APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
AJAK AYAH BICARA


__ADS_3

POV Roby


Malam ini aku pulang ke rumah ayah setelah berminggu-minggu tak pulang karena jadwal konser, rekaman, syuting dan foto yang cukup padat hingga menyita waktu bersama keluarga. Dan karena adik-adik ku menelfon ku dengan kondisi yang tak baik aku merasa harus segera pulang karena aku merasa sesuatu yang buruk telah terjadi.


Malam ini setelah sampai di rumah ku ajak ayah dan adik-adik ku mencari makanan sambil menyegarkan pikiran yang lelah, setelah tiba di salah satu tempat kuliner favorit,kami segera masuk ke warung yang menyediakan menu serba kambing dan domba, setelah mendapatkan tempat lesehan kami segera memesan makanan.


"Mang asep..."panggil ku.


"Eehh...den roby,apa khabar..."balas mang asep.


"Alhamdulillah baik,mang...mamang apa khabar?"tanya ku.


"Alhamdulillah baik...mau pesan apa nih den..."tanya mang asep.


"Ayah pesan apa yah?"tanyaku pada ayah.


"Ayah pesan sate domba seporsi pake lontong,tongseng kambing sama es teh ya sekalian teh tawar hangat..."


"Kalau janny apa?"


"Kalau janny sate domba seporsi tambah lontong,minumnya es teh aja aa..."

__ADS_1


"Kalau fandy?"


"Sama aja kayak aa janny ya aa..."


"Kalau aku sate domba seporsi, tongseng kambing, minumnya es teh sama teh tawar hangat ya mang..."


"Oke mamang siapin dulu ya den..."jawab mang asep.


"Oke roby tunggu ya mang... makasih..."ujar mang asep sambil berlalu.


Dua puluh menit kemudian pesanan kami telah disiapkan di atas meja dan kami segera menyantap pesanan kami.


Setelah selesai kami segera melanjutkan perjalanan keliling di daerah sekitar sambil membelikan pesanan bang duloh dan gorengan untuk kami bawa pulang nanti. Setelah cukup semuanya kami segera pulang karena aku mengingat besok adik-adik harus sekolah, setelah lebih kurang 20 menit perjalanan kami pun sampai di rumah dan aku segera memasukkan mobil ke garasi. Kami pun segera masuk ke rumah setelah memberikan martabak mesir pesanan bang duloh.


"Nggak ada lagi bos, duloh mau langsung ke kamar ya bos..."pamit bang duloh.


"Oke, istirahat deh lu ya... jangan lupa di makan martabak nya..."jawab ayah sambil kami berjalan masuk ke rumah. Setelah kami masuk rumah janny dan fandy langsung ke kamar untuk tidur karena sudah mengantuk sekali,aku dan ayah duduk di pendopo di dekat ruang tamu dan aku coba mengajak ayah bicara.


"Ayah..."ku panggil ayah yang sedang membaca-baca berita di tablet nya.


"Kenapa rob...ada yang mau lu omongin sama ayah..."tanya ayah sambil menatap ku serius.

__ADS_1


"Jangan marah ya yah..."


"Ngapain ayah marah rob ngomong aja..." jawab ayah sambil menepuk bahu ku.


"Hmm...bunda kok nggak kelihatan yah?" tanyaku ku pura-pura tak tahu apa yang terjadi.


"Bunda lu pulang ke rumah eyang tadi katanya,eyang lu kangen ama bunda lu katanya.


"Oh gtu ya yah...ayah nggak ikut nih ceritanya..."ku pancing ayah bercerita soal hari ini.


"Iya nih,tadi banyak kerjaan yang belum ayah selesai in jadi nggak bisa ikut dulu..."ayah beralasan.


"Oh gtu... keliatan nya ayah lagi mumet kayaknya... kenapa yah?mau cerita?" pancingku lagi.


"Jujur iya rob,tapi ntar-ntar aja ayah ceritanya ya... lagi pusing banget ayah..."jawab ayah lesu.


"Ya udah nggak pa-pa yah,ayah istirahat aja dulu... kapan-kapan cerita ya yah, jangan dibiarkan berlarut-larut yah... nggak baik buat kesehatan..."jawab ku sambil memijat lembut bahu ayah.


"Oke...ayah janji... besok lu ada kerjaan rob?"tanya ayah.


"Ada yah, sebelum zhuhur aku udah harus berangkat buat pemotretan yah sama liana,aku tidur di kamar adik-adik ya ayah..."jawab ku sambil menuju kamar adik-adik ku.

__ADS_1


"Oke... selamat tidur..."seru ayah.


"You too ayah..."dan malam ini aku harus bersabar untuk membuat ayah bercerita.


__ADS_2