APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
AYAH CURHAT


__ADS_3

"Hooaammm... alhamdulillah..."roby menguap di saat dia terbangun dari tidur malamnya yang nyenyak, merentangkan kedua tangannya untuk melemaskan otot-otot tubuhnya.Kemudian membuka jendela kamar adik-adiknya yang masih terlelap di subuh yang dingin.


"Janny...fandy...ayo bangun dek, sudah jam 5 subuh ini... siap-siap ntar telat sekolah nya..." seru roby sambil membangunkan kedua adiknya.


"Iya aa..hmmm... masih ngantuk ini aa..." jawab fandy sambil menguap.


"Biar hilang kantuknya sana wudhu dulu, sholat lalu mandi... buku-buku hari ini udah dimasukin ke tas kan?nanti biar aa yang ngantar kalian ke sekolah ya,buat sarapan kita pesan aja ya... kalian mau pesan apa?"tanya roby.


"Aku mau bubur ayam spesial aja ya aa..."jawab janny.


"Kalau aku nasi goreng komplit aja ya aa..."jawab fandy.


"Ayah sama aa nasi ayam aja.."jawab roby.


Lalu roby keluar dari kamar dari kamar mencari bik inah,bang duloh dan bang soleh menanyakan hendak sarapan apa, mereka jawab sama in aja,lalu roby segera kembali ke kamar adiknya sambil memesan pesanan mereka semua.


Jam 06:30 roby, ayahnya serta adik-adiknya bersiap di meja makan tak lama kemudian kurir gofood tiba mengantarkan pesanan mereka dan bik inah segera membagikan sarapan masing-masing, mulailah mereka sarapan dengan lahap.Jam 7 pagi roby segera mengantarkan adik-adiknya ke sekolah lalu segera pulang ke rumah.


Tiba di rumah roby segera menuju tempat ayahnya yang sedang duduk termenung sambil melihat-lihat ikan koi yang berenang ke sana kemari dengan lincahnya.

__ADS_1


'Yah..."panggil roby.


"Eehh elu rob...udah balik lu nganterin adek-adek lu sekolah?"tanya somat menutupi kegundahan hatinya.


"Udah yah...baru aja roby nyampe...,ayah nggak ada jadwal hari ini atau ke kantor gtu?"pancing roby.


"Nggak rob...ayah lagi capek ini, pikiran mumet...takut nggak konsen kalau maksa ke kantor..."jawab somat sambil menghela nafas panjang.


"Nggak pa-pa yah, dari pada ayah nggak konsentrasi ntar..."jawab roby sambil mengelus punggung ayahnya dengan harapan kegundahan ayahnya sedikit ringan.


"Ayah bingung mau cerita dari mana rob...nyesek rasanya dada ayah... pengen nangis rasanya..."mata somat mulai berkaca-kaca teringat istri dan putra bungsunya.


"Lu tau sendiri kan perangai adik perempuan lu, bener-bener bikin ayah murka dua hari yang lewat,tega bener adek lu mengotori rumah kita dengan keliarannya..."ucap somat dengan suara yang serak menahan tangis.


"Roby udah tau yah, susah banget bilangin dia apalagi masih sering ke bandung diam-diam nemuin mantan bapak tiri yang selalu bikin rusuh itu yah... sejak bergaul ama dia rika makin parah..."jawab roby sambil menghela nafas berat.


"Yang bikin ayah makin emosi ada chat masuk ke aplikasi hijau bunda lu, nomor kontak tanpa nama ngirimin foto bunda lu lagi pelukan sama laki-laki lain gimana nggak tambah emosi ayah sampai ayah ngomong kasar sama bunda lu..."ujar somat sendu.


"Bunda kasih alasan kan ke ayah?"tanya roby.

__ADS_1


"Iya,tapi bodohnya ayah nggak mau dengar dan peduli,itu bodohnya ayah...hiks..."somat mulai menangis.


"Kesalahan ayah ya di situ soalnya ayah cek and ricek dulu kebenarannya..."jawab roby.


"Ayah emang bodoh...bodoh...hiks... hiks..." tangis somat makin menjadi.


"Lalu ayah hampir seharian nggak di rumah, ayah kemana?"tanya roby.


"Mmhhh...ayah ngilangin suntuk ke bar..." jawab somat takut di semprot roby karena pergi-pergi ke bar kayak dulu.


"Ya Allah ayah... nggak mikirin bunda yang panik apa... adek-adek juga bingung..."jawab roby menghela nafas panjang karena kesal dengan sikap ayahnya.


"Lalu ayah harus gimana rob...sepi rasanya nggak ada bunda ama adik bungsu lu...hiks..."somat masih menangis, roby pun mencoba untuk tenang.


"Gini aja yah, biar roby dateng ke bunda sambil nengok anand,ntar roby ngobrol sama bunda asal ayah nggak ngulangin lagi sikap kayak gtu, dapetin kepercayaan bunda tuh nggak gampang loh yah,udah dua kali ayah sakit in bunda kayak gtu..."jawab roby.


"Iya rob, sampai ayah ngirimin foto ama cewek-cewek lagi..."ucap somat, membuat roby tepuk jidat.


"Ya Allah yah...kelakuan lama..."sambil roby menepuk jidatnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2