ARUNGGA ( kesempatan ke 2 )

ARUNGGA ( kesempatan ke 2 )
9. Kenapa...?


__ADS_3

Tantri membawa Arungga duduk di tempat yang telah ditentukan oleh Siska cs.


" Kamu mau makan apa Sayang ?" tanya Tantri.


" Aku ga lapar. Kamu aja yang makan," sahut Arungga.


" Oh, kalo gitu Aku pesenin minum aja mau ya?" tanya Tantri.


" Ok," sahut Arungga cepat.


" Juice mangga, kan?" tanya Tantri untuk meyakinkan.


" Iya," sahut Arungga sambil tersenyum.


Tantri pun balas tersenyum lalu melenggang pergi meninggalkan Arungga seorang diri. Sambil menunggu Tantri kembali, Arungga pun mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. Saat itu ia melihat Zahira yang bergegas pergi usai membaca pesan di ponselnya.


Arungga yang bisa menebak kemana Zahira pergi pun nampak gusar. Entah mengapa ia merasa khawatir pada gadis itu.


Sementara itu Tantri tengah berdiri di depan kasir berdampingan dengan Siska yang juga sedang membayar makanan yang dipesannya.


" Gimana Sis. Gue udah berhasil ngajak Arungga dan menggandeng tangannya. Itu artinya Gue menang ya," kata Tantri sambil tersenyum bangga.


" Iya, Lo menang," sahut Siska pasrah.


" Terus mana uangnya ?" tanya Tantri sambil menyodorkan telapak tangannya kearah Siska.


" Sekarang ?" tanya Siska.


" Iya," sahut Tantri.


" Di sini ?" tanya Siska tak percaya.


" Iya. Bawel amat sih Lo," kata Tantri kesal.


" Bukan gitu. Ini di kantin lho Tan. Emang Lo mau jadi pusat perhatian terus digosipin sama satu kampus ?" tanya Siska berusaha mengingatkan.


Tantri terdiam sejenak lalu menggeleng.


" Terus kapan Gue bisa terima uangnya ?. Gue khawatir Kalian bohong dan make uang itu nanti," kata Tantri gusar.


" Lo tenang aja. Uangnya ada sama si Nadine tuh. Gue sama yang lain udah setor sama dia tadi. Lo percaya kan sama Nadine ?. Dia tuh orang kaya, kalo uang itu hilang, Kita bisa tuntut dia buat ganti. Atau Lo mau ditransfer aja ?" tanya Siska.


" Mmm..., transfer aja deh," sahut Tantri lalu meraih ponselnya dan mengirim nomor rekening Bank miliknya ke ponsel Nadine.

__ADS_1


Tak lama kemudian kedua mata Tantri nampak membulat, wajahnya pun berbinar bahagia.


" Wah cepet banget. Ternyata Kalian sportif juga ya. Makasih lho uangnya," kata Tantri sambil menepuk pipi Siska dengan lembut.


Siska nampak berdecak sebal sambil menepis tangan Tantri. Setelahnya Siska meninggalkan kantin mengikuti teman-temannya yang telah lebih dulu keluar dari kantin.


\=\=\=\=\=


Dari tempatnya berdiri Arungga bisa melihat Zahira yang melenggang santai menuju kelasnya. Arungga mengerutkan keningnya melihat kondisi Zahira yang baik-baik saja setelah menemui Daren cs tadi. Meski bingung namun Arungga tetap bersyukur.


" Syukur lah kalo dia baik-baik aja. Itu artinya urusannya sama Daren udah selesai. Kasian juga kalo dia terus diperas sama Daren dan teman-temannya," gumam Arungga sambil tersenyum.


Kemudian Arungga melangkah masuk ke dalam kelas. Saat tiba di kelas ia melihat beberapa temannya sedang sibuk bergosip. Semula Arungga ingin mengabaikan apa yang sedang dibahas oleh temannya itu. Namun saat ia mendengar nama Zahira disebut, Arungga pun tertarik dan ikut bergabung dengan teman-temannya itu.


" Yang bener Ko," kata Amri.


" Iya, ngapain Gue bohong," sahut Koko cepat.


" Lo kata siapa ?" tanya Edi.


" Ga kata siapa-siapa, kan Gue liat pake mata kepala Gue sendiri. Walau dari jauh tapi Gue yakin Daren cs lari begitu aja ninggalin Zahira di sana," sahut Koko.


" Mana mungkin mereka lari tunggang langgang tanpa sebab. Mereka kan terkenal sebagai pembuat onar di kampus. Pasti ada sesuatu yang Zahira lakuin yang bikin Daren cs lari ketakutan," kata Edi.


" Jadi sebenarnya Lo semua tau kalo Zahira itu dibully bahkan diperas uangnya sama Daren cs?" tanya Arungga buka suara.


" Ya gitu lah. Bukan cuma Kita, hampir semua mahasiswa di sini tau soal itu," sahut Edi.


" Kenapa Kalian ga bantuin Zahira. Kasian kan dia?" tanya Arungga tak mengerti.


" Bantuin gimana sih Ar. Itu masalah pribadi, mana bisa Kita ikut campur begitu aja. Ntar yang ada justru Kita malah ribut sama Daren cs," sahut Amri.


" Jadi Kalian takut?" tanya Arungga.


" Bukan takut, males aja bersinggungan sama preman kaya dia," sahut Edi.


" Gitu ya. Tapi ngomong-ngomong Kalian tau ga sih apa sebab Daren terus membully Zahira?" tanya Arungga.


" Kalo dari kasak-kusuk yang Gue denger sih, Zahira itu udah ngerusakin kameranya Daren. Katanya sih kamera mahal ya. Makanya Daren marah dan minta Zahira buat ganti dengan cara mencicil. Gue pikir sih wajar, yah walau cara yang dipake sedikit ga wajar. Masa untuk nagih uang sama Zahira aja Daren harus ngajak temen-temennya itu," sahut Koko.


" Yang ngerusakin kamera Daren bukan Zahira tapi Tomi. Zahira hanya ketiban sial karena ga sengaja nyenggol Daren yang lagi megang kamera hingga kamera itu jatuh untuk kedua kalinya," kata Arungga.


" Masa sih ?. Lo tau darimana Ar?" tanya Koko.

__ADS_1


" Daren sendiri yang bilang. Tomi yang licik itu justru menimpakan kesalahan sama Zahira dan minta Zahira yang membiayai perbaikan kamera itu," sahut Arungga.


Ucapan Arungga membuat teman-temannya terkejut lalu saling menatap sejenak. Mereka nampak sedikit menyesal karena telah membiarkan pembullyan ada di sekitar mereka apalagi itu menimpa seorang mahasiswi.


" Gimana, nyesel Lo sekarang ?.Terlambat, udah ga ada gunanya lagi," kata Arungga sambil berlalu meninggalkan Koko, Amri dan Edi.


\=\=\=\=\=


Rupanya kabar tentang Daren cs yang lari ketakutan usai menemui Zahira dengan cepat menyebar di kampus. Sebagian mahasiswi bertepuk tangan karena Zahira sudah berhasil membuat Daren cs jera.


" Hebat juga si Zahira itu. Cewek yang dianggap cupu sama semua orang, ternyata malah berani ngadepin si Daren sendirian," puji salah satu mahasiswi.


" Iya. Ngomong-ngomong dia pake jurus apa ya. Kok Gue jadi penasaran," kata mahasiswi lainnya.


" Yang pasti jurus mematikan. Liat tuh, si Daren sekarang ga berani ngangkat kepala. Entah malu atau justru takut," sahut seorang mahasiswi sambil menunjuk kearah Daren dan ketiga temannya.


Semua mahasiswi menoleh kearah yang ditunjuk teman mereka dan tersenyum puas. Rupanya mereka juga sering mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Daren cs. Dan mereka memilih diam saat tahu Daren adalah anak salah satu petinggi kampus.


Para mahasiswi itu melihat Daren berjalan sambil menunduk sedangkan ketiga temannya nampak mengekor tanpa suara. Dan mereka terkejut saat melihat apa yang terjadi selanjutnya. Saat Daren cs berpapasan dengan Zahira, keempatnya nampak ketakutan lalu berbalik untuk mencari jalan lain.


Zahira nampak tersenyum tipis melihat apa yang dilakukan Daren cs. Dengan santai ia melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan. Zahira pura-pura tak tahu jika saat itu dirinya sedang ditatap dengan tatapan curiga oleh semua orang.


Zahira menghela nafas panjang saat tiba di perpustakaan yang selalu sepi itu. Kemudian Zahira mulai mencari buku yang hendak dibaca di deretan rak buku.


" Kenapa lagi Za?" tanya seorang mahasiswa bernama Fauzan dari balik rak buku.


" Gue lagi kesel nih. Masa cuma gara-gara Gue suka sama Arungga semua orang bersikap ga peduli sama Gue," sahut Zahira.


" Ga semua orang. Buktinya Gue mau temenan sama Lo," kata Fauzan mengingatkan.


" Iya sih. Apa karena itu Gue pantas dibully ya Zan. Emang salah ya suka sama cowok kaya Arungga. Kenapa yang lain boleh suka sama Arungga tapi Gue ga?" tanya Zahira kesal.


" Karena cara Lo norak," sahut Fauzan cepat hingga membuat Zahira terkejut.


" Norak?!" tanya Zahira.


" Iya. Coba ubah sedikit cara Lo, biar ga terlalu mencolok. Mungkin dengan begitu Arungga bakal tertarik sama Lo," sahut Fauzan cepat.


Ucapan Fauzan membuat Zahira termangu. Saat Zahira hendak kembali bertanya, Fauzan justru telah pergi ke rak berikutnya. Zahira pun menahan diri karena tak ingin membuat kegaduhan di dalam perpustakaan.


Tanpa Zahira dan Fauzan sadari, saat itu Arungga juga tengah berada di perpustakaan dan tak sengaja mendengar perbincangan mereka tadi.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2