil memeluk gemas Syafa.
"Ya kak sama-sama. Tapi kok kakak bilangan terhura sih? kakak ngeledek Syafa ya?". Tanya Syafa sedikit cemberut tiba-tiba.
"Syafa pikir dengan syafa tunjukan wajah cemberut itu, Syafa bakal kelihatan kayak anak yang lagi marah? Kamu salah dek. Justru kamu tambah gemesin". Ucap Alara dengan lembut sambil tertawa girang sambil mencubit lembut pipi Syafa. Karena Syafa lucu.
"Nggak lucu kak. Syafa benar marah ni kak!". Ucap Syafa mulai kesal.
"Yah, jangan marah dong dek. Ya deh..., kakak minta maaf. Maaf ya sayang. Oke?". Ucap Alara sambil memeluk Syafa.
Syafa tertawa dengan terbahak bahak. "Maaf kak. Kakak Ara kena prank sama Syafa". Ucap Syafa sambil kembali tertawa.
"Syafaaaa.". Gumam Alara dan langsung menggelitik Syafa.
"Hahaha... ampun-ampun kakak Ara. Syafa geli kak". Pinta Syafa dengan tetap tertawa karena geli.
"Udah. Ada-ada aja kurdil dan kurcil ini. Ayo berangkat nanti Syafa bisa telat Ra". Pinta Alaisa dengan nada datar sambil menghentikan keasikan candaan Alara dan Syafa sambil ikut tertawa kecil melihat tingkah dua mahluk itu.
Syafa tampak semakin mengemaskan pakai pakaian yang serba putih untuk lomba tilawah Qur'an nanti. Syafa pergi dengan Alaisa ke acara lomba lebih dulu dan di antara pak Kedi. Sedangkan Alara izin dulu sama Syafa untuk ke suatu tempat dan Alara janji nggak bakalan telat.
Alaisa dan Syafa sudah berangkat ke tempat lomba di antar pak Kedi. Sementara Alara pergi ke tokoh boneka dulu. Alara ingin belikan Syafa hadiah. Biar Syafa tambah semangat nanti pas lomba.
Alara sampai di tokoh boneka. Beberapa menit setelah ke datangan Alara di tokoh itu, baru akhirnya dia menemukan boneka yang pasti sangat di sukai Syafa. Alara membeli boneka panda, kemudian untuk menghemat waktu Alara langsung membayarnya di kasir. Ketika mau membayar, Alara membuka tasnya untuk mengambil dompetnya. Dompet Alara nggak ada. Alara langsung periksa dalam mobilnya. Tapi masih nggak ada, dompet Alara ketinggalan di rumah. Alara terlalu buru-buru tadi.
Tiba-tiba langsung ada yang bayarin belanjaan Alara. Alara langsung menoleh ke arah orang yang tepat berada di belakangnya.
__ADS_1
Seorang pria yang berdiri dibelakang Alara, ia mengulurkan tangannya ke kasir.
"Berapa totalnya mbak....?" Tanya dia
"Satu juta mas." Ucap mbak kasir.
"Sekalian sama yang boneka yang ini ya mbak. Ucap pria itu, sambil menunjuk boneka panda milik Alara.
"Totalnya jadi satu juta lima ratus ribu ya mas." Ucap mbak kasir.
"Makasih mbak." Ucap pria itu sambil tersenyum dan melangkah perlahan meninggalkan tempat kasir dan di ikuti oleh Alara.
Alara dan pria itu berdiri di depan tokoh boneka dengan posisi berdiri agak berjauhan.
"Makasih sebelumnya udah bantuin aku buat bayar. Nanti pasti aku bayar." Ucap Alara sedikit tersenyum.
"Kenalin aku Alara." Sambung Alara
sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tanda perkenalan.
Pria itu langsung menyatukan kedua tangannya. "Aku Akram. Maaf aku nggak balas jabat tangan kamu, kita bukan muhrim."
"Ya nggak papa. Justru aku yang harusnya mintak maaf." Kata Alara dengan wajah jadi nggak enak.
"Sembuh?" Ucap Alara bingung.
"Iya, waktu itu kamu kan di rawat di rumah sakit." Ucap Akram ikut bingung.
"Aku emang sempat di rawat. Kamu tahu dari mana....?" Tanya Alara lagi.
"Mungkin kamu nggak ingat. Waktu itu, aku bawa kamu ke rumah sakit, dan kemudian tanya nomor keluarga dan alamat kamu di mana biar bisa aku antar pulang." Tukas Akram tertawa kecil.
"Oo... Iya...! Itu kamu....? Maaf ya, aku nggak ingat." Ucap Alara lagi sambil tertawa kecil.
"Ya nggak papa. Namanya orang lagi sakit, pasti nggak akan terlalu fokus sama keadaan sekitarnya." Ucap Akram.
"Makasih ya, kamu udah bantuin aku. Aku berhutang nyawa sama kamu." Ucap Alara sambil tersenyum.
"Ya sama-sama. Aku hanya perantara dari Allah untuk membantu kamu waktu itu." Jawab Akram bikin Adam hati.
__ADS_1
"Ya udah aku duluan ya. Mau ke acara lomba adek soalnya, takut telat. Daa..." Ucap Alara sambil berjalan menuju mobilnya.
"Ya. Waalaikummussalam." Jawab Akram tersenyum kecil sambil geleng-geleng dengan tingkah Alara.
Alara sampai di pesantren yang mengadakan lomba Musabaqoh tilawah Qur'an (MTQ). Acara baru di mulai. Alara duduk di samping Alaisa dan mereka tinggal menunggu Syafa untuk tampil.
Nama Syafa telah di panggil. Syafa mulai melantunkan ayat suci Al Qur'an. Alara sangat terharu dengan adiknya itu. Suara Syafa mampu membuat penonton larut dalam irama yang dilantunkannya.
Acara lomba MTQ telah selesai. Sekarang saatnya pengumuman juara.
Syafa juara dua. Alara dan yang lain sangat bangga dengan Syafa dan waktu pengumuman berlangsung tadi, Alara juga melihat Akram berada di sana. Di samping anak yang baru saja juara satu.
"Adek kakak penampilannya bangus bangat. Selamat ya sayang." Ucap Alara dengan gembira sambil memeluk erat Syafa."
Alaisa dan yang lain juga ikut mengucapkan selamat pada Syafa.
"Karena Syafa udah juara, kakak kasih ini buat Syafa." Ucap Alara sambil menyodorkan Boneka Panda tadi pada Syafa.
"Bagus bonekanya. Syafa suka. Makasih ya kak Ara. Syafa sayang kakak." Jawab Syafa sangat senang sambil mencium pipi Alara.
Alara mengajak Syafa, dan Alaisa untuk bertemu seseorang.
"Hi...." Sapa Alara pada Akram.
"Waalaikummussalam." Jawab Akram sembari tersenyum.
Alara jadi malu, karena dia lupa ucap salam.
"Ternyata kamu di sini juga....? Tanya Akram.
"Iya. Adek aku habis ikut lomba di sini." Jawab Alara.
"Sama. Kebetulan adek aku juga ikut lomba di sini." Ucap Akram.
"Pintar ya adek kamu juara satu." Ucap Alara salut.
"Adek kamu juga hebat. Mereka berdua sama-sama hebat." Jawab Akram.
"Masalah pembayaran tadi, aku transfer aja uangnya ya! Aku minta nomor rekening kamu." Pinta Alara.
__ADS_1
"Bayarnya boleh nggak pakai yang lain....?" Tanya Akram.
...Bersambung...