ARUNGGA ( kesempatan ke 2 )

ARUNGGA ( kesempatan ke 2 )
19. Sang Pewaris


__ADS_3

Setahun kemudian.


Arungga dinyatakan lulus dengan nilai terbaik dan meraih gelar sarjana. Bersama Arungga ada Zahira dan Tantri cs yang juga lulus di tahun yang sama. Sedangkan Haikal harus menunda mimpinya karena masih harus mengulang beberapa mata kuliah.


"Ternyata selama ini Gue dibohongin," kata Haikal tiba-tiba saat duduk bersama Arungga di taman kampus.


"Siapa yang udah bohongin Lo?" tanya Arungga.


"Senior," sahut Haikal cepat.


"Senior yang mana?" tanya Arungga tak mengerti.


"Ga perlu Gue sebutin, ga enak kalo orangnya denger," sahut Haikal beralasan.


"Kalo boleh tau Lo dibohongin soal apa Kal?" tanya Arungga penasaran.


"Soal kuliah. Mereka bilang asal Gue rajin masuk di setiap mata kuliah dijamin Gue bakal lulus walau dengan nilai pas-pasan. Tapi liat sekarang, buktinya Gue ga bisa ikut wisuda gara-gara masih ada beberapa mata kuliah yang harus ngulang," kata Haikal kesal.


"Bukan salah mereka juga. Tapi harusnya Lo bisa sedikit pinter menyikapi ucapan mereka. Biar pun absen full tapi kalo ngerjain tugas asal-asalan dan selalu dapet nilai rendah mana mungkin bisa lulus. Apalagi Lo selalu setor tugas terlambat. Lagian bisa-bisanya Lo percaya sama mahasiswa abadi kaya mereka. Mereka ngomong kaya gitu karena emang itu yang mereka lakuin selama ini yang bikin mereka awet di kampus ini. Masa Lo ga ngeh kalo lagi diajak nemenin mereka," kata Arungga ketus.


Haikal pun terdiam karena tak menyangka Arungga mengetahui siapa mahasiswa senior yang ia maksud tadi.


"Iya Ar, Gue nyesel banget udah asal-asalan kuliah. Andai Gue dengerin Lo dulu, pasti sekarang Kita bisa lulus bareng. Yah, walau nilai Kita beda jauh, tapi bisa lulus bareng sama Lo kan pasti lebih seru," sahut Haikal dengan wajah sendu.


"Masih ada kesempatan buat nyusul Kal. Ke depannya Lo harus bisa manfaatin waktu yang Lo punya untuk melakukan yang terbaik," kata Arungga sambil menepuk bahu Haikal.


"Ok. Makasih udah nyemangatin Gue ya Ar," kata Haikal dengan tulus.


Arungga pun mengangguk sambil tersenyum. Sebenarnya ada kabar gembira yang ingin Arungga sampaikan. Namun saat mengingat pengkhianatan Haikal, Arungga pun mengurungkan niatnya. Ia merasa Haikal tak layak untuk mendengar kabar gembira itu.

__ADS_1


Sebenarnya saat Arungga dinyatakan lulus di kampus, di saat yang sama Arungga juga terpilih sebagai karyawan magang teladan dan diangkat menjadi karyawan tetap di JC. Bersama Arungga juga ada Dio, Arbi dan Tagor yang juga diangkat menjadi karyawan tetap. Meski nilai mereka tak sebagus Arungga, ketiganya tetap terlihat bahagia.


Sejak saat itu Arungga, Dio, Arbi dan Tagor berteman dekat. Meski pun setelah diangkat menjadi karyawan tetap keempatnya 'disebar' di divisi yang berbeda, namun mereka kerap bertemu untuk sekedar melepas lelah.


Arungga tetap dipertahankan di Divisi Keuangan karena kehadirannya sangat membantu divisi tersebut. Arbi dipindah ke Divisi Pemasaran, sedangkan Dio dan Tagor diangkat menjadi security.


"Walau Kita kegeser jadi security, tapi Kita harus tetep bersyukur. Iya ga Di?" tanya Tagor kala itu.


"Betul Gor. Bayangin, dari belasan karyawan magang, cuma Kita yang lolos seleksi," sahut Dio cepat.


"Lagian kalo diliat dari fisik, Lo berdua emang cocok jadi security daripada staf," gurau Arbi disambut tawa ketiga temannya.


"Betul juga, penampilan Gue sama Dio emang mirip body guard ya," sahut Tagor di sela tawanya.


"Iya," sahut Arbi.


"JC ga salah milih Kalian jadi Security karena Kalian berdua pasti bisa diandalkan," kata Arungga sambil mengacungkan jempolnya.


"Dan yang lebih penting lagi karena Gue jadi ga sabar nerima gaji pertama Kita setelah diangkat jadi karyawan tetap guys!" kata Dio lantang sambil menggesekkan kedua telapak tangannya.


Tingkah Dio mau tak mau membuat Arungga, Arbi dan Tagor kembali tertawa.


Begitu lah cara Arungga, Arbi, Dio dan Tagor mensyukuri keberhasilan mereka. Hanya minum kopi bersama di kantin perusahaan JC sambil berbincang santai dan bersenda gurau.


\=\=\=\=\=


Hari itu semua karyawan JC nampak sibuk. Rupanya pemilik JC akan datang untuk 'menyapa' para karyawannya secara langsung.


Beredar rumor jika pemilik JC adalah seorang pria misterius yang enggan dipublikasikan. Namun entah mengapa setelah sekian tahun sembunyi, sang pendiri sekaligus pemilik perusahaan besar itu bersedia tampil memperlihatkan diri ke hadapan para karyawannya.

__ADS_1


Tak hanya aula kantor yang didekorasi, semua ruangan di semua divisi yang ada di JC pun nampak bersolek agar tampil lebih cantik.


Beberapa karyawan dari perusahaan cabang pun hadir untuk mewakili rekan-rekan mereka untuk memberi sambutan pada sang pimpinan yang terbang langsung dari Turki menuju Indonesia.


Tepat jam sepuluh pagi rombongan pemilik JC pun tiba di halaman kantor JC. Tak lama kemudian sosok pria tinggi besar nampak turun dari mobil. Ia berdiri sebentar untuk mengamati sekelilingnya sebelum melangkahkan kakinya untuk memasuki loby perusahaan.


Kemudian pemilik JC dan rombongan diarahkan untuk masuk ke aula dimana semua karyawan telah duduk menanti. Arungga yang ada diantara mereka pun nampak mengamati pergerakan mereka dengan intens.


Saat pemilik JC membuka topi dan kaca mata hitam yang ia kenakan, semua karyawan nampak terkesima. Sang pemilik perusahaan itu kemudian menyapa para karyawan dan memperkenalkan diri.


"Perkenalkan, nama Saya Catur. Saya pensiunan tentara dengan pangkat terakhir Jendral. Dan nama JC diambil dari singkatan nama sekaligus pangkat terakhir Saya yaitu Jendral Catur. Selama ini Saya memilih bekerja di belakang layar. Tapi Saya tetap mengawasi perkembangan perusahaan yang telah memiliki bebrapa cabang ini dari Turki. Mengingat usia Saya yang tak lagi muda, maka Saya merasa sudah waktunya Saya mundur dan menyerahkan pimpinan perusahaan ini kepada Cucu Saya," kata Jendral Catur panjang lebar lalu tersenyum kearah orang-orang yang berdiri di belakangnya.


Tepuk tangan pun menggema di dalam aula saat cucu yang dimaksud sang Jendral melangkah ke samping podium dan berdiri mendampinginya.


Arungga nampak mengusak matanya berkali-kali karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ternyata cucu Jendral Catur adalah Zahira, si mahasiswi cupu yang selalu dibully oleh mahasiswa di kampusnya.


Meski pun saat itu Zahira merubah penampilannya, namun Arungga masih bisa mengenalinya karena beberapa kali mereka berinteraksi dan bicara dalam jarak yang cukup dekat.


Arungga ingat belum ada peristiwa ini di kehidupan sebelumnya. Arungga justru merasa jika ada sesuatu yang salah dan terlewat dari ingatannya itu. Dan lamunan Arungga pun buyar saat suara sang Jendral kembali terdengar.


"Perkenalkan dirimu Nak," pinta Jendral Catur yang diangguki Zahira.


"Baik Kek," sahut Zahira.


Selanjutnya Zahira mulai memperkenalkan diri kepada semua karyawan. Sebagian karyawan yang juga mengenalnya nampak terdiam. Rupanya selama ini Zahira menyamar sebagai karyawan dan bekerja di salah satu kantor cabang. Dan bisa ditebak jika Zahira juga mengalami perundungan di sana.


Para karyawan yang kerap merundung sang pewaris JC nampak gelisah selama Zahira bicara. Mereka yakin jika setelah ini mereka akan dipecat tanpa pesangon. Sedangkan Arungga hanya bisa menggelengkan kepala saat mengetahui rahasia besar Zahira.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2