APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
PENGAKUAN GIO DAN RIKA


__ADS_3

POV Roby


Malam ini kami menjebak gio di cafe mawar untuk membuat dia mengaku kenapa hendak menghancurkan rumah tangga orang tua ku, di awal dia coba mengelak dan melawan namun setelah kami desak dengan ancaman undang-undang ITE akhirnya dia menyerah.


"Gio...siapa yang bikin foto bunda gue di edit kayak begini?"


"Gue yang edit..."jawab gio takut-takut.


"Kenapa?apa salah bunda gue ama elu...?"tanyaku dengan menahan amarah ingin rasanya menonjok wajahnya.


"Gue nggak punya masalah ama bunda lu... ada seseorang yang nyuruh gue dan dia bayar gue mahal..."jawab gio cuek membuat ku penasaran.


"Siapa? bilang ama gue...?"tanyaku.


"Berani nggak bayar gue... hehehe..."gio tertawa sinis.


"Segini gimana?"ujarku sambil memperlihatkan angka-angka yang cukup menggiurkan.


"Boleh juga nih... hahaha..."gio tertawa menjijikkan.

__ADS_1


"Sekarang lu bilang siapa orang yang nyuruh lu,baru gue bayar..."ujarku sinis.


"Rika yulianti...dia yang nyuruh gue fitnah bunda lu..."jawab gio.


"Astaghfirullah ya Allah...rika,tega kamu sama keluarga mu sendiri..."mataku mulai berkaca-kaca dan rahangku mengeras menahan emosi.Tak lama ku transfer sesuai yang ku janjikan pada gio tadi,dia tersenyum puas.


"Makasih bos... hehehe..."ujarnya cengengesan.


"Sama-sama,gue minta lu jangan bantu dia lagi...ingat kartu as lu ada di gue..."ujarku sambil sedikit mengancam.


"Oke bos,tau gini nggak mau gue bantu dia..." jawab gio.


"Gue pulang nih bos?"ujarnya lagi.


"Bye bos..."ujarnya sambil berlalu.


"Bye..."jawab kami bertiga serempak.


Malam ini aku dan ronald mendatangi rumah rika yang merupakan pemberian ayah setahun yang lalu, lebih kurang 30 menit kami sampai di rumah rika dan ku lihat lampu di rumah itu menyala hingga kami segera mengetuk pintu utama rumah nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum...rika..."ku pencet bell rumah rika,tiga kali ku pencet bell baru pintu terbuka dan kami terkejut rika yang sempoyongan karena mabuk serta teman-temannya yang terlihat mabuk karena pengaruh minuman keras.


"Astaghfirullah rika...apa yang kamu lakukan,tega kamu ngelakuin ini pada kami,aa tak pernah mengajari kamu begini..."ucapku sendu sedangkan ronald memandang prihatin di sertai rasa jijik.


"Mau apa lu aa...seneng kan lu liat gue begini hahhhh...hahaha..."ujar rika sambil tertawa dan mulutnya mengeluarkan aroma miras yang membuatku mual.


"Kamu yang memulainya sendiri rika... jangan salahkan kami apalagi orang lain..."jawab ku menahan amarah.


"Hahaha...bullshit lu aa...lu nggak pernah ngerti gue..."ujar rika menunjuk-nunjuk wajahku sehingga emosi ku meledak dan tangan ku terangkat hendak menampar pipinya.


"Tampar aa...tampar...biar lu puas... hahaha..." teriak nya sambil mendekatkan pipinya, tangan ku pun turun namun mengepal karena menahan amarah dan kekecewaan ku.


"Udah lah bro,yuk pergi aja... nggak ada gunanya kita di sini,ntar omongin di rumah aja.. "ronald mengusap bahuku, sedangkan mataku berkaca-kaca menahan air mata yang hendak tercurah.


Setelah kami sampai di apartemen ronald aku berbaring di sofa panjang milik ronald dan memejamkan mata berharap lelah tubuh dan pikiran ku sedikit berkurang,dan ronald duduk di dekat ku sambil meminum minuman dingin serta keripik kentang kesukaannya.


"Bro..."panggilnya dan aku segera melirik sedih.


"Sekarang kita istirahat, santai dulu... jangan terlalu stress,gue paham ini berat buat lu..besok kita temui ayah dan obrolin masalah ini lalu kita ngobrol sama ayah gimana tindakan selanjutnya,oke?"usul ronald.

__ADS_1


"Oke...kita janjian aja besok soalnya pagi aku ada jadwal rekaman..."jawab ku.


"Oke sip..."balas ronald tersenyum.


__ADS_2