
POV Rika
Hari ini aku sangat bahagia bertemu dengan teman dekat ku setelah bertahun-tahun kami tidak bertemu, begitu terharu kami hingga berpelukan dan saling bertangisan karena rindu lama tak bertemu.
"Sulis...kamu apa khabar?sehat kah?"tanyaku sambil memegang kedua bahunya.
"Alhamdulillah rika,aku sehat... kamu sehat?"tanya sulis balik pada padaku.
"Alhamdulillah aku baik Sulis, seperti yang kamu lihat..."sahutku sambil tersenyum.
"Kapan kamu sampai di surabaya? dengan siapa?"tanya sulis beruntun.
"Hahaha... satu-satu dong sulis nanya nya, baru semalam aku sampai di surabaya, sendirian aja kok.."jawab ku sambil tersenyum.
"Ada kerjaan ya kamu ke surabaya?"tanya sulis sambil meletakkan belanjaan nya di tepi jalan.
"Nggak sulis...aku nggak kerja,ke sini cuma jalan-jalan aja..."jawab ku cengengesan.
"Oh gtu... oke deh...kamu mau ikut sarapan nggak? kebetulan tadi subuh-subuh aku udah ke pasar cari bahan-bahan untuk jualan jadi belum sempat sarapan...kamu mau ikut?"tawar Sulis pada ku.
"Oke deh aku ikut,udah lama nggak makan di pasar tradisional kayak gini,ntar kita sarapan apa?"tanyaku.
"Kamu mau sarapan apa nih?"tanya sulis balik.
"Enaknya apa ya...ikut kamu aja sulis..." jawabku lagi.
"Oke.. kita makan lontong sayur aja dulu yuk sambil minum es dawet... hehehe..."seru sulis.
"Oke deh, tapi belanjaan kamu taruh di mobil dulu deh, biar nggak nenteng-nenteng berat-berat ke dalam pasar..."saran ku.
"Oke deh kalau kamu nggak keberatan,maaf ya bikin kotor mobil kamu..."jawab sulis malu.
"Nggak pa-pa, mobil ini juga mobil rental kok sulis... sarapan dulu yuk..."ajakku.
"Oke,yuk zahra...ibu gendong ya nak biar kamu nggak di dorong-dorong orang banyak ya nak..."ucap sulis pada zahra yang ternyata anaknya.
__ADS_1
"Biar ku gendong zahra, sulis...kami ngikutin kamu aja...mau ya zahra sayang..."bujuk ku pada zahra.
"Mau tante..."jawab zahra sambil berjalan ke pelukan ku. Ku peluk gadis kecil itu dengan rasa sayang.
"Yuk rika,kita jalan ke dalam... nggak jauh kok..."ucap sulis padaku sambil menjawil pipi chubby zahra.
Kami berjalan masuk ke pasar tradisional,10 menit kemudian kami sampai di warung tenda yang cukup besar,di sana tersedia berbagai kuliner tradisional baik cemilan maupun makanan berat.Aku memilih lontong sayur,sulis memilih pecel sayur dan untuk zahra kami minta bubur putih dengan rempeyek udang sebagai cemilan nya dan kami memulai sarapan kami dengan nikmat.
Setelah sarapan aku ikut sulis ke rumah nya yang cukup jauh dari pasar,lebih kurang 20 menit kami sampai di rumah sulis yang harus masuk gang yang hanya cukup di lalui 2 motor saja.Ku titip mobil di sebuah bengkel yang pemiliknya memperbolehkan kami menitipkan mobil di sana.
Tak sampai 5 menit kami sampai di rumah sulis yang terlihat sederhana namun nyaman di mata ku, sulis pun membuka pintu dan kami masuk ke dalam dan mengucap salam.
"Assalamualaikum bu...mas..."seru sulis di iringi zahra yang melompat-lompat senang karena telah tiba di rumah, kemudian duduk di kasur palembang yang terletak di ruang keluarga.
"Wa'alaikumsalam nduk... sudah pulang kamu?iki sopo toh nduk?ayu tenan..."tanya ibu sulis sambil menyentuh pucuk kepala ku penuh kasih yang membuatku terharu.
"Ini teman dekat sulis waktu SMU dulu bu, yang waktu dulu kita masih tinggal di jakarta sering datang ke rumah kita,bu..."ujar sulis sambil memeluk pundak ibunya penuh kasih.
"Ya Allah...baru ibu ingat nak, pangling ibu soalnya rika makin ayu... hehe..."ucap ibu sambil tertawa.
"Ayah,mama dan adik-adik mu sehat nak?" tanya ibu sambil kami duduk.
"Alhamdulillah sehat bu,cuma mama..." ucapku sendu.
"Ayah dan mama bercerai empat tahun yang lalu,bu...lalu mama menikah lagi setelah setahun bercerai, sepuluh bulan kemudian setelah melahirkan anaknya mama meninggal karena serangan jantung..."aku bercerita panjang lebar hingga air mata ku membasahi pipiku.
"Maaf ya nduk pertanyaan ibu membuatmu sedih..."ibu memeluk ku dan mengelus punggung ku.
"Nggak pa-pa bu..."ku coba tersenyum.
Sejenak kami melepas lelah dengan memakan cemilan yang di beli sulis di tambah segelas teh hangat begitu nikmat terasa,tak lama sulis dan ibu mulai membongkar belanjaan kami tadi.
"Sulis,kamu jualan apa sih sulis?"tanyaku penasaran.
"Aku jualan pecel sayur sama nasi uduk di depan bengkel tadi,rika... makanya mas narto pemilik bengkel tadi bolehin kita naruh mobil di bengkelnya tadi..."jawab sulis panjang lebar.
__ADS_1
"Oh gtu ya, baik ya orangnya...jam berapa ntar buka lapaknya?"tanyaku lagi.
"Abis ashar nanti,rika... insyaallah sore-sore banyak yang belanja hingga malam hari,kami buka hanya sampai jam 11 malam..."jawab sulis memandang ku tersenyum.
"Kamu mau bantu?"tanya sulis pada ku.
"Wah... boleh banget,aku bantu apa lis?" tanyaku.
"Kamu motong in lobak,kacang panjang, kangkung aja dulu,rika..."jawab sulis sambil tersenyum sambil memberikan pisau dan telanan.Ku ambil lobak satu bulat besar itu lalu ku potong tipis-tipis kemudian ku potong sedang kangkung dan kacang panjang, kemudian rika memberikan dua bungkus sedang timun untuk ku potong bulat-bulat.
Sedangkan sulis merebus mie kuning dan kecambah, menyiapkan kuah pecel untuk nanti sore,lalu kami menggoreng kerupuk merah untuk topingnya.Setelah itu kami berhenti dulu untuk istirahat dan ibu menyuruh aku untuk tinggal di rumah mereka saja selama di surabaya, awalnya aku menolak karena segan namun melihat ibu bersedih akhirnya aku mengalah dan mau tinggal di rumah sulis.
"Ibu, sulis...kalau begitu aku jemput barang-barang ku di hotel sekalian aku mengembalikan mobil ke hotel ya bu..."aku minta izin ke ibu.
"Iya nak, nggak pa-pa... nduk kamu bisa kan nemani temani rika ke hotel?"tanya ibu pada sulis.
"Bisa bu, kebetulan untuk pecel sayur sudah sulis siapkan, tinggal menyiapkan nasi uduk saja,bu..."jawab sulis santun.
"Ya sudah lebih baik segera berangkat biar kalian nggak terlalu capek..." suruh ibu.
"Baik bu,kami berangkat dulu...nanti kami pulang naik taksi saja bu..."jawab ku.
"Iya nduk,biar zahra ibu yang momong ya sulis..."seru ibu pada sulis.
"Baik bu,kami berangkat dulu ya bu sekalian nanti aku beli nasi untuk makan siang ya bu..."jawab ku.
"Baiklah nduk selagi tak merepotkan mu nak..."sahut ibu yang sedang momong zahra.
"Nggak pa-pa bu, kami pergi dulu ya bu...zahra di rumah ya nak..."jawabku.
"Iya tante...dadah ibu..."seru zahra sambil melambaikan tangan pada kami,kami pun melambaikan tangan sebelum keluar rumah.
"Assalamualaikum..."serempak kami mengucap salam sebelum berangkat.
"Wa'alaikumsalam..."jawab ibu dan kami pun berangkat.
__ADS_1