APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
MARI BICARA SAYANG


__ADS_3

POV Rayhan


Setelah berbicara dengan papa tadi siang mengenai masalah ku yang terjadi karena rasa cemburu dan takut kehilangan rika di saat hubungan kami baru mulai bersemi aku cemas akan layu sebelum berkembang gara-gara laki-laki lain,tak berlama-lama aku berdiam diri setelah mendinginkan pikiran ku yang panas sambil aku segera mengantar papa ke cafe bertemu calon mantu tersayangnya sekalian aku ingin bertemu rika untuk meminta maaf dan berbicara dari hati ke hati.


Lebih kurang satu jam kami sampai di cafe milik ibu, berdebar-debar hati ku masuk ke cafe karena jujur selama hubungan ku dengan rika tak pernah pernah kami bertengkar seperti ini.


"Cici...ada mbak rika nggak?"tanyaku pada cici karyawan kami yang bertugas di meja kasir.


"Ada bang,lagi di atas semua nya bang..." jawab cici ramah.


"Oke ci, kami ke atas dulu ya..."ujarku sambil berlalu bersama papa.


"Oke bang..."jawab cici.


Kami pun segera sampai di ruangan kantor sulis dan rika dan mengetuk pintu.


"Assalamualaikum..."ujarku ragu.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam..."jawab mereka serempak dan kami pun segera masuk,di saat rika melihat papa langsung dia menghambur ke pelukan papa dengan mata sembab karena menangis,apa karena sikap ku?lirih hatiku merasa bersalah.


"Om...hiks...hiks..."tangis rika menjadi di pelukan papa dan papa mengelus punggung nya penuh kasih sayang.


"Iya nak, menangis lah... jangan di pendam..." ucap papa sambil terus mengelus dan mencium pucuk kepala calon mantu kesayangannya.Rika menangis di pelukan papa cukup lama hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya ke papa yang mengusap air matanya.


Tak lama rika memandangku sendu dan tergeletak di karpet saking sedihnya sedangkan ibu dan yang lain nya menatap sedih, berlahan aku mendekati kekasih terkasihku penuh rasa bersalah dan merengkuhnya dalam pelukanku.


"Maafkan abang de'... maafkan abang yang takut kehilanganmu kamu lagi..."bisikku lirih dan air mata penyesalan ku mengalir deras membasahi pipiku,rika pun erat memeluk tubuhku dan saling bertangisan.


"Iya sayang... kita saling memaafkan, abang tak kan pernah tinggalkan kamu..."ujarku sambil mengelus rambut nya.


"Sungguh bang...?"tatap rika dengan pipi yang bersimbah air mata berharap kesungguhan.


"Iya sayang...kan abang cinta dan sayang serta ingin menjaga kamu, sayang..."ujarku lembut.


"Makasih bang,boleh nggak rika cerita tentang hubungan rika sebelumnya ke abang?"tatapnya lagi.

__ADS_1


"Boleh sayang... kejujuran dan keterbukaan itu harus ada dalam sebuah hubungan, sayang..."ujarku panjang lebar sambil tersenyum pada kekasihku itu.


"Makasih ya bang..."balas rika sambil tersenyum pada ku.


"Sama-sama sayang... udah dong nangisnya..."sahutku sambil mengelus rambut nya.


"Abang juga udah dong nangisnya..."balas rika sambil mengusap air mata ku dan aku pun mencium pucuk kepala nya dengan sayang.


"Baru kali nonton drakor live ya om...hiks...jadi baper nih..."canda sulis yang bahagia kami berbaikan lagi dan semua pun tertawa.


Tak lama waktu maghrib masuk kami pun segera melakukan sholat berjamaah dengan di imami om tyo, setelah sholat kami pun segera makan bersama namun aku dan rika makan berdua saja di saung kecil dekat kolam ikan di belakang cafe.


"Bang..."panggil rika padaku setelah selesai makan dan sedang menikmati minuman dingin.


"Ya sayang, kenapa?"tanyaku sambil menatapnya dengan sayang.


"Sebenarnya yang tadi itu mantan pacar rika,bang..."jujurnya padaku yang membuat ku sedikit kaget dan termenung memandang nya yang menunduk.

__ADS_1


__ADS_2