APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
MULAI BISNIS BARU


__ADS_3

Sebelum subuh rika dan sulis di antar mas narto menuju pasar tradisional membeli bahan-bahan untuk menu masakan mereka di cafe nanti, sedangkan bayu pergi kerja seperti biasa.


Lebih kurang 2 jam kami belanja bahan akhirnya kami segera menuju cafe kami dan menyerahkan bahan-bahan kepada karyawan yang kami minta lebih cepat datang untuk meletakkan bahan-bahan ke dapur agar segera di olah sebelum para pembeli datang.


"Bang surip,ini bahan-bahan untuk pecel sayur sama nasi uduk sudah siap di dapur..."sahut sulis ke bang surip koki kepala di cafe kami.


"Baik mbak sulis, harga menunya gimana?" tanya bang surip.


"Bagaimana menurut mu rika?"sulis bertanya pada rika.


"Harga pecel sayur sama nasi uduk antara Rp10000 sampai Rp15000 aja bang sesuai toping dan porsinya, pinter-pinter abang aja ngaturnya..."jawab rika.


"Baik mbak, insyaallah nggak kan mengecewakan konsumen,mbak..."jawab bang surip sambil tersenyum.


"Aamiin ya Rabb..."serempak ujar kami bertiga.


"Bang,kami pulang dulu ya,mau bersih-bersih dulu..."sahut rika dan sulis pada bang surip.


"Baik mbak,nanti ke cafe lagi kan mbak?" tanya bang surip.


"Iya bang, sambil menjemput ibu dan zahra anak sulis..."jawab rika.


"Baik mbak, hati-hati di jalan..."ujar bang surip.


"Makasih bang,assalamualaikum..."ujar kami berdua serempak.


"Wa'alaikumsalam..."balas bang surip.

__ADS_1


Mas narto telah menunggu kami untuk pulang ke rumah.


"Rika,sulis...mau pulang kita?"tanya mas narto.


"Iya mas,mau bersih-bersih dulu baru balik lagi,mas..."jawab rika.


"Semoga lancar cafenya ya, semoga berkah..." ucap mas narto sambil tersenyum.


"Aamiin ya Rabb,mas... makasih..."jawab kami berdua.


"Besok-besok kalau mau beli makanan mas bisa lewat grab atau langsung datang ya mas..."ujar rika.


"Siip rika..."balas mas narto sebelum kami pulang ke rumah.


"Assalamualaikum bu..."salam kami serempak.


"Kami mau mandi dulu bu,gerah ini...ibu bikin apa?"tanya sulis.


"Ibu tadi bikin nasi goreng telur ceplok pake bakso,sana bersih-bersih dulu..."suruh ibu.


"Baik bu..."serempak kami menjawab kemudian kami pergi bersih-bersih.


Dua puluh menit kemudian kami duduk bersama di ruang keluarga sambil menonton acara tv sembari sarapan bersama, sedangkan zahra kami menikmati serealnya yang sangat di sukai nya.


Sambil istirahat kami berbincang santai dan bermain bersama zahra.


"Bu,ikut yuk ke cafe kita..."ujarku pada ibu.

__ADS_1


"Boleh cah ayu,tapi ada ruang istirahat kan? terutama untuk zahra..."ujar ibu.


"Ada bu,di lantai dua cafe...ada kantor sekalian tempat istirahat..."jawab rika.


"Baiklah,ibu dan zahra ikut...dari pada nggak ada kegiatan di rumah..."jawab ibu tersenyum.


Tak lama kami pun sudah siap,di saat kami hendak memesan grabcar terdengar orang mengucap salam dari ruang tamu.


"Assalamualaikum..."ujar tamu kami.


"Wa'alaikumsalam...eeh nak rayhan,pak tyo...apa khabar? silahkan duduk..."sapa ibu.


"Apa kami mengganggu waktunya bu?"tanya om tyo.


"Oh tentu tidak pak...ini mau berangkat ke cafe sebentar lagi..."jawab ibu sambil duduk di kursi sofa tunggal.


"Oh kalau begitu kami ikut ya bu sekalian mengantarkan..."ujar om tyo.


"Apa nggak merepotkan pak?"tanya ibu segan.


"Nggak pa-pa bu, kebetulan saya sedang santai dan rayhan nanti malam dinas nya..."jawab om tyo.


"Baiklah pak kalau begitu,kami ikut saja..."ujar ibu tersenyum.


"Baiklah ayo kita berangkat..."sahut om tyo.


Kami pun beriringan berjalan keluar rumah setelah sulis mengunci pintu.Kebetulan rika dan bang ray berjalan beriringan sambil zahra menggelendot manja dalam pelukan bang ray membuat sulis tertawa menggoda hingga kami berdua jadi tersenyum malu.

__ADS_1


__ADS_2