
POV Rika
"Aaarrrggghhh... keterlaluan..."umpat ku setelah anak buah ayah mengambil mobilku dengan paksa, terjadi perdebatan kecil antara aku dan mereka namun akhirnya harus aku relakan mereka mengambil mobilku.
Aku tak habis pikir kenapa ayah mengambil semua fasilitas yang ku gunakan selama ini,hanya motor saja ditinggalkan untuk ku.Di saat ini pun kondisi rumah ku kacau setelah habis pesta miras dan obat-obatan terlarang bersama teman-teman ku.
Hanya kartu kredit,debit dan uang cash yang aku punya sekarang,ku coba pergi ke atm untuk menarik semua uang yang ku punya dengan mengendarai motor ku ternyata setelah ku coba semua kartu ku tak dapat di gunakan alias di blokir ayah, membuat ku makin kesal dan berusaha menelfon ayah lagi setelah sebelumnya kami bertengkar hebat di telfon namun telfon ku tak di angkat oleh aa roby maupun ayah membuat ku makin pusing.
Di saat aku putus asa dan dilema karena kalau aku pulang pasti di marahi dan di hukum ayah,tak pulang aku bingung apa bisa bertahan dengan uang yang ada,ku coba hubungi johan pacarku tapi tak di angkat dan ku coba menelfon gio malahan di matikan terus telfon ku dan ini membuat ku makin frustasi.
Sekarang aku bingung harus bagaimana karena sertifikat rumah ku pun di pegang ayah karena ayah tak mau memberikan sebelum aku menikah,hal ini membuat ku makin jengkel.Malam pun tiba membuatku makin pusing memikirkan semuanya.
Tiba-tiba beberapa teman ku datang untuk main ke rumah ku dan mereka membawa beberapa minuman keras,rokok dan cemilan dan malam ini kami berpesta.
Di saat kami sedang berpesta salah satu teman ku bertanya dengan kondisi yang mulai teler.
"Rika...lu kenapa?di tekuk aja muka lu... hahaha..."tanya antoni teman ku.
__ADS_1
"Pusing gue nton,semua fasilitas gue di cabut bokap...aarrggghh... pusing gue..."keluh ku.
"Miskin dong lu... nggak asyik lu....hahaha..." ejek antoni membuat ku menoyor jidatnya.
"Elu... bukannya bantu gue,malah ngejek gue...dasar lu... aarrggghh..."toyor ku lagi di jidatnya.
"Maap...maap... jangan pusing jangan lemes... hahaha..."ucap antoni pada ku.
"Lu ada ide nggak nton?"tanyaku putus asa.
"Ada lah...lu tenang aja, besok kita ketemu di rumah gue... tenang aja lu rik..."jawab antoni sambil menepuk-nepuk bahu ku.
"Sip... kebetulan ortu gue besok keluar kota..."jawab antoni.
"Oke deh... hahaha...yuk terusin minum lagi...!!" ujarku sambil tertawa keras.
Besok siang aku ke rumah antoni yang berjarak lebih kurang 1 jam dari rumahku,setiba di sana kulihat antoni duduk di teras rumah nya sambil merokok,dia melambaikan tangannya pada ku dan aku segera menghampirinya setelah motor ku letakkan di garasi mobilnya.
__ADS_1
"Hai nton..."ku sapa antoni dan langsung duduk di seberang kursinya.
"Hai juga rik, gimana perasaan lu?udah baikan belum?"tanya antoni.
"Baik apanya nton...pusing nih gue gimana punya duit banyak lagi.. aarrggghh..."jawab ku sambil menyugar rambut pendek ku.
"Gue ada solusi,lu mau nggak?"ujar antoni.
"Apaan nton?"tanyaku penasaran.
"Tapi ada syaratnya... hehehe..."jawab antoni tertawa menyeringai.
"Apaan...cepet kasih tau gue..."ujarku sedikit memaksa.
"Lu harus bagi gue lima puluh juta,gimana?" ujarnya lagi.
"Maksud lu apa?"tanyaku heran.
__ADS_1
"Kita bobol rekening lu dengan meretas simpanan lu di bank jadi lu bisa pakai atm lu lagi ,berani lu?"tanya antoni antusias.
"Oke, terserah lu aja yang penting gue punya uang banyak lagi..."jawab ku sambil menyeringai.