Arasya | Sinar Yang Pernah Hilang

Arasya | Sinar Yang Pernah Hilang
Telat!


__ADS_3

"Zhefanya bangun! sudah siang jangan tidur mulu kamu!" Ucap mamanya sedikit berteriak karena dia diluar kamar Zhefanya, dia juga sedang bersiap-siap berangkat kerja, rupanya dia juga terlambat bangun.


"Mah ini minggu kan?" Dengan suara khas seperti orang yang baru bangun tidur ditambah setengah nyawanya yang masih belum kumpul membuat Zhefanya linglung.


"Heh, ini hari Senin udah jam setengah tujuh cepetan!" Ucap mamanya menuruni anak tangga.


Zhefanya meraba kasur mencari keberadaan hpnya, dia mengucek matanya yang susah sekali membuka.


"Ahh gue telat!" Zhefanya langsung terperanjat ketika melihat layar hpnya. Ini Haru Senin dan jam menunjukkan pukul setengah tujuh yang artinya tiga puluh menit lagi dia akan telat.


Dengan cepat Zhefanya menyelesaikan mandinya, kali ini dia benar-benar mandi dengan secepat kilat, tidak lagi melakukan ritualnya.


Zhefanya memakai sepatunya dan langsung berlari menemui mamanya, tidak lupa membawa jaket Arasya yang dia pinjam.


"Jangan sampai deh gue telat"


"Dipake dulu neng helmnya" kata tukang ojek, pagi ini Zhefanya tidak dianter mamanya takut macet, jadi dia pesan ojek online yang lebih cepat.


Zhefanya meraih helm yang diberikan tukang ojek itu.


"Pak yang cepat ya" perintah Zhefanya cemas.


Tukang ojek itu mengendarai dengan mengebut setelah Zhefanya naik, dia hanya menuruti perkataan Zhefanya.


"Pak bapak cepetan lagi ya, saya udah telat ni"


Malang sekali tukang ojek itu padahal yang salah Zhefanya kenapa malah mengomel ke tukang ojek.


...***...


Setelah sampai Zhefanya segera membayar dan berlari menuju gerbang, sudah tidak ada anak-anak lagi, mengetahui itu Zhefanya tambah panik.


"Ah sial gue telat!" Zhefanya menghembuskan nafas ke udara, dia telat hanya beberapa menit saja.


"Pak bukain pintu gerbangnya dong, sekali aja" Zhefanya memohon kepada penjaga sekolah, Pak Joko. Tapi Pak Joko sudah memasuki area sekolah bukan di gerbang lagi.


Zhefanya tetap berteriak dan menggedor-gedor pintu gerbang, sialnya tidak ada yang mendengar.


"Eh..eh" Tubuh Zhefanya oleng ketika tiba-tiba ada seseorang yang menariknya.


"Ikutin gue" Langkah Zhefanya mengikutinya karena tekanan dari laki-laki itu yang begitu berat.


"Lo mau bawa gue kemana!!" Zhefanya sedikit berteriak, kemudian menghempaskan tangannya hingga ikatan tangan mereka terlepas.


"Lo mau masuk gak?" Laki-laki itu membalikkan badannya menatap indah kedua bola mata milik Zhefanya.


"Samuel!!" Ucap Zhefanya tercekat ketika tahu orang yang menariknya itu Samuel.


"Jangan teriak mulu, capek kuping gue dengerinnya" Ucap Samuel malas.


"Lo ngapain disini?"


"Gue sama kaya lo" Samuel kembali berjalan menuju motornya.

__ADS_1


"Lo kenapa diem? Gak mau masuk? cepetan naik!" ucap Samuel ketika sudah di atas motor dan memakai helmnya.


Zhefanya menyetujui ajakan Samuel daripada dirinya harus telat, tapi dia merasa ekstrim juga karena ini baru pertama kalinya dia telat ke sekolah.


"Pegang pundak gue" Dengan ragu Zhefanya langsung memegang pundak samuel untuk pegangan saat dia naik keatas motor.


Samuel menjalankan motornya hingga berhenti dibelakang sekolah pada sebuah pohon yang dijadikan anak-anak terlambat untuk masuk agar tidak ketahuan guru.


"Kok berhenti?" samuel tidak menjawab dan langsung memarkirkan motornya di sebuah warung.


Zhefanya turun dari motor tidak mengetahui maksud Samuel.


"Bu titip motor saya" ucap samuel pada ibu-ibu pedagang hanya di angguki sebagai jawaban.


Samuel menarik Zhefanya hingga tepat dibawah tembok yang tinggi itu.


"Cepetan naik Zhe" ucap Samuel menepuk pundaknya untuk dijadikan tumpuannya.


"Enggak ah, gimana gue naiknya coba?" Zhefanya menyatukan alisnya. "Gue berat" Ujar Zhefanya lagi menyadari kekurangannya.


"Cepetan naik! keburu ada yang liat" Samuel melihat Zhefanya lalu menepuk pundaknya lagi


Apa yang diucapkan Samuel ada benarnya, dia langsung melepaskan sepatunya dan naik dipundak Samuel.


"Jangan liat atas!" Zhefanya takut jika samuel melihat keatas.


"Iya" Samuel melihat kebawah.


Zhefanya berhasil melompat dari pagar dan sekarang dia ada didalam area sekolah disusul Samuel yang bersiap-siap melompat.


Samuel berhasil melompat.


"Sekarang lagi upacara.."


"Gue tau kali" Serobot Zhefanya ketika Samuel belum selesai bicara. Membuat sang empunya bersabar-sabar.


"Topi lo mana?" Tanya Samuel.


"Buat apa, kan gak ikut upacara?" Tanya Zhefanya bingung tapi tetap mengambil topi didalam tasnya.


Samuel mengambil topi itu dan memakaikannya ke kepala Zhefanya.


"Gue bisa pakai sendiri kali!" Zhefanya mengambil alih membenarkan topinya sendiri.


Samuel hanya menghela nafasnya. "Sekarang lo pergi ke toilet siswa, jangan keluar sampai upacara dibubarin, dan lo masuk bareng kerumunan mereka"


"Gue ke sananya gimana?"


"Terbang, ngesot, kalo nggak sambil lompat katak gih" ucap Samuel jahil.


Zhefanya memutar matanya malas.


Sreek...

__ADS_1


Samuel menyeret Zhefanya ke tembok belakang kelas hingga tubuh mereka saling berdekatan, nafas Samuel mampu dirasakan oleh pipi Zhefanya.


"Lo mod..." Samuel segera menutup mulut Zhefanya ketika dia hampir berteriak.


"Ada guru lagi keliling" Ucap Samuel berbisik ditelinga Zhefanya.


Jantung Zhefanya memompa dua kali lipat, jantungnya serasa ingin copot, bukan karena berdekatan dengan Samuel tapi karena ia takut ketahuan, jika dia ketahuan mampus riwayatnya, sudah telat sekolah berduaan dengan Samuel ditambah posisi mereka yang ambigu.


Setelah merasa guru itu sudah menjauh Samuel pun melepaskan Zhefanya. "Suka kan lo deket-deket sama gue" Ucap Samuel tengil.


Zhefanya kaget mendengar perkataan Samuel tiba-tiba, entah dari mana muncul sifat tengilnya lagi.


"Jijik banget gue" Zhefanya memandang Samuel dengan wajah julidnya lalu mengendap-endap kearah toilet.


"Gila juga lo Zhe"


... ***...


"Duh lama banget si upacaranya, capek banget gue ngeliat toilet mulu" Keluh Zhefanya yang berada di toilet, sesuai perkataan Samuel.


Zhefanya sangat bosan didalam sana, jika saja dia tidak telat maka tidak akan seperti ini, menurutnya mending ikut upacara daripada harus di toilet mulu, tempatnya orang berak.


Karena bosan Zhefanya memainkan ponselnya, terdapat pesan dari seseorang.


...Samuel...


Karena gue udah nolongin lo, jadi lo harus bales budi ke gue.


Gue bakal jemput lo jam delapan malam.


07.30


^^^Samuel gila!^^^


^^^07.32^^^


Gak ada penolakan!


07.32


"Songong banget tuh anak ya" Zhefanya membatin dalam hati.


... ***...


"Jadi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kalian harus menjadi anak yang berbakti pada negara" ucap  kepala sekolah.


"Itu kenapa yang dibelakang ribut sendiri, tolong tenang!" Tegur pada siswa kelas 12 Mipa 3, lebih tepatnya kepada Bara dan anak-anak curutnya.


"Ahh capek banget gue, udah berdiri setengah jam juga,gak capek apa bapak ngomong terus? Saya yang nontonin bapak aja capek" Nirina berdialog dengan dirinya sendiri.


Nirina terus ngedumel tak karuan tapi hanya mampu didengar sendiri. "Zhefanya juga kemana coba jam segini gak keliatan batang hidungnya"


"Sekian sambutan dari bapak, terimakasih"

__ADS_1


Semua siswa bubar dari barisannya masing-masing setelah mendengar komando untuk bubar.


__ADS_2