
POV Rika
Setelah menyelesaikan urusan di hotel tempat ku menginap dan mengembalikan mobil yang ku rental akhirnya aku dan sulis pulang ke rumah sebelum sampai di rumah kami membeli nasi campur di rumah makan padang dan membeli sup ayam untuk zahra.
Setelah tiba di rumah kami melaksanakan sholat zhuhur dahulu baru makan siang bersama namun aku tak melihat suami sulis di rumah.
"Bu, sulis... suami sulis kok tidak kelihatan bu?"tanyaku.
"Iya rika,mas bayu suamiku kerja nya ojek online di grab cabang surabaya,rika..."jawab sulis tersenyum.Kemudian kami melanjutkan makan siang kami sebelum menyiapkan untuk nasi uduk jualan kami hari ini.
Setelah makan siang aku meneruskan membantu sulis menyiapkan nasi uduk untuk jualan, sedangkan bahan pecel sayur sudah kami siapkan tinggal bawa ke lapak saja.Melihat sulis sekeluarga kadang aku bingung kenapa dalam kondisi keluarga nya yang sederhana mereka begitu bahagia tanpa terlihat ada beban sama sekali, padahal kehidupan mereka di banding kehidupan keluarga ku sangat jauh berbeda.
"Sulis..."panggil ku pelan.
"Ya, kenapa rika?ada yang ingin kamu tanyakan?"tanya sulis dengan tersenyum.
"Aku ingin tanya tapi tolong jangan marah...emm.."jawab ku ragu.
"Nggak pa-pa rika...tanya aja..."ucapnya sambil tersenyum.
"Apa kamu bahagia?"tanyaku dengan rasa bersalah.
"Maksud kamu?"kening sulis berkerut.
"Maksud aku dengan kamu berjualan makanan tepi jalan seperti sekarang dan mas bayu yang hanya ojek online apa kamu bahagia?"tanya ku penasaran sedangkan sulis yang sedang memasak nasi mendekati ku sambil tersenyum.
"Rika sayang... untuk aku yang namanya rezeki apalagi diniatkan untuk keluarga terutama orang tua kita baik sedikit, sedang, banyak harus disyukuri dan jangan banyak mengeluh,yang paling penting ikhtiar kita,sayang..."ucap sulis sambil menatapku tulus membuatku menangis di pangkuannya.
__ADS_1
"Jangan selalu bersedih dan gelisah yang tak ada habisnya karena itu hanya akan menyakiti diri kita sendiri...cup...cup sayang..."sulis berusaha menenangkan aku yang memendam gundah.
"Ingat rika,kamu nggak sendiri...ada kami dan keluarga mu yang menyayangi mu, sekarang tenangkan diri dan batin mu dan lakukan hal-hal yang menyenangkan...oke?"tutur sulis lembut sambil mengusap punggung ku.
"Ayo bantu aku ngaduk nasi dengan rempah-rempah yang sudah di tumis,goreng tempe tahu bacem sama ampela ayam,oke?"seru sulis tersenyum lucu membuat ku tertawa.
"Oke...daun pisang nya udah siap?"tanyaku.
"Alhamdulillah udah,tadi udah di siapin ibu..."jawab sulis sambil menggoreng toping untuk nasi uduk.
"Alhamdulillah..."jawabku.
Kebetulan waktu sudah masuk sholat ashar jadi kami sholat dulu baru bersih-bersih untuk bersiap pergi jualan di depan bengkel mas narto, setelah itu kami mulai membawa jualan ke lapak kami dan merapikan bahan-bahan jualan kami secara berangsur, sedangkan ibu dan zahra duduk di kursi panjang di dalam lapak sembari mengawasi jualan kami.
Tak lama alhamdulillah jualan kami tersusun rapi dan tinggal menunggu pembeli dan jujur terasa menyenangkan bagiku menjalani kegiatan seperti ini yang membuat ku merasa betah,tak lama pembeli mulai berdatangan yang semakin lama semakin ramai.Tak lama suami sulis datang setelah pulang dulu bersih-bersih di rumah hingga kami terbantu, awalnya dia bertanya pada sulis aku siapa setelah sulis menerangkan aku siapa baru mas bayu dan aku memperkenalkan diri masing-masing.
Malam ini dagangan kami cepat habisnya akhirnya jam 10 kami sudah bersiap-siap menutup lapak dan membawa alat-alat ke rumah, setelah selesai semua nya mas bayu membantu kami berdua mencuci alat-alat hingga tak ada yang kotor lagi.Setelah itu kami duduk sambil menonton acara tv bersama ibu dan zahra yang duduk di pangkuan ayahnya dengan manja.
"Ibunya zahra... hehehe..."mas Bayu memanggil sulis yang wajahnya langsung merona malu.
"Ini ada rezeki dari ojek online ayah sampai tadi sore tadi, terima ya ibunya zahra kalau bisa sebagian di tabung ya..."ucap mas bayu menyerahkan uang Rp150000 untuk sulis.
"Terima kasih ya ayah zahra alhamdulillah... hehehe..."ucap sulis sambil tertawa.
"Dan ini untuk ibu,maaf bu tak banyak..."ucap mas bayu sambil memberikan Rp200000 pada ibu membuatku baper.
"Mau dong... hehehe..."ku goda sulis sambil ketawa.
__ADS_1
"Nikah.... hahaha..."goda sulis dan mas bayu sambil tertawa membuatku ikut tertawa, bahagia sekali rasanya.
Malam ini kami menghitung hasil penjualan malam ini alhamdulillah setelah disisihkan antara modal dan keuntungan kami mendapat laba yang cukup banyak dan langsung di berikan pada ibu ini membuatku baper lagi.
"Sulis,ini modalnya untuk belanja bahan besok, nak..kalau perlu cobalah cari resep lain seperti rujak cingur ya..."ujar ibu sambil memberikan semua modal pada sulis.
"Dan ini pembagian keuntungan untuk mu nduk..."ujar ibu lagi sambil memberikan satu juta pada sulis.
"Terima kasih bu, insyaallah sebagian aku tabung ya bu..."ujar sulis dengan senyum yang mengembang.
"Ini untuk mu cah ayu..."ibu memberi ku tiga ratus ribu namun aku berusaha menolaknya.
"Tidak usah bu,rika ikhlas bantu ibu, sulis dan mas bayu..."jawabku tergugu menahan haru.
"Nggak pa-pa nak,anggap saja ibu memberi anak gadis ibu belanja,dan kamu juga berdagang nak berarti kamu harus menghargai diri mu sendiri sayang..."tutur ibu dengan bijak membuat ku memeluk ibu penuh kasih.
"Ini untuk mu enam ratus ribu ya ke untuk pegangan mu..."ujar ibu sambil memberikan uang itu pada mas bayu.
"Terima kasih bu, alhamdulillah..."ujar mas bayu penuh syukur.
"Untuk cucu nenek ini lima puluh ribu di celengin ya sayang sama ibu..."ucap ibu sambil menjawil pipi chubby zahra yang tertawa lucu.
Melihat semua itu aku jadi baper dan teringat keluarga ku di jakarta yang selama ini menjadi korban keegoisan ku selama ini,mataku menghangat mengingat mereka dan rasa rindu itu semakin besar namun ku tahan karena ini adalah awal aku untuk belajar menghargai nikmat hidup yang diberikan Allah padaku.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk lebih baik dan bersyukur agar aku kelak bisa sedikit membanggakan keluarga kelak.
"Hayoo... mikirin apa..."goda sulis sambil menjawil hidung mancungku.
__ADS_1
"Nggak pa-pa kok... hahaha..."jawab ku balas hidung mancungnya dan akhirnya kami tertawa bersama.Tak lama kami masuk kamar masing-masing melepas lelah yang menyenangkan.