APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
BICARA PADA IBU DAN AYAH


__ADS_3

Tak terasa pagi yang terasa dingin dan sejuk membelai wajah narti yang menguap dan terbangun karena tangisan anand yang terisak-isak di sampingnya sambil menghisap jempolnya,begitu sejuk dan nyaman terasa oleh narti subuh itu berbeda dengan yang dirasakannya beberapa hari terakhir ini.


"Assalamualaikum sayang bunda...kenapa nangis nak...hmmm?"ucap narti sambil memeluk buah hatinya.


"Haus ya sayang?"tanya narti dan anand mulai menarik-narik baju bundanya dan narti pun segera memberikan asinya untuk putranya yang menikmati dengan rakus sambil menyentuh pipi bundanya dengan lembut,30 menit kemudian anand bermain-main di ranjang kamar bundanya karena sudah kenyang dan teratasi haus anaknya.


"Bunda sholat dulu ya sayang..."ucap narti sambil menjawil pipi gembul anaknya yang tersenyum memandang bundanya.


Setelah melaksanakan sholat subuh narti pun mengganti diapers anaknya yang penuh dengan diapers yang baru kemudian membuang diapers bekas ke tempat sampah di dapur sambil bercanda dengan anand yang suka mengelus pipi bundanya.Di ruang tamu ibu nya duduk sambil menonton salah satu tv swasta di indonesia sambil menikmati secangkir teh hangat buatan mbok minah.


"Eeehhh...cucu eyang sudah bangun rupanya" sapa bu ratih sambil mengambil anand dari gendongan narti.


"Eyyaang...yangg...."sambut anand masuk ke gendongan neneknya.


"Udah minum belum jagoan eyang...hmmm?" ucap bu ratih sambil menciumi pipi gembul cucunya.


"Uddaahh yang ti..."jawab anand dengan lucu.


"Subhanallah udah pinter ngomong nya...ciapa yang ngajarin jagoan eyang...?"


"Undaa... hehehe..."ujar anand sambil tertawa yang giginya mulai tampak tumbuh sangat lucu.


"Ayah sudah sampai belum bu,jam berapa pesawat ayah bu...?"tanya narti pada ibunya.


"Tadi ayah bilang pesawat jam 9 pagi sayang,


mungkin jam 11 sampai rumah... kangen ya...hayooo... hehehe..."goda ibu.


"Iya bu, narti kangen ayah...3 bulan nggak ketemu..."ucap narti sendu.


"Iya sayang,ibu ngerti... beban masalah mu terlalu berat,ibu sering dengar di infotainment namun ibu tak mau ikut campur kalau kamu belum mau bicara,sayang..."ucap ibu sambil mengelus pucuk kepala anaknya itu.


"Maafkan narti bu,selama ini narti berusaha menyelesaikan sendiri dengan harapan kang somat berubah Bu, ternyata...hiks..."jawab narti sambil mencium tangan perempuan bijak yang telah melahirkan dan membesarkannya penuh kasih sayang tak bertepi.


"Sudahlah nduk, yang penting kamu sudah berusaha dan ibu beserta ayah akan mendukungmu selama itu baik, nduk..."ucap ibu sambil merengkuh putrinya penuh kasih.


"Terima kasih ya bu..."ucap narti dengan perasaan yang sedikit lega.

__ADS_1


"Bu...nduk...ayo sarapan,mbok udah bikin nasi goreng komplit ini..."seru mbok minah dari dapur.


"Iya mbok, sekalian kita makan sama-sama ya mbok..."balas ibu sambil menggandeng tangan narti dan menggendong anand cucunya.


"Baik bu..."jawab mbok minah sambil menyiapkan piring dan gelas untuk mereka bertiga.


"Sayang bunda mau bubur nak?"ucap narti sambil mencium pipi anand.


"Aauu undaa.." jawab anand dengan senyum lucunya.


"Bunda bikinin dulu ya nak..."jawab narti sambil menjawil pipi gembul anaknya.


"Mbok aja nduk..."jawab mbok minah sambil berdiri dari duduknya.


"Nggak pa-pa mbok,biar narti aja...mbok duluan aja sarapan sama ibu ya mbok..."ujar narti sambil tersenyum.


"Oke nduk...mbok tambah sayang sama kamu..."balas mbok minah terharu.


"Makasih mbok ku sayang..."


"Ibu nggak di sayang niihh..."goda ibu.


"Sayang...sini ibu gendong cucu ibu biar ibu ajak ke taman bunga kita di belakang ya nak"


"Iya bu,nanti anand mandi jam 9 aja ya bu biar nggak terlalu dingin.."


"Iya sayang, terusin sarapan kamu ya..."


"Iya bu..."ucap narti sambil melihat ibunya berjalan ke teras belakang rumah mereka.


Tiga jam berlalu dengan berbagai aktifitas di rumah orang tua narti, tiba-tiba berbunyi bell rumah dan narti yang sedang bercanda dengan anand dan ibunya segera membuka pintu utama.


"Assalamualaikum..."ucap pak hadi, ayah narti yang baru pulang dari luar kota.


"Wa'alaikumsalam..."ucap narti dan ibu,tak lama narti pun segera membuka pintu dan ayahnya terkejut melihat anaknya.


"Ayah..."ucap narti haru.

__ADS_1


"Nak...ini kejutan untuk ayah,kapan kamu pulang nak..."tanya ayahnya penuh haru.


"Tadi malam,ayah...ntar aja kita ngobrol ya ayah..."jawab narti sambil membawakan tas ayahnya dan menggandeng lengan ayahnya manja.


"Oke ayah bersih-bersih dulu ya...jono, tolong bawain barang-barang di bagasi ya jono..." seru pak hadi pada jono supir keluarga mereka.


"Baik pak..."jawab jono sambil membongkar bawaan majikannya dari bagasi dan membawa ke ruang keluarga di mana anand sedang bermain bersama eyang uti dan bundanya,20 menit kemudian pak hadi keluar dari kamar dengan menukar pakaiannya dengan kaos oblong dan celana 3/4, langsung bergabung dengan cucu,anak,dan istrinya.


"Gimana pak, selesai urusan di bali,pak?" tanya ibu sambil menyiapkan teh hangat dan bika ambon kesukaan suaminya.


"Alhamdulillah bu, sukses urusan ayah di sana jadi tinggal meninjau lokasi untuk pembangunan hotel saja bu..."


"Alhamdulillah ayah, semoga dilancarkan ya ayah..."


"Aamiin ya Allah... semoga ya bu...minta do'a dari ibu dan narti..."


"Pasti ayah..."jawab ibu dan narti serempak hingga memancing tawa bersama-sama.


"Ayah sudah sarapan tadi yah?"tanya ibu.


"Sudah bu, sebelum berangkat tadi ayah sudah sarapan...ibu, narti dan cucu ganteng eyang kakung sehat-sehat kan?"tanya ayah sambil menggendong cucu pertamanya itu.


"Sehat eyang..."narti menjawab sambil menirukan suara balita.


"Alhamdulillah... gemes yangkung jadinya..." ucap pak hadi sambil mencium pipi gempil anand yang meliukkan wajahnya lucu.Tak lama pun pak hadi duduk kembali di sisi istrinya.


"Nduk..."panggil pak hadi pada narti.


"Iya ayah.."jawab narti yang duduk bersila di kursi sofa.


"Ayah sudah tau tentang masalah mu dan somat nak karena somat seorang pengusaha sukses dan roby yang berkarir sebagai artis dan bagaimana pun soal rumah tangga mu pun terbawa-bawa nak...apa benar seperti itu yang terjadi nak..."tanya pak hadi sambil menatap putrinya sendu.


"Iya ayah,jujur hampir 2 tahun narti bertahan demi anand dan anak-anak namun kang somat tak jua berubah,ayah...di tambah perilaku anak perempuannya yang makin menyakitkan hatiku sebagai ibu hingga tak ada rasanya aku di hormati sebagai ibu,apalagi 2 hari kemarin kang somat hampir menyakiti fisikku dan kata-katanya yang sudah terlalu menyakiti ku,yah...demi mental anand aku mengambil keputusan untuk keluar dari rumah itu, yah..."ucap narti sambil menahan tangis.


"Lalu apa tindakan mu nak?"


"Sementara biarlah aku menenangkan hati dan pikiranku sebelum memutuskan langkah selanjutnya,yah..."

__ADS_1


"Tak apa nak,ini rumah mu juga... tenangkan dan dinginkan emosi mu agar tenang untuk langkah selanjutnya..."ucap ayah.


"Terima kasih ayah..."ucap narti sendu sambil memeluk ayah dan putranya,sang ibu pun memeluk untuk saling menguatkan.


__ADS_2