
POV Roby
Setelah malam minggu aku dan adik-adik menginap di rumah eyang serta membicarakan masalah bunda dan ayah hari minggu sore kami pulang ke rumah ayah sebelumnya membeli pecel lele dan pecel ayam untuk makan malam kami, rencana hari ini aku akan menginap lagi di rumah ayah. Kurang lebih 30 menit kami sampai di rumah ayah.
"Assalamualaikum ayah..."serempak kami bertiga mengucap salam.
"Wa'alaikumsalam... sudah pulang kalian?"tanya ayah.
"Alhamdulillah ayah...ayah lebih segar kelihatannya..."ku sapa ayah sambil bercanda.
"Iya alhamdulillah rob... gimana khabar bunda,anand dan eyang kalian?"tanya ayah.
"Alhamdulillah sehat-sehat ayah...salam dari yangkung ayah..."jawab ku.
"Wa'alaikumsalam..."ucap ayah sambil tersenyum.Kami bertiga segera ke kamar untuk bersih-bersih dan sebelum menghampiri ayah adik-adik ku merapikan buku pelajaran dan pakaian seragam sekolah mereka untuk besok, setelah itu kami turun ke ruang utama menuju pendopo di mana ayah sedang duduk santai sambil menonton video lucu di tabletnya.
__ADS_1
"Ayah..."sapa kami serempak hingga ayah tersenyum melihat kami bertiga.
"Ayah nggak kemana-mana hari ini?"tanya janny.
"Nggak janny,ayah pengen di rumah aja...oh iya di rumah eyang ngapain aja?"
"Wah...seru yah,main sama adik anand, makan bakwan buatan bunda dan ngobrol seru sama yangkung... yangkung hebat ya ayah,sudah tua tapi perusahaannya terkenal di mana-mana..."celoteh fandy.
"Iya, yangkung itu hebat, kalau udah besar belajar sama yangkung juga ya...lain kali lebihin bakwan bunda buat ayah ya... hehehe..."ucap ayah sambil tertawa.
"Oke ayah..."jawab fandy sambil memberi hormat pada ayah,kami pun tertawa bersama.
"Rob..."panggil ayah.
"Iya yah..."jawabku.
__ADS_1
"Jujur ayah nyesel nggak mikir jernih, seharusnya ayah percaya bunda tuh setia, nggak aneh-aneh kayak ayah, tapi karena kebodohan ayah jadinya nyakitin bunda lu..."ucap ayah sendu.
"Ayah sih gampang banget dipengaruhi nya jadi bermasalah terus sama bunda, seharusnya ayah cek dulu benar enggaknya..."
jawab ku.
"Iya rob,ayah nyesel banget rob... kangen ama bunda ama adek lu rob...apa mungkin bunda lu mau balik ke ayah,rob...hiks..."tangis ayah mulai bercucuran di pipi ayah membuatku iba.
"Semua tergantung sikap ayah karena udah dua kali bunda terluka kayak gini,ayah... jangan kasihani kami atau membenarkan kesalahan kami karena kami anak kandung ayah agar kami tak salah langkah,ayah..." ujarku untuk menenangkan ayah.
"Iya rob, tolong juga ingetin ayah ya rob..." pinta ayah.
"Oke yah..."jawab ku tersenyum.
"Lalu gimana soal chat fitnah itu rob?"tanya ayah.
__ADS_1
"Rencana roby mau telfon temen roby yang pinter IT itu yah,dia juga bisa ngehack kontak seseorang sampai ke data-data nya,ayah...ntar roby minta tolong dia cek nomor itu dan ngejebak orang itu buat dapetin informasi yang kita butuhkan,yah..."ku sampaikan ide ku pada ayah.
"Hebat lu rob,punya teman orang keren begitu...ayah serahin sama elu ya rob, semoga kesalahpahaman ini bisa selesai rob..."ujar ayah lega.