
"Rikaaa...."
Teriakan kang somat menggema di kamar rika dengan memendam amarah dan kekecewaan yang serasa hendak meledak.
"Apa tak cukup keliaranmu di rumah mu sendiri hah.... kenapa kamu hendak mengotori rumah ini dengan keliaran mu... kenapa...tega kamu..."ucap somat dengan rahang yang mengeras menahan kecewa dan amarah, narti hanya mampu terdiam tanpa bisa berkata apa-apa lagi, hanya rasa iba terhadap somat yang merasa kecewa terhadap rika.
Rika dan johan pacarnya pun terkejut melihat somat yang sudah seperti hendak menelan mereka bulat-bulat saking geramnya.
"Om...."sapa johan terbata-bata sambil merapikan pakaiannya dan menjauh dari rika yang cuek dengan pakaian yang kusut dan menatap somat dengan kurang ajar.
"Emang nya kenapa yah?aku sudah dewasa,aku berhak menentukan apa yang aku mau..."jawab rika dengan tatapan sinis.
"Kau... menyesal aku memanjakan mu kalau akan seperti ini... benar kata bunda mu seharusnya aku mengontrol pergaulan dari dulu... contoh kakak dan adik mu... dasar kamu tak tau diri..."sesak dada somat menahan air mata nya.
"Bunda lagi...bunda lagi...dia bukan bundaku...aku hanya punya mama...aku hanya punya mama..."ucap rika angkuh.
"Kau.... benar-benar tak tau diri...pergi kau..."ucap somat dengan nafas yang memburu.
"Baik...tak masalah bagiku...halaaaahhh..." ucap rika dengan tatapan meremehkan terutama pada narti bundanya.Rika pun memakai pakaiannya dan bergegas menuju pintu, sebelum itu dia berucap pada johan.
"Kau ikut johan?"tanya rika sambil menatap johan.
"Maaf rika,kau duluan..."jawab johan gugup sambil memandang somat yang kecewa padanya.
"Oke...dan kau tante..."ucap rika sambil menunjuk-nunjuk muka narti.
"Awas kau..."ucap rika pada narti sambil menyeringai pada narti.
"Rika...kau..."ucap somat hampir melayangkan tangannya pada pipi rika.
"Apa...mau tampar?nih tampar...tampar... hahaha..."tawa rika pongah.
"Sudah kang...sudah kang..."bujuk narti.
"Tapi dia sudah keterlaluan bun..."ucap somat sendu.
__ADS_1
"Sudah yah... jangan perturutkan emosi... astaghfirullah... astaghfirullah..."ucap narti.
"Astaghfirullah ya Allah..."ucap somat tertunduk menahan tangis.
"Om,tante...johan pulang ya..."ucap johan gugup.
"Tunggu johan,kita perlu bicara... jangan takut om hanya akan bertanya..."ucap somat sambil melambaikan tangannya pada johan.
"Bun,tolong siapin cemilan dan minuman dingin di meja makan ya sayang..."ucap somat memandang narti sambil berusaha tersenyum.
"Iya yah..."dan narti pun segera menuju ruang makan di lantai satu rumah mereka.
"Johan, rapikan baju mu dan ayo turun..."ajak somat.
"Iya om..."johan pun segera keluar setelah merapikan pakaiannya dan mereka segera keluar kamar dan menuju ke ruang makan di bangunan utama.
Tak lama mereka bertiga duduk bersama di meja makan ditemani beberapa cemilan dan minuman dingin.
"Johan..."panggil somat dengan berusaha meredam emosi.
"Iya om..."jawab johan dengan kepala masih tertunduk gugup.
"Makasih om,tante...aku minta maaf untuk kejadian malam ini,aku sangat menyesal menuruti kemauannya..."ucap johan sendu.
"Sudahlah johan, semua sudah terjadi...untung kami segera mengetahui, kalau tidak entah bagaimana nasibmu...kamu tau pergaulannya seperti apa..."
"Iya om,aku seperti tak berdaya saat menyuruhku melakukannya, apalagi rika mengancam untuk putus,om..."
"Kenapa kamu takut,kan kamu sudah tau kelakuannya..."
"Iya om...lalu aku harus bagaimana..."tanya johan bingung.
"Sementara tak usah temui dia, jangan terpancing bujukan nya dan ingat kehormatan keluarga mu... biar om dan tante nasehati dulu, bagaimana hasilnya insyaallah om beri tahu ke kamu...di situlah kamu bisa mengambil keputusan...jangan hancur karir mu hanya karena pergaulannya tak baik..."
"Baik om, bolehkah johan pulang sekarang?"
__ADS_1
"Boleh, jangan terlalu larut pulang ya johan..." jawab somat.
"Baik om,tante... kalau begitu johan pamit dulu..."pamit johan pulang.
"Baiklah... hati-hati di jalan..."
"Pulang ya om,tante... assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam..." ucap somat dan narti sambil menutup pintu rumah mereka dan segera merapikan meja makan dan segera menuju kamar mereka.
Setelah sampai di kamar mereka somat pun terduduk lesu di ranjang mereka karena tubuhnya letih setelah perjalanan jauh dan makin letih karena kelakuan rika,putri satu-satunya yang sangat dia sayangi.
"Bun... maafkan ayah yang meremehkan ucapan bunda selama ini hingga akhirnya ayah lihat sendiri kelakuan liarnya..."ucap somat sambil tertunduk lesu.Narti yang iba melihat suaminya seperti itu segera memeluk somat yang makin deras air matanya.
"Sudahlah ayah...tak usah disesali yang sudah terjadi, yang penting ke depan kita lebih menjaga pergaulan kita demi jadi contoh untuk anak-anak,dan untuk rika pelan-pelan kita cari solusinya ya sayang..."ucap narti sambil mengelus pucuk kepala somat.
"Iya bun, maafkan ayah..."ucap somat dengan suara serak.
"iya ayah,sudah...sana bersih-bersih dulu..." suruh narti.
"Iya bun..."dengan patuh somat pergi ke kamar mandi,10 menit kemudian somat telah selesai bersih-bersih gantian narti masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.Di saat narti bersih-bersih somat yang masih duduk di tepi ranjang melihat ada pesan aplikasi hijau di hp narti hanya nomor tanpa nama kemudian somat membukanya karena tak di kunci oleh narti.Terbelalak mata somat melihat ada pesan foto yang memperlihatkan narti istrinya berpelukan dengan laki-laki lain di pantai walau nampak dari belakang dan ini membuat emosi somat timbul kembali dengan rahangnya mengeras menahan amarah dan kekecewaan.
Tak lama narti keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju somat.
'Ini siapa...?"tanya somat pada narti yang kebingungan karena tak mengerti.
"Maksud ayah apa... bunda nggak ngerti..." jawab narti jujur.
"Jawab aja yang jujur..."somat memandang penuh amarah.
"Bunda jujur ayah..."
"Heh...ku sangka kamu lebih baik dari aku... ternyata... hah...,kamu tak lebih baik... murahan..."ucap somat sinis sambil menatap wajah narti sinis.Narti yang terkejut mendengar kata-kata somat yang kasar langsung menangis dengan hati yang terluka.
"Cukup yah... cukup...tanpa bukti yang jelas ayah menuduh bunda dengan jahat,ini sudah terlalu sakit... jangan hanya karena masalah rika lalu ayah sangkut pautkan dengan vhaty tak jelas di hp bunda..."tangis narti mengalir deras sambil merebahkan tubuhnya yang letih ke tempat tidur dan somat yang masih emosi keluar kamar dan menutup pintu kamar mereka.
__ADS_1
Di sebuah apartemen di salah satu kawasan elit jakarta terjadi percakapan dua orang yang sedang mengamati layar laptop tertawa terbahak-bahak setelah melihat foto yang mereka edit,salah satu di antara mereka adalah rika yang lari dari rumah.
"Rasain.... hahahaha..."seringainya.