
Shin memberitahu anaknya, bahwasanya ia adalah seorang keturunan bangsa Atlantis, sekaligus menjelaskan tentang darimana bakat alam yang mereka peroleh selama ini.
"Ayah pasti bercanda kan?"
Tanya Axxel dengan sedikit ketakutan ketika mendengar fakta bahwa ayah nya adalah keturunan bangsa Atlantis murni.
"Axxel... kamu pasti bertanya-tanya darimana kekuatan mu itu berasal. kekuatan mu dan kakak mu Malik adalah sebuah bakat alam yang di miliki setiap bangsa Atlas sejak ia lahir.
Axxel hanya diam setelah mendengar pernyataan ayah nya tentang kekuatan alam yang mereka miliki.
Shin menyadari bahwa anak nya tidak mempercayai ucapan nya. ia pun berinisiatif membuka identitas fisiknya yang ia sembunyikan dari anak-anak nya selama puluhan tahun lama nya.
Axxel tidak pernah mengetahui seperti apa wujud asli ayah nya karena ayahnya selalu menutupi identitas fisiknya dari semua orang, termasuk keluarganya sendiri.
Shin pun menarik rambut palsu nya yang melekat seperti sebuah rambut asli dari kepalanya dan membuka lensa kontak yang ia gunakan, serta membuka plastik yang terlihat seperti telinga manusia untuk menutupi telinganya yang lancip layak nya seorang peri.
__ADS_1
Shin sengaja memberi tahu Axxel tentang kenyataan bahwa dirinya adalah salah satu keturunan bangsa Atlantis.
Bagi Shin, Axxel tidak seperti saudara-saudaranya yang lain. ia memiliki pemikiran yang tenang dan dewasa, tidak seperti Malik kakaknya yang memiliki sifat emosional dalam mengambil setiap keputusan.
Shin juga mengetahui bahwa anak nya Axxel adalah pribadi yang sangat pendiam di sekolah. Axxel tipe orang yang tertutup dan tidak suka bergaul. di tambah lagi, dandanan Axxel seperti seorang anak gothic yang membuatnya sering di bully di sekolah karena ia terlihat aneh bagi teman-teman satu sekolahnya.
Axxel juga tidak pernah merespon setiap ejekan atau bullyan teman-teman nya di sekolah. karena baginya, hidup tidak perlu memikirkan apapun berdasarkan apa kata orang lain, melainkan menjadi diri sendiri yang ia suka adalah cara nya hidup di dunia ini.
Shin juga mengetahui tentang Axxel dari guru-gurunya yang menyatakan bahwa Axxel sering di jahili oleh teman-teman satu sekolah nya, namun ia tidak pernah merespon untuk membalas, walaupun sebenarnya ia mampu untuk membalas setiap perbuatan jahil teman-temannya tersebut.
Guru Axxel Mr. Satoshi pernah memanggil Shin selaku orang tua Axxel ke sekolah. para guru hanya khawatir dengan sikap Axxel yang tidak mampu hidup bersosialisasi dan cenderung selalu menyendiri di sekolah, oleh sebab itu Axxel selalu menjadi korban bully dan mendapat perlakuan buruk dari teman-teman nya, bahkan ia sering cap sebagai anak yang aneh di sekolah.
Axxel sangat kaget melihat penampilan fisik ayahnya untuk pertama kali nya.
"Banyak hal yang terjadi, dan itu semua karena kesalahan ayah."
Jawab Shin, sambil menunduk memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Apa maksud ayah?"
Tanya Axxel yang terlihat heran.
Shin memberitahu semuanya kepada Axxel tentang alasannya menyembunyikan identitas nya dari orang-orang. hal tersebut di karenakan keluarganya terdahulu di bantai akibat ulahnya yang sembarangan menggunakan sebuah bakat alam dan tidak pernah mendengarkan ucapan Numala ibunya.
Shin juga memberi pengertian terhadap Axxel bahwasanya bakat alam yang ia miliki tidak perlu ia gunakan di depan publik, karena hal tersebut akan memancing perhatian banyak orang dan itu sangat berbahaya bagi keselamatan keluarganya.
Axxel pun cukup mengerti dengan alasan ayahnya yang menyembunyikan identitas dirinya dan identitas fisiknya dari banyak orang. ia bisa mengerti bahwa bakat alam yang ia miliki tidak di miliki manusia lain karena ia juga adalah keturunan bangsa Atlas, walaupun penampilan fisiknya tidak seperti ayahnya dan nenek nya Numala.
"Berjanjilah pada ayah untuk menjaga rahasia ini seumur hidupmu Axxel"
Shin memegang kepala Axxel dengan harapan, anak nya tidak membeberkan rahasia bahwa keluarganya merupakan keturunan bangsa Atlas.
"Ayah tidak perlu khawatir denganku, yang seharusnya ayah khawatirkan itu Malik. emosinya sering tidak terkontrol kalau dia sedang marah, bahkan dia sering membuat kerusakan dengan bakat alamnya."
"Suatu saat ayah juga akan memberitahunya dan memberi pengertian kepada adik-adikmu juga."
__ADS_1
******
Next bagian 19