ARUNGGA ( kesempatan ke 2 )

ARUNGGA ( kesempatan ke 2 )
8. Taruhan


__ADS_3

Dua hari kemudian Arungga tak sengaja berpapasan dengan Daren dan ketiga temannya itu. Rupanya Daren dan ketiga temannya itu sedang berjalan menuju taman di samping kampus.


" Hari ini Kita harus selesaikan semuanya Ren...," kata Tomi.


" Tapi gimana kalo dia emang bener punya bukti kalo uang yang Kita ambil udah impas sama hutang yang harus dia bayar...?" tanya Daren gusar.


" Ck, masa Lo takut sama dia Ren...," kata mahasiswa lainnya sambil berdecak kesal.


" Bukannya takut. Gue cuma kasian aja sama dia. Bagaimana pun itu kan ga seratus persen salahnya. Kamera itu emang udah rusak gara-gara dijatohin sama Tomi. Zahira cuma ketiban apes aja karena ga sengaja bikin jatoh kamera itu di menit berikutnya...," kata Daren sambil melirik kesal kearah Tomi.


" Tapi kan Gue udah ganti rugi Ren...!" sela Tomi cepat.


" Ganti, kapan...?" tanya Daren.


" Jangan lupa ya Ren, Gue yang udah bantu neken Zahira supaya mau bayar kerusakan kamera Lo. Nah uang Zahira itu anggap aja uang Gue buat ganti kerusakan kamera Lo juga...," sahut Tomi santai.


Ucapan Tomi membuat Arungga terkejut. Sedangkan Daren nampak menggelengkan kepala karena kesal dengan tingkah Tomi.


" Lo emang breng*ek Tom. Lo juga yang bikin Gue jadi pecundang di depan semua orang karena udah neken si cupu...," kata Daren kesal.


Tomi dan ketiga temannya pun tertawa geli. Sedangkan Arungga nampak mengepalkan tangan menahan amarah. Saat ia bergerak untuk mengikuti Daren dan ketiga temannya, tiba-tiba Tantri datang menyapa.


" Udah lama ya Sayang. Maaf ya, Aku harus ke toilet dulu tadi...," kata Tantri.


" Gapapa...," sahut Arungga sambil tersenyum.


" Kita mau kemana sekarang...?" tanya Tantri.


" Ke taman di samping kampus aja...," sahut Arungga hingga membuat Tantri mengerutkan keningnya.


" Mau ngapain ke taman kampus...?" tanya Tantri tak suka.


" Istirahat. Di sana kan sejuk, banyak pohon. Lumayan buat ngilangin penat...," sahut Arungga.


" Aku kira Kamu mau ngajak Aku ke kantin...," kata Tantri sambil cemberut.


Arungga menatap Tantri sejenak lalu menghela nafas panjang. Arungga memang marah dengan pengkhianatan Tantri. Tapi saat ini ia tak memusuhi Tantri karena tak ingin gegabah. Sejujurnya Arungga belum tahu siapa yang lebih dulu memulai pengkhianatan itu, Tantri atau Haikal. Karenanya Arungga memutuskan mencari tahu sambil terus bersikap waspada.

__ADS_1


" Ok, Kita ke kantin sekarang...," kata Arungga hingga membuat Tantri tersenyum manis.


" Kamu emang pengertian. Jadi tambah sayang deh sama Kamu...," kata Tantri sambil memeluk Arungga erat.


" Iya iya. Udah lepasin, malu diliatin orang...," kata Arungga sambil menepuk punggung Tantri dengan lembut.


" Kenapa harus malu sih. Kita kan ga ngapa-ngapain..., " protes Tantri.


" Lah barusan ngapain ?. Kamu meluk Aku kaya gitu apa ga jadi bahan gosip nanti...," sahut Arungga mengingatkan.


" Tapi semua orang di kampus ini tau kalo Kita pacaran. Jadi wajar dong kalo sedikit mesra. Jangan-jangan emang Kamu yang ga suka Aku peluk...?" tanya Tantri sambil menatap Arungga curiga.


" Haish..., dasar cewek yang selalu mau menang sendiri. Terserah Kamu lah. Aku cuma ga mau berlebihan aja. Selain ga etis, ga layak juga diperlihatkan di kampus kaya gini. Ini kan tempat belajar, bukan tempat pacaran...," kata Arungga sambil mengusak rambut Tantri dengan gemas hingga membuat Tantri tertawa.


Setelahnya Arungga dan Tantri pun melangkah menuju kantin. Sesekali Tantri nampak menggandeng tangan Arungga sambil bercerita banyak hal. Wajah Tantri yang semula sedih pun terlihat sumringah. Beberapa pasang mata nampak menatap kearah mereka dengan tatapan yang berbeda.


Tantri memang ingin memperlihatkan pada semua mahasiswi di kampus jika dirinya adalah pemenang sesungguhnya dari persaingan mereka merebut cinta Arungga.


Jika ditilik ke belakang, Tantri pun tersenyum diam-diam. Saat itu dia dan beberapa rekan mahasiswi sedang membuat kesepakatan untuk mendekati Arungga, sang mahasiswa pandai nan tampan yang terkenal cool itu.


Arungga adalah mahasiswa pandai dengan segudang prestasi akademik. Meski terkenal pandai, namun Arungga sedikit terbelakang dalam urusan cinta. Arungga memang tak berpengalaman dalam soal cinta hingga ia selalu gugup saat berdekatan dengan gadis yang kebetulan dia sukai.


Dengan percaya diri Tantri pun mengatakan pada semua rekan mahasiswi yang sedang mengejar cinta Arungga bahwa dia lah yang akan memenangkan hati Arungga.


" Mana buktinya ?. Kalo cuma wajah merona saat disapa sih, udah biasa. Waktu disapa sama Gue juga kaya gitu kok...," kata salah satu mahasiswi dengan ketus.


" Betul. Arungga emang kaya gitu. Dia itu kan sedikit pemalu kalo berinteraksi sama cewek. Tapi ga tau ya kalo berinteraksi sama dia...," kata salah satu mahasiswi sambil melirik kearah Zahira yang kebetulan duduk tak jauh dari mereka.


Ucapan mahasiswi itu membuat Tantri dan semua temannya menoleh lalu tertawa. Bukan tanpa alasan mereka tertawa seperti itu. Karena tanpa mereka membuat 'permainan' pun Zahira memang sudah jelas memperlihatkan ketertarikannya pada Arungga dan juga selalu menguntit Arungga kemana pun pria itu pergi.


" Tapi Gue berani bertaruh kalo Arungga pasti mau jadi cowok Gue...!" kata Tantri setelah tawanya mereda.


" Bertaruh ?. Berani bertaruh apa Lo...?" tantang Nadine.


" Mmm..., gimana kalo uang...?" tanya Tantri sambil tersenyum penuh makna.


" Berapa...?" tanya mahasiswi lainnya.

__ADS_1


" Lima ratus ribu per orang...," sahut Tantri cepat.


" Jangan g*la Lo Tan. Masa lima ratus ribu. Itu kan gede banget...!" kata salah seorang mahasiswi dengan kesal.


" Hei, jangan lupa ya. Arungga juga bukan cowok sembarangan. Dia tampan, pinter, cool. Jadi wajar kalo Kita bertaruh lebih mahal kali ini...!" sahut Tantri lantang.


Ucapan Tantri membuat para mahasiswi itu saling menatap sejenak kemudian mengangguk.


" Ok deal. Arungga emang layak diperebutkan. Gue ikut...!" kata Siska sambil mengulurkan tangannya.


" Bagus. Siapa lagi...?" tanya Tantri sambil menjabat tangan Siska.


" Gue juga ikut...," sahut Nadine cepat sambil meletakkan telapak tangannya di atas tangan Tantri dan Siska.


Kemudian ketiga mahasiswi lainnya pun ikut meletakkan tangan di atas tangan Tantri dan Siska sebagai tanda setuju. Kemudian keenamnya bersorak gembira untuk menandai kesepakatan mereka.


" Eh sebentar. Si Zahira ngeliatin aja daritadi. Jangan-jangan dia denger kesepakatan Kita tadi...," kata Nadine cemas.


" Biarin aja. Kalo tau juga dia ga bakal bisa bikin apa-apa..., " sahut Tantri cuek.


" Atau Lo ajakin aja sekalian Tan. Kali aja dia bisa ikut nambahin taruhan Kita...," saran Siska disambut tawa teman-temannya.


" Ck, ga perlu. Gue yakin dia ga punya uang sebanyak itu. Lo liat kan cara berpakaiannya. Kalo emang dia punya uang banyak, dia pasti udah beli out fit yang enak diliat. Bukan out fit nyeleneh kaya gitu...," sahut Tantri sinis.


Ucapan Tantri lagi-lagi membuat kelima temannya tertawa. Di tempat duduknya Zahira nampak menggelengkan kepala. Ia merasa kesal karena orang sebaik Arungga harus menjadi taruhan para mahasiswi kurang kerjaan seperti Tantri cs.


Setelah hari itu Tantri pun memulai aksinya. Dengan intens ia mendekati Arungga. Awalnya Arungga selalu menghindar. Namun perlahan ia mulai terbiasa dengan kehadiran Tantri yang selalu menemani hampir di setiap harinya. Dan saat Tantri menyatakan perasaannya, Arungga pun tak kuasa menolak.


Tantri yang merasa bahagia karena berhasil menjadikan Arungga kekasihnya pun menjumpai kelima temannya.


" Gue ga percaya...!" kata Nadine kala itu.


" Iya. Mana buktinya...?" tanya Siska.


" Ok. Sebentar lagi Gue ajak Arungga ke kantin. Ntar Kalian liat apa yang bakal Gue lakuin sama Arungga. Kalo Arungga ga marah, itu artinya Gue menang...!" sahut Tantri sambil melenggang pergi.


Dan kini Tantri nampak tersenyum penuh kemenangan saat bertemu kelima temannya di kantin. Tantri pun mengedipkan mata sambil menyatukan ibu jari dengan jari telunjuknya kearah kelima temannya itu. Dan kelima mahasiswi itu nampak mendengus pasrah saat sadar mereka kalah bertaruh.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2