
Hari ini setelah bang ray mendapatkan cuti selama sepuluh hari karena selama tiga tahun bertugas tak pernah mengambil cutinya kami berdua segera menuju stasiun kereta api setelah kami makan siang terlebih dahulu, sebelum menuju stasiun kami membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga jakarta.
Tiga puluh menit setelah membeli oleh-oleh kami sampai di stasiun kereta api dan 15 menit lagi panggilan untuk kereta tujuan kami hingga kami tak menunggu terlalu lama.Tepat jam 5 sore panggilan untuk tujuan kami sudah diumumkan hingga kami segera melangkah menuju pintu gerbong kereta dan mencari bangku kami di kelas eksekutif, setelah mendapatkan bangku kami segera kami letakkan tas dan bawaan kami di bagasi dan kami hanya membawa tas pinggang untuk tempat dompet,hp dan barang-barang berharga kami.
Disaat sedang menikmati pemandangan sepanjang jalan yang mulai terlihat lampu-lampu berkelap-kelip tiba-tiba bang ray menyapa rika.
"Rika..."panggil bang ray di samping rika.
"Ya bang, kenapa?"tanya rika yang menatap manik mata ray.
"Aku boleh jujur nggak?"tanya bang ray.
"Boleh bang,kan jujur lebih baik bang..."jawab rika sambil tersenyum.
"Jujur waktu kita masih di SMU dulu abang suka sama kamu..."ujar ray pada rika yang membuat rika terkejut tak menyangka ray menyampaikan rasa pada nya.
"Apa sih yang abang suka dari rika,bang...rika kan tomboy,cuek dan urakan...apa yang bikin abang suka sama rika..."ucap rika sendu.
"Itu semua membuat kamu jadi mandiri,tegas dan berprinsip rika... kamu lihat kan hasil nya sekarang..."ujar ray panjang lebar.
"Iya bang,rika bisa rasakan itu...tapi rika kotor,bang..."ucap rika dengan kedua sudut matanya meneteskan air mata.
"Rika,itu masa lalu kamu... yang penting sekarang kamu sudah berusaha lebih baik kan?"ucap ray lagi.
"Alhamdulillah kalau abang bisa nerima rika, tapi rika tak ingin hanya rasa suka..."sahut rika malu-malu.
"Lalu apa...hmmm?"tanya ray dengan menaik turunkan alisnya menggoda.
__ADS_1
"Isshh... abang nih..."rika merajuk.
"Oh iya...abang punya sesuatu untuk kamu..."ujar ray pada rika.
"Apaan bang?"tanya rika penasaran.
"Ini..."ucap ray seakan mengambil sesuatu dari saku kemejanya, kemudian menyatukan ibu jari dan telunjuk nya membentuk hati.
"Abang tak sekedar cari pacar,rika...maukah kamu jadi calon istri abang?"tanya ray penuh damba.
"Abang sungguh-sungguh?"jawab rika terkejut namun haru.
"Iya sayang,abang serius..."ucap ray sambil menatap lembut pada rika.
"Iya bang...rika mau..."ucap rika tersipu malu.
"Sama-sama bang,rika pun juga begitu..."ucap rika sambil tersenyum.
"Bang...rika lapar... hehehe..."ujar rika sambil tertawa kecil.
"Oke,kamu mau makan apa dan minum apa?"tanya bang ray.
"Nasi goreng komplit,es teh kurang gula sama kentang goreng ya bang..."jawab rika tersenyum.
"Oke,kamu tunggu di sini ya sayang..."sahut bang ray.
"Oke bang..."jawab rika sambil tersenyum.
__ADS_1
Lebih kurang 15 menit ray pun datang dengan di iringi petugas cafe kereta yang mendorong troli makanan untuk mereka,rika dan ray membuka meja yang tersedia di depan mereka kemudian sang petugas menata pesanan mereka.
"Selamat menikmati..."ucap petugas cafe itu ramah.
"Terima kasih..."jawab rika dan ray bersamaan.
Tak terasa waktu berlalu memasuki pagi di jakarta,kami segera turun dan menaiki taksi menuju rumah rika,lebih kurang satu jam lebih kami sampai di depan rumah.Rika yang turun setelah kami membayar ongkos taksi menatap penuh haru melihat rumah keluarganya yang telah cukup lama di tinggalkan,kami pun memencet bel dan duloh satpam rumah terkejut saat melihat siapa yang datang.
"Neng...neng rika pulang... alhamdulillah..." ucap duloh terharu.
"Sstt...bang dul, jangan kenceng-kenceng ngomongnya..."pinta rika pada duloh sambil meletakkan jari manis nya di bibir.
"Siap neng...bang dul bawain ya barang-barang nya..."ucap duloh terharu.
"Oke bang..."sahut rika sambil tersenyum.
"Bang ray...ayo kita masuk..."ajak rika pada ray.
"Yuk..."sahut ray melihat tingkah rika yang lucu.
Sesampainya di depan pintu depan rika pun memencet bel,tak lama terdengar langkah kaki dari dalam rumah.
"Siapa?"terlihat janny dan fandy celingukan mencari siapa yang memencet bel.
"Assalamualaikum..."terdengar suara yang tak asing di telinga mereka, tiba-tiba muncul rika dan ray dari balik pintu.
"Teteh...teteh... kangen...."janny dan fandy menghambur ke pelukan rika penuh rindu.
__ADS_1