APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
MEMULAI HARI BARU


__ADS_3

POV Rika


Pagi ini ibu,aku dan sulis sudah menyiapkan nasi goreng untuk sarapan kami, untuk zahra ku belikan bubur ayam kang udin yang mangkal di depan gang, sedangkan mas bayu sudah berangkat kerja setelah subuh.Tak terasa hari sudah menunjukkan jam 10 dan bang rayhan menjemput kami ke rumah.


"Assalamualaikum..."seru bang rayhan mengetuk pintu rumah kami.


"Wa'alaikumsalam bang...mari masuk bang..." ajak sulis masuk.


"Iya sulis... kalian sudah siap belum?"tanya bang rayhan sambil duduk di ruang tamu.


"Sudah bang, kami sudah siap...ibu sama zahra ikut boleh nggak bang?"tanya sulis.


"Boleh sulis, sekalian ajak zahra jalan-jalan..." ujar bang rayhan pada sulis.Tak lama kami semua sudah siap untuk berangkat menyelesaikan proses izin usaha cafe kami sekalian mengajak ibu dan zahra jalan-jalan.


Di mobil om tyo sudah menunggu kami untuk berangkat mengurus surat-surat, tiba-tiba mas narto pemilik bengkel memanggil sulis.


"Sulis, tunggu sulis..."teriak mas narto dari arah bengkel nya berlari ke arah kami.


"Eehh mas narto...ada apa mas?"tanya sulis.


"Kamu nggak jualan lagi sulis?kami sampai kebingungan loh sulis..."sahut mas narto.


"Aduh mas,maaf hampir lupa ngasih tau mas narto...kami sekarang pindah jualan mas ke cafe yang bagus itu,deket dari sini kok mas... bisa pesen atau beli langsung ke cafe ya mas..."ujar sulis panjang lebar.


"Kapan bukanya sulis?"tanya mas narto.


"Insyaallah dua hari lagi mas,nanti ada di layanan grabfood kok mas..."jawab sulis sambil tersenyum.


"Selamat ya sulis untuk cafenya, insyaallah dua hari lagi mas beli ke sana..."ujar mas narto.


"Makasih ya mas...sulis pergi dulu..."ujar sulis tersenyum.


"Hati-hati ya..."seru mas narto.


"Baik mas... makasih..."ucap sulis sambil berlari kecil ke mobil dan tak lama kami berangkat.

__ADS_1


Di dalam mobil zahra berceloteh lucu hingga membuat kami tertawa terbahak-bahak,tak sengaja aku melihat bang rayhan menatapku sambil tersenyum manis yang menurutku membuat dia makin tampan hingga kami terkejut saat om tyo dan sulis menggoda kami.


"Ciee...ciee...ada sesuatu nih..."goda om tyo.


"Iya nih om...ada yang lagi sesuatu ya om..." sulis makin mengompori membuat wajah kami berdua terasa panas.


"Hahaha...mau dapat anak perempuan nih om kayaknya... hahaha..."goda om tyo makin jadi.


"Om...."rajuk ku malu.


"Hahaha..."semua jadi tertawa.


Satu jam kemudian kami kemudian kami sampai di kantor untuk mengurus izin usaha,tak sampai satu jam urusan kami selesai dan sekarang kami menuju salah satu tempat pariwisata yang sedang ngetren di surabaya dan di sana terdapat aquarium besar berisi hewan laut dari ikan hiu sampai bintang laut.


Zahra begitu senang berjalan-jalan bersama kami, dia berlari duluan hingga sulis merasa khawatir namun bang rayhan lekas menangkap tubuh gadis kecil lucu kami dan menaikkan di bahu nya hingga zahra kegirangan.


"Wah... udah cocok jadi ayah ini...hahaha..." goda om tyo membuat bang ray tertawa terbahak-bahak sedangkan zahra minta gendong di depan.


"Iya kayaknya om...jadi in aja om..."sulis mengompori membuatku mencubit pinggangnya.


"Om... pengen dipegangin sama tante rika juga..."pinta zahra merajuk manja,lalu bang ray memandangku meminta persetujuan ku.


"Yuk sayang..."ujarku sambil memegang tangan zahra yang satu lagi.


"Lompat-lompat om...tante..."pinta zahra lagi.


"Ayok..."ucap bang ray dan aku bersamaan hingga kami tersipu malu.


Aku dan bang ray pun mengangkat kedua tangan zahra hampir sepanjang jalan hingga zahra tertawa riang karena kesenangan, tiba-tiba zahra minta minum hingga kami menuju cafe yang kebetulan dekat dengan aquarium dan kami memesan minuman dan makanan di sana sedangkan zahra meminta susu coklat dingin kesukaannya,kami begitu menikmati tamasya kami hari ini.


Hari beranjak sore kami pun menyudahi tamasya kami hari ini apalagi zahra sudah mengantuk dan tertidur dalam gendongan bang ray, setelah sampai di mobil bang ray menyerahkan zahra pada sulis karena dia harus menyetir mobil.Lebih kurang dua jam kami baru sampai di rumah dan mendekati waktu maghrib hingga kami meminta bang ray dan om tyo sholat di rumah kami dahulu dan mereka mengiyakan sekalian bisa istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.


Tak lama mas bayu pulang membawa 7 kotak nasi ayam untuk kami semua, setelah sholat maghrib berjemaah di imami om tyo kami pun segera makan malam bersama.Setelah istirahat sebentar om tyo dan bang ray pamit pulang pada kami.


"Rika,ibu...semua...om sama ray pulang dulu ya, kalau butuh apa-apa rika bisa hubungi om atau ray ya nak..."ucap om tyo sambil mengusap rambut ku penuh sayang.

__ADS_1


"Iya om..."jawab ku sambil mencium tangan om tyo haru.


"Bu, semua...kami pamit dulu, kalau ada apa-apa hubungi saya ya..."ujar om tyo pada ibu dan kami semua.


"Kakek... gendong..."pinta zahra manja pada om tyo, membuat om tyo merundukan tubuhnya menyamai tinggi zahra lalu berdiri sambil mencium pipi zahra.


"Kakek kapan-kapan main ke rumah zahra ya..."mata zahra mengerjap lucu.


"Iya sayang... kapan-kapan kakek main sama zahra..."ucap om tyo penuh sayang membuat kami terharu.Kemudian om tyo dan bang ray segera keluar hendak pulang karena sudah malam.


"Assalamualaikum semua..."ucap mereka serempak.


"Wa'alaikumsalam..."balas kami serempak sambil mas bayu mengunci pintu rumah.


Kami pun duduk bersama sambil menonton tv di ruang keluarga.


"Alhamdulillah... selesai urusan usaha kita..." ucap ibu penuh syukur.


"Alhamdulillah bu,oh iya kapan nih kita mulai buka cafenya?"tanya mas bayu.


"Bagaimana kalau besok,tapi aku dan sulis harus belanja sebelum subuh biar nggak telat,mas...sekalian bawa alat-alat masak yang bisa di pakai di sana..."saranku pada mas bayu.


"Bagaimana menurut ibu?"tanya mas bayu meminta persetujuan ibu.


"Ibu setuju-setuju saja, untuk sementara membawa barang-barang dan bahan-bahan untuk masak kita pinjam pick up narto sementara waktu..."jawab ibu.


"Baik bu, sekarang aku ke depan sebentar untuk memberi tau ke mas narto..."ucap mas bayu sambil ke pergi ke bengkel mas narto.


Tak lama mas bayu pulang ke rumah membawa khabar kalau mas narto mau meminjamkan mobilnya bahkan dia langsung mengantarkan kami.


"Bayu, untuk bagian pengiriman pesan antar kamu yang atur ya le, kalau perlu ajak teman-teman mu berbagi itung-itung berbagi rezeki ya le..."ujar ibu pada mas bayu.


"Baik bu, untuk satpam gimana bu?" tanya mas bayu.


"Untuk pegawai kita pakai yang lama saja le, nggak usah di ganti.."ucap ibu di sambut anggukan oleh kami.

__ADS_1


__ADS_2