
Siang itu Arungga nampak berjalan menghampiri Tantri yang sedang bersama genknya di depan kelas. Hal itu membuat Tantri dan genknya terkejut.
"Kamu kok ke sini?" tanya Tantri bingung.
"Iya, kenapa?. Apa ada larangan di sini kalo Aku ga boleh jemput pacar Aku ke kelasnya?" tanya Arungga sambil menatap Tantri dan kelima temannya bergantian.
"Ga ada kok!" sahut Tantri dan genknya bersamaan hingga membuat Arungga tersenyum tipis.
"Cuma kaget aja ngeliat Lo kaya gini. Ga biasanya kan Lo jemput Tantri ke sini," kata Siska.
"Itu karena Gue lagi kangen sama Tantri. Belakangan kan Gue sibuk magang di JC, jadi hampir ga punya waktu buat nemenin Tantri," sahut Arungga sambil merengkuh bahu Tantri dengan lembut.
"Oh gitu. Tapi kayanya Tantri ga kangen tuh sama Lo," sahut Siska ketus sambil melirik kesal kearah Tantri.
Bukan tanpa alasan Siska bersikap seperti itu. Selama ini Siska adalah salah satu penggemar berat Arungga. Saat Tantri memenangkan taruhan, ia tak percaya. Namun melihat sikap Arungga yang tulus pada Tantri membuat Siska kesal karena ia tahu Arungga tak mendapatkan hal yang sama dari Tantri.
"Gapapa, Gue hanya berusaha jadi pacar yang baik biar Tantri ga perlu cari kebahagiaan dari cowok lain nanti," sahut Arungga santai sambil tersenyum.
Ucapan Arungga membuat Tantri dan genknya terkejut. Mereka saling menatap sejenak dengan tatapan yang sulit terbaca. Untuk mencairkan suasana, Tantri pun menggandeng tangan Arungga lalu mengajak sang kekasih menjauh dari genknya.
"Ga usah ladenin mereka Sayang. Mereka cuma iri aja karena ternyata Aku benar-benar ada di hati Kamu," kata Tantri sambil tersenyum penuh makna kearah genknya yang nampak mencibir mendengar ucapannya.
"Ok. Gue pinjem Tantri sebentar ya!" kata Arungga sambil melambaikan tangannya kearah Siska dan teman-temannya itu.
"Siiippp ... Jangan sampe lecet ya Ar!" gurau Nadine mewakili teman-temannya.
Arungga tertawa sambil mengacungkan jempolnya lalu bergegas mengikuti Tantri yang sudah berjalan lebih dulu.
Diam-diam Arungga tersenyum melihat wajah Tantri yang panik. Apalagi sesekali gadis itu nampak menoleh ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari sesuatu. Arungga tahu jika saat itu Tantri sedang mencari Haikal. Namun Arungga bersikap seolah tak tahu menahu tentang kesepakatan sang kekasih dengan sahabatnya itu.
\=\=\=\=\=
Tantri nampak membisu saat tahu Arungga membawanya ke kafe North, tempatnya membuat janji dengan Haikal. Bahkan Arungga menyuruh Tantri masuk lebih dulu ke dalam kafe.
"Kamu masuk duluan ya Sayang, pesen aja yang Kamu mau. Aku mau ambil uang dulu di ATM," kata Arungga.
"Lama ga?" tanya Tantri gugup.
__ADS_1
"Tergantung antriannya lah. Gapapa kan?" tanya Arungga.
"Ok, jangan lama-lama ya," pesan Tantri yang diangguki Arungga.
Dengan ragu Tantri pun masuk ke dalam kafe. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan dan menghela nafas lega saat tak melihat Haikal di sana.
Tantri pun melangkah ke salah satu meja di tengah ruangan lalu meraih buku menu yang tersedia di meja. Saat Tantri sedang asyik membaca buku menu, tiba-tiba Haikal datang lalu memeluknya dari belakang. Tantri pun terkejut dan berusaha melepaskan diri dari dekapan Haikal.
"Sorry telat. Udah lama ya?" tanya Haikal sambil mengecup pipi Tantri.
"Lepasin Kal. Lo g*la ya?!" kata Tantri marah sambil mendorong Haikal dengan keras hingga Haikal mundur beberapa langkah.
"Lo kenapa sih Tan?" tanya Haikal tak mengerti.
Namun belum sempat Tantri menjawab pertanyaan Haikal, tiba-tiba Arungga datang dari arah belakang Haikal dan menyapanya. Kedatangan Arungga membuat Haikal dan Tantri panik. Keduanya saling menatap sejenak dengan tatapan cemas.
"Lo di sini juga Kal ?. Kebetulan banget ya. Kalo cuma datang sendiri, gimana kalo gabung aja sama Gue. Gapapa kan Sayang?" tanya Arungga sambil menatap Tantri.
"Boleh, ga usah," sahut Haikal dan Tantri bersamaan.
Jawaban berbeda Haikal dan Tantri membuat Arungga terkejut. Ia menatap Haikal dan Tantri bergantian sambil mengerutkan keningnya. Karena khawatir Arungga mencurigainya, Tantri pun bergegas menjelaskan maksud ucapannya tadi.
"Ga masalah. Haikal kan Sahabat Aku. Aku ga keberatan ada dia di sini. Gimana, boleh kan Sayang?" tanya Arungga penuh harap.
"Kalo itu mau Kamu, Aku sih ikut aja," sahut Tantri pasrah.
"So sweet ... makasih Sayang," kata Arungga sambil memeluk Tantri lalu mendaratkan kecupan ringan di kening Tantri.
Sikap mesra Arungga pada Tantri membuat Haikal meradang dan membuat Tantri salah tingkah. Setelah mendapat persetujuan Tantri, Arungga pun mempersilakan Haikal duduk.
Diam-diam Arungga tersenyum menikmati akting Haikal dan Tantri. Apalagi keduanya nampak berusaha menjaga sikap dengan tak banyak berinteraksi satu sama lain. Namun Arungga tak kehabisan akal. Dia sengaja menjauhkan wadah mayonais dari jangkauan Tantri dan berharap gadis itu akan meminta bantuan untuk mengambilnya nanti.
Apa yang direncanakan Arungga membuahkan hasil. Tantri yang asyik menikmati hidangan di hadapannya nampak kesulitan meraih wadah mayonais. Gadis itu pun mengucapkan kalimat yang tak ia sadari sama sekali.
"Tolong mayonaisnya dong Sayang," pinta Tantri.
"Ok," sahut Arungga dan Haikal bersamaan lalu tangan keduanya sama-sama terulur kearah wadah mayonais.
__ADS_1
Aksi Arungga dan Haikal membuat Tantri terdiam. Untuk sejenak keheningan pun menyelimuti mereka. Ketiganya saling menatap satu sama lain dengan tatapan berbeda. Jika Arungga menatap Haikal dan Tantri dengan tenang, Haikal dan Tantri justru terlihat cemas.
"Mmm ... itu. Gue refleks aja ngambilnya karena letak wadah mayonais kan lebih deket sama Gue," kata Haikal gugup.
"Oh gitu. Tapi Gue denger Lo manggil Tantri dengan sebutan Sayang tadi," kata Arungga dengan mimik wajah tak suka.
"Ga usah ngaco deh, mana ada Gue manggil cewek Lo kaya gitu. Lo salah denger kali. Iya kan Tan?" tanya Haikal sambil menatap Tantri.
"I-iya. Kayanya Kamu salah denger deh Sayang," sahut Tantri sambil meraih telapak tangan Arungga dan menggenggamnya erat.
Apa yang Tantri lakukan membuat Arungga tersenyum namun membuat Haikal kesal lalu membuang tatapannya kearah lain. Aksi Haikal dan Tantri membuat Arungga tak lagi sanggup menahan tawanya. Ia terus tertawa hingga membuat wajah Haikal dan Tantri memucat.
"Kenapa ketawa sih Ar. Emang ada yang lucu ya?" tanya Haikal.
"Gue cuma bercanda aja tadi. Kenapa Kalian panik gitu sih. Gue percaya Kalian ga akan main api di belakang Gue kok," kata Arungga di sela tawanya.
Ucapan Arungga membuat Haikal menghela nafas panjang sambil mengusap wajahnya. Sedangkan Tantri nampak menundukkan kepala sambil mengepalkan tangannya. Keduanya nampak berada di posisi yang sulit dan itu membuat Arungga bahagia.
Tiba-tiba Arungga berdiri lalu pamit pergi ke toilet sebentar. Haikal dan Tantri mengangguk lalu pura-pura melanjutkan makan mereka.
Saat Arungga tak lagi terlihat, Haikal pun menarik tangan Tantri lalu mencekalnya dengan kuat. Tantri nampak meringis kesakitan sambil berusaha menarik tangannya dari cekalan Haikal.
"Lepasin Kal. Sakit tau!" kata Tantri.
"Breng*ek !. Lo pikir siapa Lo bisa bikin Gue mati kutu di depan Arungga. Jangan merasa hebat ya Tan. Gue punya semua foto vulgar Lo dan bisa nyebar semuanya biar Lo dikeluarin dari kampus!" kata Haikal marah.
"Gue juga ga tau kalo jadinya kaya gini Kal. Arungga yang jemput Gue dan langsung ngajak ke sini tadi. Gue aja kaget waktu tau dia ngajak makan di sini. Lagian ini juga salah Lo. Lo bilang Arungga bakal pergi ke JC. Tapi liat kan, dia justru ngajak Gue hang out di sini!" sahut Tantri tak mau kalah.
"Tapi Lo bisa kasih tau Gue dulu tadi!" kata Haikal sambil mempererat cekalan tangannya.
"Gue udah nyoba telepon tapi Lo ga merespon sama sekali. Ga usah nyalahin Gue terus Kal, Lo juga salah!" sahut Tantri sambil menentang tatapan Haikal dengan berani.
Haikal pun terdiam lalu perlahan melepaskan cekalan tangannya. Ia nampak menggeram marah karena merasa dipermainkan oleh Tantri dan Arungga. Sesaat kemudian Haikal pun bangkit dari duduknya. Dengan kasar ia menarik tasnya lalu pergi meninggalkan Tantri begitu saja.
Tantri pun nampak menghela nafas panjang karena merasa lepas dari satu masalah berat.
Dari balik sekat pemisah ruangan Arungga nampak tersenyum puas karena berhasil mengadu domba Haikal dan Tantri hingga membuat mereka bertengkar tadi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=