
POV Roby
Setelah kami sampai di rumah eyang dan rika meminta maaf penuh haru pada bunda yang membuat kami terenyuh dan meneteskan air mata haru,pagi itu kebetulan kami belum sarapan semua jadi bunda dan rika di bantu mbok minah menyiapkan nasi goreng telur ceplok kesukaan kami semua hingga aromanya membuat perut ku dangdutan saking laparnya.Lebih kurang satu jam selesai sudah sarapan di hidangkan sedangkan janny dan fandy membantu menyiapkan es teh di dalam galon khusus jus untuk kami semua, begitu nikmat terasa sarapan pagi ini karena kami telah berkumpul kembali bersama bunda dan rika.
Setelah makan rika,bunda dan mbok minah merapikan kembali bekas sarapan kami sedangkan kami duduk-duduk di gazebo eyang yang mampu menampung hingga tiga puluh orang dewasa di dalamnya di temani cemilan berupa kue-kue basah yang di beli bunda sebelum subuh di pasar tradisional bersama minuman es teh yang masih bersisa banyak,tiba-tiba bunda bertanya pada ku sambil memperhatikan rayhan yang sedang bersenda gurau dengan fandy adikku.
"Roby..."panggil bunda padaku.
"Eehh iya bun,kenapa?"jawabku kaget.
"Pak perwira ini siapa?"tanya bunda sambil bercanda.
"Oh,ini rayhan...bunda, teman roby waktu SMU dulu bun, setelah tamat dia ikut papa nya ke surabaya... papanya om setyo nugroho teman ayah,bun..."jelasku panjang lebar ke bunda.
__ADS_1
"Ray.. kenalan dong sama camer... hahaha..." ku tepuk bahu rayhan yang terbengong-bengong mendengar penjelasan ku pada bunda.
"Jangan gitu dong lu bro...malu gue..."ucap rayhan malu sambil meninju paha ku dan membuat ku makin meledeknya.
"Eyang,tante... kenalkan namaku rayhan nugroho,aku bertugas di surabaya di polres bagian inteligen..."rayhan akhirnya memperkenalkan diri pada eyang dan bunda.
"Wah...hebat kamu le, jadilah abdi negara kebanggaan agama dan negara yo le..."ujar eyang kakung sambil mengangkat jempol tangan nya menandakan kagum pada temanku itu.
"Terima kasih eyang, insyaallah ray ingin memberikan yang terbaik..."jawab rayhan dengan menegakkan punggung nya hingga terlihat gagah.
"Boleh sayang asal ayah juga setuju..."jawab bunda sambil mengerlingkan matanya pada ayah.
"Kalau sama bunda boleh ayah juga bolehin yang penting belajar yang rajin dulu ya..."jawab ayah sambil memeluk adikku itu.
__ADS_1
"Horee... makasih ya ayah,bunda.. "ucap janny sambil memeluk bunda yang tersenyum melihat tingkah nya.
"Oh iya, gimana kalau kita barbeque an di rumah eyang malam ini?"usul eyang putri.
"Tapi kami tidak bawa baju ganti,yang..." jawabku segan.
"Biar aku dan rika saja yang jemput...berikan aja kunci kamar ayah,kamar mu, dan kamar adik-adik..."usul rayhan padaku.
"Aku ikut jemput juga biar kalian berdua nggak terlalu repot.."sahutku.
"Oke yuk..."jawab rayhan sambil berdiri di ikuti rika.
"Ayah,bunda dan adik-adik belanja bahan barbeque ya, eyang berdua mau ikut?"tawar ayah pada eyang putri dan eyang Kakung.
__ADS_1
"Boleh, sekalian jalan bareng sesekali..."jawab eyang kakung sambil tersenyum.
Kami semua turun dari gazebo dan langsung melakukan aktivitas masing-masing,aku membawa mobil kami dan ayah membawa mobil eyang kakung, setelah menitipkan rumah pada mbok minah dan satpam kami segera berangkat.