
POV Rika
Tak terasa lima bulan sudah aku menjalin kasih dengan bang rayhan dengan segala suka duka nya membuat kami makin kuat dalam menghadapi segalanya bersama dan saling percaya kami semakin kuat pula, hari ini sengaja aku meminta izin pada ibu untuk tidak datang ke cafe karena bang rayhan mengajak bertemu setelah kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga jarang ada waktu bertemu dan jam sembilan pagi ini bang rayhan menjemput ku dengan tujuan berjalan-jalan ke salah satu pantai di kota pahlawan ini.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul sembilan dan bang rayhan mengetuk pintu rumah.
"Assalamualaikum..."ucap bang ray sambil berdiri di depan pintu.
"Wa'alaikumsalam bang...ayo masuk..."ucapku sambil tersenyum.
"Nggak usah de', lagian kurang nyaman kalau kita berduaan aja di rumah..."balas bang ray sambil tersenyum pada ku.
"Iya bang,adek kunci pintu dulu ya bang..." jawabku sambil berlalu ke dalam rumah mengambil tas dan segera ke depan lagi sambil mengunci pintu dan kami segera berangkat.
"Kita kemana ini bang?"tanyaku.
"Ke pantai aja dulu ya de' baru kita keliling seharian ini, gimana?"jawab bang ray sambil mengusap rambut ku hingga pipiku bersemu merah.
"Iya bang, lagian udah lama juga kita nggak jalan berdua ya bang..."ujarku.
"Iya de'...maaf ya..."balas bang ray sambil mengusap pipiku.
"Iya bang,namanya juga tugas negara bang jadi adek harus mengerti..."ujarku sambil tersenyum manis padanya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang... abang bersyukur bisa memiliki kamu..."ujar bang ray.
"Sama-sama bang...adek juga begitu..."balasku sambil tersenyum pada pria tampan di sampingku.
Tak lama kami memulai perjalanan ke pantai tujuan kami dengan sesekali bercanda mengusir kejenuhan sambil mendengarkan musik favorit kami, sesekali ku tawarkan minuman agar pak supir terkasihku tak kehausan.
"Bang,mau minum nggak?"tawarku.
"Boleh de',air mineral aja...haus abang de'..."balas bang ray lalu ku bukakan tutup botol air mineral kemudian ku hadapkan ke mulutnya dengan tetap menyetir dan fokus ke depan.
"Makasih ya de'...you are so kind my sweety..." puji nya membuatku sedikit tersanjung.
Lebih kurang 1 jam kami sampai di pantai tujuan kami dan bang ray segera memarkir mobil di tempat parkiran.
"Terima kasih rajaku..."balasku sambil mencubit pipinya membuat kekasih ku itu mengusap rambut ku penuh sayang.
"Kita pesan kelapa muda dan cemilan dulu yuk..."saran bang ray.
"Oke bang..."balasku sambil mengaitkan kelingking ku ke jari kelingkingnya, begitu indah rasanya perjalanan kami hari ini,tak sampai 10 menit kami sampai di warung serba ada di dekat pantai.
"Mbak,ada kelapa muda?"tanyaku pada mbak pemilik warung.
"Ada mbak,mau pakai es batu atau gimana?" tanya si mbak nya.
__ADS_1
"Abang mau pakai es?"tanyaku.
"Boleh de',dikit aja..."jawab bang ray.
"Dua-duanya pakai es ya mbak tapi dikit aja..." balasku pada si mbak.
"Cemilannya apa mbak?kita sedia lumpia basah dan kering..."tawar si mbak lagi.
"Gimana bang?"tanyaku pada bang ray.
"Boleh de'..."jawab bang ray.
"Lumpia nya lima kering lima basah ya mbak..."ujarku.
"Baik mbak..."balas si mbak nya, setelah memesan kami berdua menuju saung sederhana di dekat warung si mbak tadi.
"Mbak,ini pesanan nya..."seru si mbak sambil membawakan lumpia pesanan kami sedangkan anak lelaki di sampingnya membawakan dua kelapa muda di atas nampan.
"Sayang..."panggil bang ray padaku yang sedang menikmati lumpia kesukaan ku.
"Kenapa bang?"jawabku setelah menghabiskan lumpia di mulutku.
"Besok abang harus ke bandung satu bulan de'..."ucapnya sambil menatap air pantai yang berdebur indah namun tampak sendu di matanya yang membuatku terdiam lidahku pun terasa beku.
__ADS_1