
POV Rika
Setelah tadi siang antoni berhasil meretas rekening tabungan ku hingga blokir atm ku terbuka langsung ku buat rekening baru yang tak di ketahui oleh siapapun terutama ayah ku, kemudian ku pindahkan tabungan ku ke rekening baru, sorenya ku ambil tiket kereta menuju kota surabaya tanpa ku pastikan hendak ke mana,yang pasti ingin jauh dari keluarga ku dulu.
Setelah tiba di surabaya untuk lebih cepat dan pelepas penat sementara ku cari hotel di sekitar pusat kota jadi lebih dekat dan mudah untuk cari makan atau sekedar jalan-jalan. Ku temukan hotel dekat sebuah mall besar di surabaya dan kamarku menghadap ke jalan raya besar yang terlihat indah dengan lampu-lampu kecilnya yang ber kelap-kelip,ku pandangi malam ini penuh kenyamanan sembari mencoba menghilangkan rasa pusing dari masalah-masalah kemarin.
__ADS_1
Makin larut ku rasa mataku makin mengantuk,ku kunci pintu kamarku dengan akses masuk bukan kunci biasa namun kartu hotel agar penghuninya aman menginap. Di saat ku berbaring di ranjang ku termenung teringat ayah, bunda,kakak dan adik-adik ku hanya saja ego dan gengsi ku lebih menguasai hati dan pikiran ku hingga hanya amarah dan kebencian saja tiap teringat mereka. Aku bergelut dengan hati dan pikiran ku sendiri hingga lelah dan tertidur lelap.
Paginya tubuhku terasa segar dan lelah tubuh sedikit berkurang karena udara segar pagi yang begitu sejuk menerpa wajah dan tubuh ku yang kacau selama ini, entah kenapa terasa berbeda hari ini, pikiran dan perasaan ku sedikit lebih tenang di banding selama aku di rumah namun aku tak mengerti kenapa.
Namun rasa sepi itu tak ku pedulikan yang penting sekarang aku bisa melakukan apa yang aku inginkan,membeli yang aku mau dan bersenang-senang melepas segala rasa lelahku. Hari ini ku sewa mobil di hotel tempat ku menginap untuk berjalan-jalan keliling kota mencari suasana baru yang siapa tau bisa menyegarkan pikiran dan hatiku tiba-tiba ku lihat seseorang yang rasanya pernah dekat dengan ku di masa SMU sedang berjalan menggandeng gadis kecil dan menenteng kantong belanjaan yang berat,ku bunyikan klakson mobil ku agar dia berhenti dan melihat ke arah mobilku dan dia pun menoleh setelah berada di tepi jalan aku pun berhenti di samping nya. Aku pun segera turun dan memperjelas penglihatan ku dan aku segera berseru memanggil namanya.
__ADS_1
"Sulis...kamu sulis kan?"tanyaku dengan penuh bahagia,dia pun terkejut melihat ku.
"Ya Allah rika...beneran ini kamu rika?"serunya pula sambil menangis namun tetap menggenggam tangan gadis kecil itu.
"Iya sulis...ini aku..."jawab ku menangis haru. Akhirnya kami berpelukan dan gadis kecil itu bingung di saat kami bertangisan.
__ADS_1