Arrive

Arrive
9 iri nya


__ADS_3

Setelah kejadian penusukan itu aku menjalani hari hari ku seperti biasanya. Sekolah, belajar dan lain lain. Pada awalnya seluruh warga sekolah bingung dan tak menyangka jika aku bisa pulih secepat itu. Mereka semua tau dari Berita di tv jika aku tertusuk saat penasaran bertemu dengan orang pembawa pesan itu. Tapi aku berhasil menyakinkan semua nya jika aku telah mendapatkan sebuah mukzijat.


***


Beberapa hari kemudian


Aku dan daniel keluar dari parkiran sekolah bersama. Ia tiba-tiba merangkulku dan menatap ke orang-orang di sekeliling, seolah mengatakan bahwa aku hanyalah miliknya.


"Kamu memang milik ku hanya aku,"bisik Daniel di telinga ku membuatku berada di perasaan antara suka dan tidak suka di sebut begitu.


Semua pasang mata melihat ke arah aku dan dia aku merasa sedikit risih karena tak biasanya aku menjadi sebuah pusat perhatian. Bahkan aku memang tak pernah terkenal seperti menjadi most wanted, Casanova atau apapun sebutannya untuk murid murid yang terkenal. Sejatinya aku hanya murid biasa yang tiba tiba di datangi makhluk aneh yang menyamar jadi murid populer dan memacari ku.


"Pengen ih di rangkul sama Kak Daniel,"gumam pelan salah satu siswi yang kami lewati. Aku melihat ke arah pundaku dan melihat tangan Daniel melingkar disana, aku menyingkirkan tangan itu.


"Daniel jangan rangkul gue di sekolah,"ucapku dengan suara pelan tapi juga dengan nada yang agak sebal.


"Emangnya kenapa?"tanya Daniel kini menggenggam tangan kananku erat.


"Daniel ini tuh di sekolah kalau ada guru yang liat gimana? Gue gak mau kena hukuman,"ujar ku kesal lalu terdiam memperhatikan tangan ku yang di genggam olehnya.


"Lepasin gue mau ke kelas,"ujarku sambil menunjuk lantai kedua di bangunan kelas 12 itu. Daniel akhirnya melepaskan tanganku. Aku pun mendelik sebal ke arahnya yang terus tersenyum ke arah ku seperti orang gila.


"Jika aku memang gila karena cinta memangnya kenapa,"aku yang tadinya akan naik ke anak tangga pertama malah jatuh ke pelukannya karena ia mencekal tanganku.


"Ehem,"seseorang berdehem di belakang kami sontak kami menoleh ke arah suara. Berdirilah Rangga disana menatap kami sebal.


"Bisa gak sih kalian gak pacaran disini?"ejek Rangga membuang muka dan melipat tangannya di dada.


"Gak bisa lah. Biar orang jomblo pada iri,"balas Daniel mengejeknya juga sambil melepas pelukan ku dan aku menatapnya sebal. Kemudian berlari kebelakang tubuh Rangga dan bersembunyi disana.


"Rangga tolongin gue ada yang mesum,"ujarku di belakang tubuh Rangga sambil menunjuk ke arah Daniel.


"Gue gak jomblo Gue ini pacarnya Rani juga,"ujar Rangga lalu melirik sekilas ke arahku kemudian menatap Daniel.


"Lah Lo kan udah di putusin waktu itu,"


"Eh Lo juga,"

__ADS_1


"Gue masih pacarnya,"Daniel mencoba meraih tanganku namun tangan Rangga menghentikannya. Rangga kemudian tertawa.


"Gue juga masih pacarnya. Rani Lo tenang ya biar gue jaga Lo dari makhluk mesum seperti dia,"ujar Rangga sudah seperti super Hero. Aku tertawa melihat Daniel yang berusaha meraih ku dan Rangga yang terus menjagaku.


kami bertiga tertawa bersama, di perhatikan oleh banyak orang yang belum masuk ke kelasnya. Aku merasa gembira entah kenapa tapi rasanya damai melihat Rangga dan Daniel yang kini terlihat seperti teman.


Aku tak tau mengapa tapi rasanya ini baru terjadi kembali setelah sekian lama.


***


"Stop plis stop. Udah berapa kali sih gue bilang gue bukan pacar siapa siapa oke. Just Friend,"tegas ku menghentikan perdebatan keduanya yang berebut ingin jadi pacarku. Aku sedikit geli untuk mengatakan jika mereka memperebutkan aku. Ya aku hanya aneh saja mengapa mereka menginginkan aku yang biasa saja ini.


Mereka berdua terdiam kemudian saling pandang dan membuang muka seketika. Aku jengah menatap itu baru saja aku merasakan kedamaian.


"Kalian tunggu disini ya, gue mau pesen makanan dulu. Kalian mau makan apa?"tanya ku sambil berdiri dari duduk ku lalu menatap ke arah Rangga dan Daniel bergantian.


"Samain,"jawab mereka berbarengan. Aku menatap mereka berdua yang tengah saling membelakangi dengan gemas.


"Oke oke,"ucapku sambil terkekeh pelan lalu meninggalkan mereka berdua disana.


"Untuk memiliki dia. Dan Lo ngapain deketin dia?"gumam Daniel sambil tersenyum miring menatap Rangga.


"Buat lindungi dia dari makhluk kayak Lo,"ketus Rangga.


"Tau apa Lo tentang gue,"jawab Daniel tak kalah ketus.


"Gue gak terlalu tau banyak sih. Cuma kata leluhur gue. Makhluk bau kayak Lo hobinya ngambil nyawa orang. apalagi perempuan,"ujar Rangga pelan dan kini menatap ke arah sekitar.


"Tuh itu tuh. Kalau Lo itu tipikal hantu cabul sama perempuan terus ngebunuh dia setelahnya kenapa gak dia aja,"tunjuk Rangga pada salah satu most wanted di sekolahnya yang terkenal karena cantik dan body nya yang seksi semacam gitar spanyol.


Daniel menatap ke arah perempuan itu geli kemudian menatap ke arah Rangga yang kini menatapnya.


"Gue bukan makhluk cabul kayak di pikiran lo. Gue nyari perempuan bukan buat di cabulin. Kalau semisal iya ya pasti cewek itu bukan Rani,"ujar Daniel tertawa merendahkan.


"Terus kenapa harus Rani?"tanya Rangga lagi.


"Kok Lo penasaran banget sih jadi manusia?"Daniel balik bertanya dengan ketus.

__ADS_1


"Gue pengen tau aja motif makhluk kayak Lo ngambil nyawa perempuan itu buat apa,"jawab Rangga menatao Daniel malas.


"Lo gak usah tau,"jawab Daniel dingin. Rangga terdiam kemudian terkekeh pelan.


"Semoga Rani bukan korban selanjutnya,"


Ucapan Rangga membuat Daniel terbungkam diam. Ia sendiri pun berharap begitu. Berharap jika pilihannya kali ini adalah tepat dan tidak mengecewakan. Rangga juga tak tau jika kasus kasus sebelumnya itu Daniel yang melakukannya. Makhluk seperti Daniel memang begitu saat marah ia pasti membunuh atau mereka bilang menelan jiwa seseorang. Daniel tak bisa menghentikan itu. Ia hanya ingin menemukan cinta nya yang pernah hilang.


"Gue pastiin itu gak akan terjadi,"ujar Daniel pelan sambil meyakinkan Rangga.


Rangga terdiam terus memperhatikan wujud asli Daniel yang sangat menyeramkan. Mungkin makhluk seperti Daniel itu selalu terlihat tampan dalam wujud asli atau bukan sehingga mudah memikat para perempuan di sekelilingnya. Tapi aura Daniel itu terlalu kuat dan menyengat. Energi negatif darinya membuat Rangga yakin jika Daniel ini memanglah iblis penyuka perempuan seperti yang pernah para leluhurnya lihat dan rasakan. Saat pertama kali Rangga melihatnya di jendela waktu itu, ia bertekad untuk melindungi orang incaran Daniel tersebut. Tapi karena tekadnya ini ia jadi menyukai gadis itu dan terus melindunginya.


"Rani kok lama?"tanya Rangga menatap Daniel khawatir. Daniel terdiam memejamkan matanya sesaat lalu berkata.


"Ck manusia. Berani sekali dia menganggu punyaku,"gumam Daniel dengan senyum kesal dan merendahkan.


"Apa maksud Lo?"tanya Rangga bingung.


"Tindakan salah satu siswa yang melakukan kekerasan terhadap siswa lainnya di sebut apa?"tanya Daniel sambil berdiri dari duduknya.


"Membully?"gumam Rangga ikut berdiri lalu menatap Daniel bingung.


"Ya itu. Rani kita sedang di bully,"gumam Daniel kemudian mengajak Rangga untuk pergi ke suatu tempat yang lokasi nya masih berada di lingkungan sekolah.


Mereka berdua berlari ke arah gudang dengan perasaan cemas dan khawatir.


Rangga menempelkan telinganya di pintu gudang dan ia mendengar ada beberapa suara dan salah satu nya ada suara rintihan. Daniel menyuruh Rangga untuk sedikit menjauh dari pintu itu, karena ia akan mendobrak pintu tersebut.


Brakk


Semua orang yang ada di dalam gudang menatap ke arah dua orang yang berada di ambang pintu. Rangga membulatkan matanya tak percaya sedangkan Daniel mengepalkan tangannya marah dan matanya mulai memerah.


Rangga sedikit menjauh dari Daniel yang sebentar lagi akan berubah menjadi sosok yang menyeramkan.


***


TBC....

__ADS_1


__ADS_2