APA SALAHKU KANG

APA SALAHKU KANG
CURHAT RAYHAN


__ADS_3

POV Rayhan


Ntah kenapa sejak roby bercerita kalau adiknya rika kabur ke surabaya tanpa khabar dan meminta tolong pada ku untuk mengamati keadaannya di sini membuatku penasaran hingga ku minta foto terbaru nya, setelah ku amati ternyata cantik juga pikirku iseng dengan rambut model bob namun wajah ayu yang tersamar oleh beban yang terpendam dan tak tersampaikan hingga ku bertekad untuk menemukannya.


Tanpa di duga kami bertemu di lapak pecel sayur milik sulis yang merupakan langganan ku karena aku sering bertugas malam namun sengaja belum ku sapa rika karena tak ingin membuatnya tak nyaman dengan mengetahui kehadiran ku jadi sementara aku diam saja dahulu menunggu waktu yang tepat.


Malam ini kebetulan aku sedang tak bertugas hingga bisa menjemput papa yang sedang ada klien dalam urusan jual beli cafe yang kebetulan kata papa berdekatan dengan lapak sulis,lalu ku jemput papa namun ntah kenapa hatiku berdebar-debar menuju cafe itu tapi tetap ku berusaha untuk tenang.Setibanya di cafe aku melihat seperti rika yang berdiri di samping papa,jujur aku gugup memandang rika yang terlihat anggun dengan kecantikan yang alami tanpa banyak polesan.Sengaja ku pakai kacamata hitam agar rika dan sulis tak mengenaliku saat ku turun menghampiri papa.


"Ayo lah,kita segera berangkat..."ku panggil papa yang sedang asyik mengobrol dengan rika dan keluarga sulis.


"Ayo semua kita pulang sekarang..."sahut om tyo pada kami, akhirnya semua segera naik dan kami segera berangkat naik.


Rika dan sulis mulai curiga saat ku buka kacamataku dan menyapa mereka semua,rika langsung ngambek apalagi saat dia tau aku anak papa dan teman kakaknya waktu SMU. Dia kesal mengapa aku tak menyapanya dari awal kami bertemu, andaikan dia tahu kalau aku awalnya takut dia akan kabur lagi setelah tahu siapa aku dan kabur lagi,aku tak mau itu terjadi.

__ADS_1


Setelah aku dan papa mengantarkan rika dan keluarga nya pulang kami berdua pun segera melanjutkan perjalanan pulang ke rumah,di perjalanan papa menanyai ku.


"Ray..."panggil papa.


"Iya pah..."jawabku.


"Kamu suka sama rika?"tanya papa.


"Papa lihat dari gerak gerik kalian berdua,dari kapan?"tanya papa dengan menepuk bahu ku.


"Jujur pah,aku suka dia dari SMU... hanya saja aku ragu menyampaikan nya..."ujarku sendu.


"Sekarang kamu punya kesempatan dan rika memberi sinyal...dia gadis yang baik sebenarnya,siapa tau kalian berjodoh..."tegur papa ku penuh kasih.

__ADS_1


"Baik pah, insyaallah akan ray coba..."jawabku sambil tersenyum.Dan tak lama kami sampai di rumah kemudian kami segera bersih-bersih dan langsung istirahat karena hari ini cukup melelahkan namun menyenangkan.


Di kamar sambil berbaring aku teringat akan rika yang jujur baru dengan nya aku merasakan rasa yang tak biasa padahal sejak di bangku SMU banyak yang menyukai ku namun tak ada yang bisa menggetarkan hati ku, mengingat wajah dan tingkah nya yang merajuk tadi membuatku jadi senyum-senyum sendiri.Ku coba menggunakan aplikasi hijau untuk menyapanya sejak kami bertukar kontak tadi.


Ray("Assalamualaikum rika...lagi apa?")


Rika("Wa'alaikumsalam bang,rika lagi tidur-tidur aja...belum ngantuk banget rika, bang...abang lagi apa?")


Ray ("Abang juga mau tidur de',jaga kesehatan kamu ya...sampai jumpa besok... assalamualaikum...")


Rika("Iya bang,abang juga...sampai jumpa besok bang... wa'alaikumsalam")


Kami saling menutup telfon dan berusaha tidur agar besok tak terlambat bangun pagi.

__ADS_1


__ADS_2