
Tangisan manja anand membangunkan narti yang tertidur lelap dengan kondisi hati yang letih karena masalah rika dan pertengkaran dengan suaminya semalam,waktu menunjukkan jam 5 pagi sedangkan putra kecil merengek sambil menyentuh pipi bundanya.
"Eehh... sayang bunda...kenapa nak?haus?"ucap narti menggoda anand yang setelah itu memerah wajahnya hendak menangis.
"Iya sayang...iya... jangan nangis sayang..."ucap narti sambil memeluk si kecil menggemaskan dan memberi air kehidupan untuk buah hatinya hingga anand kenyang dan memainkan jemarinya sendiri sedangkan narti segera membersihkan diri ke kamar mandi dan bersiap-siap sholat subuh.
Dalam sholatnya narti pun menangis sambil mengadukan luka lelahnya pada sang pemilik kehidupan hingga di saat berdo'a pun air matanya makin deras mengalir hingga tersadar saat putra bungsunya mengoceh lucu sambil memanggil bundanya.
"Undaa...undaa..."ucap anand sambil tengkurap menatap narti yang segera bangkit dari ibadahnya.
"Eehh sayang...mau gendong?hmmm?"tanya narti sambil menggoda anand.
"Auu undaa...auu..."jawab anand sambil menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan lucu membuat narti tertawa,dan segera mengganti diapers anand dengan yang baru lalu mengajak si bungsu ke kamar kakak-kakaknya.
"Aa janny,aa fandy...bunda masuk ya nak..."ujar narti di depan pintu kamar anak-anaknya.
"Iya bunda... masuk aja..."jawab janny dan narti pun masuk anand pun ke girangan bertemu kakak-kakaknya,janny pun menggendong anand dan menggodanya.
"Ayo kalian mandi ya nak, biar tak telat masuk sekolahnya... bukunya udah di siapin belum?"
"Sudah bunda...aa mandi dulu ya de'..."goda janny dan fandy.
"Ya...ya...ya..."ucap anand sambil menggoyangkan tangannya lucu.
Lebih kurang 10 menit anak-anaknya selesai mandi dan segera berganti pakaian sedangkan narti merapikan tempat tidur kedua putranya itu.
"Oh iya,mau bunda bikinin apa untuk sarapan?"tanya narti.
"Hmmm...roti selai aja bunda..."jawab janny.
"Oke,bunda tunggu di bawah ya..."ujar narti.
"Oke bunda..."serempak janny dan fandy menjawab.Tak lama mereka segera turun ke ruang makan sedangkan narti telah menyiapkan roti tawar,selai buah dan 3 gelas susu coklat hangat untuk mereka bertiga sedangkan anand duduk bermain di kursi bayinya.Kurang lebih 10 menit mereka selesai sarapan dan narti memberi uang saku secukupnya pada kedua anaknya.
__ADS_1
"Bunda,kami berangkat sekolah dulu ya bunda..."ujar anak-anaknya serempak sambil salim pada bunda mereka dan mencium pipi anand yang membuat anand terkekeh geli.
"Iya sayang, hati-hati ya nak...bang soleh,tolong antar anak-anak ya bang..."panggil narti pada supir yang di khususkan untuk dirinya dan anak-anak.
"Baik bu,kami berangkat dulu, assalamualaikum..."jawab bang soleh.
"Berangkat dulu ya bunda... assalamualaikum.."ujar janny dan fandy.
"Iya sayang... hati-hati...yang rajin ya nak... wa'alaikumsalam..."ucap narti sambil melambaikan tangannya, setelah mobil yang membawa anak-anak tak tampak lagi baru narti masuk ke rumah dan menutup pintu.
"Sayang...temani bunda di dapur ya nak soalnya bunda mau beres-beres dapur dan masak untuk makan siang ya sayang... kalau pengen makan biskuit atau minum susu botol bilang bunda ya nak..."ucap narti sambil menjawil pipi gembul anaknya.
"Ya undaa... hehehe..." jawab anand sambil tertawa lucu.
Jam 10 pagi narti selesai memasak dan menata di atas meja makan serta merapikan semua hingga rapi kembali, kemudian segera ke kamar dan membersihkan diri serta putra bungsunya.Setelah itu narti turun ke ruang keluarga mengajak si bungsu bermain sambil menonton film kartun kesukaan narti dan anand,dia pun memanggil bik inah salah satu art di rumah mereka.
"Baik inah... bapak kemana bik?"tanya narti sambil menggendong anand di pangkuannya.
"Baik baik,nanti ku tanya sama bang soleh..."jawabku.
"Baik bu,bibik lanjut bersih-bersih dulu bu..."pamit nik inah ke dapur.
"Iya bik..."jawab narti sambil melanjutkan bersantai,tak lama soleh pun kembali setelah mengantarkan anak-anak.
"Bang soleh...sini deh..."panggil narti.
"Iya bu,ada apa bu..."jawab soleh sambil mendekat.
"Bang soleh liat bapak nggak bang...kok nggak kelihatan dari pagi, mobilnya juga nggak kelihatan..."tanya narti heran.
"Mmm...iya bu, bapak dari semalam pergi nggak ngasih tau kemana bu..."
"Ya Allah...ya sudah bang... nggak pa-pa..."ucap narti sedikit kecewa.
__ADS_1
"Saya ke samping dulu ya bu, bersih-bersih taman..."ucap bang soleh hendak pamit melanjutkan pekerjaannya.
"Baik bang... makasih ya..."
"Sama-sama bu..."
Tak lama narti mencoba menelfon somat namun tak di angkat hingga berkali-kali hingga terpaksa narti harus mengirim pesan.
Narti(kamu di mana kang?)
Somat (emang kenapa!)
Narti(aku khawatir kamu nggak pulang dari semalam)
Somat (nggak urusan mu...)
Narti (ini urusan ku karena kamu suamiku,kang)
Somat (Sudahlah!!!aku pusing...)
Narti (ya Allah kang...)
Tak lama somat mengirim foto yang memperlihatkan dirinya sedang bersama beberapa wanita di salah satu bar terkenal di jakarta dan narti pun terkejut tak menyangka somat setega itu, dia pun tergugu memandang foto itu dan meneteskan air mata, beruntung anand sedang bermain hingga tak terlalu memperhatikan bundanya.
Tanpa disadari narti anand sudah menarik-narik dasternya.
"Undaa napaa..."tanya anand sambil menarik daster ibunya dan narti pun terkejut segera menghapus air matanya.
"Bunda nggak pa-pa sayang,cuma kelilipan aja..."ucap narti sambil menjawil pipi anand.
"Iya undaa..."ucap anand sambil menyentuh pipi bundanya dan minta di pangku bundanya.
Ya Allah kang,begini benar perlakukan mu padaku,kang.Lirih hati narti berkata sendu dan terluka.Sesekali di ciumnya puncak kepala anand penuh kasih berharap bisa sedikit menghibur hatinya yang terluka.
__ADS_1