
Seluruh bagian perusahaan hancur luluh lanta yang mengakibatkan seluruh karyawan Shin Vrechter mati seketika di tempat.
Dalam kondisi penuh luka, Shin mencoba bangkit dari reruntuhan bangunan yang telah hancur tersebut. Dengan berusaha sekuat tenaga, Shin berusaha untuk segera pulang ke rumah agar ia bisa menyelamatkan seluruh anggota keluarganya dalam bahaya.
Dengan berjalan terpincang-pincang, Shin berusaha menyetop taxi yang secara kebetulan lewat di depannya.
"Berhenti! Tolong... antarkan saya."
Pinta Shin pada si sopir taksi.
Shin meminta supir taksi tersebut untuk segera mengantarkannya pulang ke rumah demi bisa melihat kondisi rumahnya setelah di serang oleh Fhay Vrechter, Adiknya sendiri.
Setiba di rumah, wajah Shin mulai panik melihat seisi rumahnya terbakar habis karena ulah Fhay. Semua warga hanya menyaksikan kejadian tersebut, bahkan para pemadam kebakaran dan para anggota medis sudah berada di depan rumahnya.
Dalam kondisi terluka parah, Friska di bawa oleh para anggota medis untuk segera di larikan ke rumah sakit.
"Friskaaaa...!"
Teriak Shin, ketika melihat istri nya di bawa ke dalam sebuah ambulan.
"Suami ku... akhirnya kamu di sini sayang."
Dengan kondisi nya yang lemas dan tidak berdaya, Friska menyebut nama Shin.
"i'iyaa, ak'aku di sini sayang."
Shin memegangi tangan Friska dengan raut wajah sedih nya.
"Berjanjilah padaku untuk selalu menjaga anak-anak kita."
"Tolong jangan lakukan itu.....
__ADS_1
jangan ucapkan kata-kata seolah kamu ingin meninggalkanku di sini, aku belum siap jika harus kehilangam mu sayang ku."
Air mata Shin keluar tidak terbendung ketika menyaksikan istri nya terbujur lemas dengan banyak nya luka di sekujur tubuh nya.
"Aku punya satu permintaan...
selamatkan Retrorika."
Seketika, Friska pun tidak sadarkan diri setelah kehabisan banyak darah akibat ledakan yang telah terjadi di rumah nya pada saat diri nya mencoba melindungi Retrorika.
Setelah Friska di bawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulan, Axxel, Viona & Viola pun tiba setelah mendengar kabar bahwa telah terjadi ledakan di rumah mereka.
"Ayaah...! apa yang sebenarnya terjadi? bibi may tetangga kita menelfon Viola kalau rumah kita terbakar, dimana ibu dan Retrorika?!."
Tanya Viola dengan panik.
Viola terlihat sangat panik setelah melihat rumah mereka tebakar habis terkena api.
"Ayah jangan diam saja! tolong beritahu kami apa yang sebenarnya terjadi?!"
"Ayaaah! tolong jawab kami...." Viona menggoyang-goyangkan tubuh Shin yang tengah bersedih akibat insiden yang telah menimpa keluarganya.
"Dulu... aku selalu menjalani kehidupan ku dengan bebas tanpa mementingkan apa itu sebuah peraturan. Tapi sekarang keadaan sudah berubah, kini aku seorang ayah. Aku harus melindungi keluargaku walaupun aku harus menghentikan adiku."
Ucap Shin dalam hati nya.
"Kenapa ayah diam?!"
Tanya Viola lagi yang terus menekan ayah nya untuk menjawab pertanyaan nya.
"Ayah akan melindungi kalian semua anaku."
Ucap Shin sembari memegang kepala Viona dan Viola.
__ADS_1
"Melindungi kami dari apa?"
"Dari yang akan datang...."
Shin pun mengajak Axxel, Viona dan Viola menuju rumah sakit untuk menjenguk Friska menggunakan mobil pribadi Axxel. selama di perjalanan, Shin menceritakan semua nya kepada Viona dan Viola tentang jati diri nya di masalalu.
Shin menjelaskan bahwa diri nya adalah keturunan bangsa Atlantis terakhir karena nenek mereka yang bernama Numala adalah keturunan bangsa Atlantis yang memiliki sebuah bakat alam.
Shin bahkan menceritakan sebuah insiden yang terjadi pada seluruh keluarga nya kepada Viona dan Viola dalam perjalanan mereka menuju rumah sakit.
"Ayah seorang bangsa Atlantis?
itu tidak masuk akal ayaaaah..."
Ucap Viola yang seolah tidak percaya mendengar penjelasan ayah nya.
"Semua yang ayah ceritakan itu benar-benar sulit kami percaya."
Timpal Viona yang juga tidak percaya dengan cerita ayah nya.
"Yang ayah ucapkan itu benar, bahkan bakat alam itu menurun kepada ku."
Axxel yang sudah tahu terlebih dulu pun meyakinkan Viona dan Viola bahwa ayah nya adalah keturunan bangsa Atlantis terakhir di muka bumi.
"Maaf, ayah sudah menyembunyikan semua ini dari kalian. Ayah hanya tidak ingin kesalahan yang sama kembali terulang."
"Kalau memang seperti itu penjelaaan ayah, Viona mengerti kenapa ayah melakukan semua ini. tapi bagaimana ayah menghadapi orang yang telah mencelakai keluarga kita?"
"Aku tidak ingin ayah terlibat dalam sebuah masalah ini sendiri, kami tidak ingin terjadi apa-apa pada ayah."
Ucap Viola yang mencemaskan ayah nya.
"Demi keselamatan kalian. Apapun akan ayah lakukan, bahkan untuk menghadapi nya sekalipun, ayah harus melawan paman mu, FHAY VRECHTER."
__ADS_1
********
next bagian 50