APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
MENJEBAK GIO


__ADS_3

POV Roby


Sore ini setelah kemarin aku membicarakan rencana menjebak gio dengan bantuan ronald dan temannya kami pun berkumpul di cafe langganan kami untuk membicarakan rencana tersebut.


"Hai semua..."sapaku pada ronald dan temannya.


"Hai juga bro,padat jadwal lu hari ini bro...?"sapa ronald.


"Lumayan bro dari jam 10 tadi sampai jam 1 siang baru kelar ini..."jawabku sambil mendudukkan tubuhku di samping ronald.


"Oh iya rob, kenalin nih teman gue yang selebgram itu..."ujar ronald.


"Ah bang ronald nih terlalu berlebihan..."jawab teman ronald.Aku pun berdiri berjabat tangan dan berkenalan dengan teman ronald.


"Roby..."ujarku memperkenalkan diri.


"Thiana..."jawab nya memperkenalkan nama sambil tersenyum.


"Nah sekarang gimana rencana kita selanjutnya rob..."tanya ronald.

__ADS_1


"Gimana kalau thiana follow dulu si gio di instagram nya lalu nge dm pura-pura butuh bantuan dia... gimana thia?"tanyaku pada thiana.


"Boleh juga,siapa tau kalau selebgram yang minta tolong dia gerak cepat... hehehe..."jawab thiana sambil tertawa.


"Boleh juga tuh thiana... siapa tau responnya lebih cepat..."ujarku.


"Thiana, follow si gio aja sekarang... siapa tau gercep dia..."suruh ronald.Thiana pun segera memfollow instagram gio,tak sampai 3 menit si gio langsung menerima instagram thia dan mengirim dm ke thia, nampak nya gio tau kalau thiana seorang selebgram.


"Hahaha... gercep juga si gio ini... hahaha..." tawa ronald pecah melihat respon gio terhadap thiana.


"Lalu sekarang gimana nald?"tanya thiana.


Gio(kamu mau ketemu kapan?)


Thiana (malam ini bisa nggak?)


Gio(bisa,jam berapa?)


Thiana (jam 8 di cafe mawar ya)

__ADS_1


Gio (ntar aku dm kalau aku udah nyampe ya)


Thiana (oke, thanks gio)


Gio(sama-sama)


"Ronald, roby... nih aku udah janjian sama si gio di cafe mawar jam 8 nanti, kalian temenin aku kan nanti?"tanya thiana.


"Pasti thia,ntar kami cari posisi agak jauh dan nggak mencolok perhatian si gio,lalu kami pura-pura lewat deket kalian baru kita jebak dia, gimana?"jawab ronald.


"Oke, sekalian kalian rekam nanti percakapan dia ya..."ujar thiana.


"Oke deh...sip..."serempak kami menjawab.


Jam 7 malam kami menuju cafe mawar dengan kendaraan berbeda agar gio tak curiga kalau kami akan menjebaknya, ternyata thiana pakai motor balap alasannya mengantisipasi kalau gio macam-macam. Kami pun memarkir motor kami di beda tempat biar tidak kentara terlihat kami bersama-sama oleh gio.


Kami melihat thiana masuk ke cafe dengan santai dan duduk di kursi yang menghadap ke parkiran, sedangkan kami berdua duduk di pojokan sambil mengamati mereka,tak lama thiana melambaikan tangan pada seseorang yang berjalan ke arahnya dan kami berdua kaget melihat gio yang berpostur kurus,hitam manis dengan rambut yang di cat orange di model mohawk hingga membuat kami hampir tertawa lepas bila tak takut ketahuan.


Di saat mereka asyik ngobrol kami pun mulai berjalan santai ke arah mereka seperti berpura-pura hendak keluar dari cafe dan tiba-tiba berhenti di dekat gio yang mulai curiga.

__ADS_1


"Hai gio..."sapa kami berdua sambil mendesak gio untuk menggeser posisinya yang tak memungkinkan dia untuk kabur dan kami bertiga tersenyum sinis sambil menyeringai menatapnya yang mulai takut.


__ADS_2