
POV Rika
Udara subuh yang terasa nikmat sekali ku rasakan begitu segar menerpa wajah dan tubuh ku saat aku terbangun oleh suara azan dari mesjid di dekat rumah sulis, seminggu sudah aku tinggal di rumah sulis dengan segala kegiatan-kegiatan yang kami rasakan terasa menyenangkan di banding pergaulan ku selama di kota asalku hingga aku sendiri heran kenapa terasa berbeda, apakah ini yang namanya nikmatnya rasa syukur padahal ibu memberi uang saku padaku tak sebesar yang ayah beri selama ini namun biarlah ku nikmati semua ini penuh rasa syukur.
Setelah sholat subuh aku dan sulis pergi belanja untuk dagangan kami hari ini dan mas bayu sesudah subuh langsung berangkat bekerja, sedangkan ibu momong zahra yang sekarang sudah mau tinggal di rumah.Setelah selesai belanja kebetulan ada atm di dekat pasar lalu aku iseng-iseng cek saldo rekening bank ku ternyata bertambah dari jumlah sebelum nya bahkan melebihi angka 3 miliar padahal sebelumnya tak sebanyak ini,aku sempat berpikir apakah ayah,bunda atau aa roby yang mentransfer namun biarlah ku terima dulu yang penting duit halal bisikku dalam hati.
Setelah dari atm kami segera pulang setelah sebelumnya kami membeli sarapan dan sekotak teh botol untuk kami taruh di rumah sebagai minuman pelepas dahaga,30 menit kemudian dengan menggunakan becak kami telah sampai di rumah.
"Assalamualaikum..."ucap kami serempak masuk ke rumah.
"Wa'alaikumsalam...udah pulang kalian nduk..."tanya ibu sambil menyapu dari dapur.
"Sudah bu alhamdulillah,ini kami beli sarapan lontong kikil untuk kita semua bu, untuk zahra bubur putih,bu..."seruku sumringah.
"Oh iya bu,ini rika beli teh botol kotak untuk minum di rumah,sulis susun di kulkas ya bu..."seru sulis.
"Iya nduk,taruh di kulkas aja ya..."sahut ibu sambil tersenyum pada ku.Tak lama setelah merapikan belanjaan kami sarapan bersama dan aku pun menyuapi zahra dengan bubur putih kesukaannya.
Setelah sarapan kami duduk melepas lelah di ruang keluarga sambil menonton kartun kesukaan zahra,ku dekati ibu dan sulis sambil pelan-pelan ingin membicarakan sesuatu.
"Bu,sulis... rika mau bicara..."ujarku gugup.
"Bicara apa cah ayu?mau balik ke jakarta kamu?"tanya ibu sambil mengelus pucuk kepala ku.
"Bukan bu, belum ada rencana rika pulang ke jakarta...rika ingin minta izin sesuatu,bu..." jawab ku takut-takut.
"Apa itu nak, jangan takut..."ibu mengelus pipiku lembut.
__ADS_1
"Sebenarnya rika coba tanya-tanya apa ada cafe yang strategis di dekat-dekat rumah yang akan di jual via instagram,bu... kebetulan ada yang menawarkan,bu..."ujarku dan ibu serta sulis menatap serius padaku.
"Maksud mu apa cah ayu...?"tanya ibu bingung.
"Rika ingin memberikan untuk ibu,sulis dan mas bayu,bu...rika mohon di terima jangan di tolak, bu..."ujarku memohon pada ibu dengan mataku yang mulai memanas menahan air mata yang hendak mengalir.
Sesaat kami semua terdiam karena permohonan ku yang terkesan mendadak bagi mereka.
"Cah ayu..."panggil ibu sambil mengelus punggung ku.
"Iya bu..."jawab ku dengan sendu.
"Apa ini tak terlalu berlebihan nduk,kami ikhlas menerima mu di rumah sederhana ini nduk..."ujar ibu menatap ku penuh kasih.
"Buat rika kesederhanaan ibu sekeluarga membuat rika mengerti arti sebuah keluarga,bu..."lanjutku sambil menangis.
"Terima kasih ya bu..."ujarku sendu.
"Sama-sama sayang...ayo kita siapin jualan kita anak-anak ku..."ujar ibu dan kami mengikuti sambil di kejar zahra dengan lucunya menuju dapur.
Sesudah zhuhur bahan-bahan dagangan sudah kami siapkan tinggal di bawa ke lapak saja setelah ashar nanti, menunggu ashar kami tidur di kamar masing-masing.Di kamar ku rebahkan tubuh ku di ranjang yang empuk sambil membuka-buka album foto di hp ku,ku pandangi foto keluarga ada ayah,bunda,aa roby,diriku dan adik-adik membuat rinduku makin membuncah hingga air mataku mengalir penuh rindu.Karena menangis lama-lama mataku mengantuk dan tertidur lelap hingga memasuki waktu ashar.
Tak lama mas bayu pulang dari ngojek online nya jadi kami bisa sekali angkut semua jualan kami,ibu dan zahra berjalan di belakang kami.Setiba di lapak zahra didudukkan ibu di kursi dekat meja jualan dan alhamdulilah zahra menurut hingga kami merapikan jualan lebih cepat,tak lama pembeli mulai berdatangan hendak membeli dagangan kami alhamdulillah ramai sekali hingga kami cukup kewalahan namun kesabaran mereka dalam mengantri membuat kami nyaman melayani mereka.
Tak terasa waktu berlalu jam 10 malam dagangan kami habis tak tersisa dan kami bertiga segera merapikan alat-alat yang kotor untuk di bawa pulang sedangkan ibu dan zahra sudah pulang ke rumah dari isya tadi, setelah sampai di rumah kami mencuci alat-alat yang kotor hingga bersih semua.
Setelah membereskan semuanya kami duduk bersama di ruangan keluarga sambil menonton acara tv dan seperti biasa ibu membagi keuntungan dan menyisihkan modal untuk membeli jualan kami besok.Tak lama ibu memulai pembicaraan pada kami semua.
__ADS_1
"Anak-anak ku semua..."seru ibu kepada kami.
"Iya bu..."serempak kami menjawab ibu.
"Ada yang ingin ibu bicarakan pada kalian semua terutama bayu sebagai anak laki-laki ibu..."ujar ibu.
"Kalau bayu boleh tau apa yang hendak ibu sampai kan...?"tanya mas bayu.
"Begini le,rika tadi mengusulkan agar kita berjualan di cafe,le..."ucap ibu menatap mas bayu.
"Maaf sebelumnya bu,rika...apa ini tidak berlebihan...jujur aku ikhlas menganggap kamu sebagai adik,rika..."mas bayu mengungkapkan perasaan nya panjang lebar.
"Aku mengerti mas,aku bersyukur di anggap sebagai saudara karena di tengah-tengah kalian aku merasakan ketenangan yang tak pernah ku rasakan selama ini..."air mataku mengalir deras menahan haru.
"Ya Allah rika,kami bersyukur bisa memiliki mu sebagai keluarga..."ucap mas bayu menatap ku haru.
"Untuk keputusan nya kami menyerahkan pada ibu sebagai orang tua kami..."ucap mas bayu lagi.
"Baiklah kalau begitu,rika...ibu menyetujui niat baikmu nak hanya saja ibu tak mau menerima begitu saja..."jawab ibu.
"Maksud ibu bagaimana?"tanya ku bingung.
"Maksud ibu kita jadikan ini usaha bersama, harus ada perjanjian yang jelas,nak... demikian juga untuk pembagian keuntungan harus di bagi rata...itu maksud ibu"ibu menjelaskan pada kami semua.
"Baiklah bu,kami menurut saja keputusan ibu,dan rika mas minta tolong untuk prosedurnya..."ucap mas bayu padaku.
"Baik mas, kalau perlu kita pakai pengacara untuk pengesahan agar tak ada yang memanfaatkan kita dan sekalian mengurus izin usaha,mas.. "ucapku pada mas bayu. Akhirnya lega rasa hatiku niat baikku di terima.
__ADS_1