ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 53


__ADS_3


Nuala mengajak Hideo menuju 1 bulan setelah kejadian tersebut menggunakan portal dimensi ruang dan waktu miliknya.


Tanpa sengaja, Hideo melihat Shan Vrechter yang kembali sedang berdiri sendiri di tengah-tengah hutan.


"Nuala...lihat...!"


Tunjuk Hideo, ke arah Shan Vrechter.


"Lagi-lagi dia ke tempat ini."


Ucap Nuala yang fokus memperhatikan Shan.


"Sebaiknya kita dekati dia Nuala."


Hideo pun mencoba kembali mendekati Shan yang sedang berbicara sendirian di tengah hutan.


"Apapun yang terjadi pada Shin, kalian jangan pernah memberitahukan nya pada ibuku. Jika tidak..! Aku akan membinasakan kalian semua yang ada di sini."


Dengan nada mengancam, Shan seolah sedang berbicara dengan makhluk lain yang tidak Hideo ketahui.


Lagi-lagi Hideo terlihat heran dengan apa yang sedang di bicarakan oleh saudara kembar ayah nya tersebut.


"Sama seperti waktu itu, dia berbicara sendirian lagi, dasar aneh."


Ucap Hideo yang mulai bingung.


"Tidak... kau salah Hideo,


dia tidak sedang berbicara sendirian."


Ujar Nuala yang merasa janggal melihat tingkah Shan Vrechter.


"Apa maksudmu Nuala? Kau lihat, di sini tidak ada orang lain"


"Seperti nya aku tahu siapa yang sedang dia ancam."


Ujar Nuala lagi.


"Memangnya siapa?"


Tanya Hideo penasaran.


"Kau lihat itu, di atas pohon itu ada beberapa burung yang berbeda-beda spies, dan lihat di bawah sana, ada beberapa hewan melata juga. bahkan semua tumbuh-tumbuhan yang ada di sini termasuk salah satu makhluk yang dia ancam."


Sambil menunjuk ke arah pohon dan area sekitar, Nuala mencoba menjelaskan kepada Hideo tentang apa yang sebenar nya terjadi.

__ADS_1


"Itu artinya, dia bisa berbicara dengan hewan dan tumbuhan seperti bangsa Atlas hutan?"


Tanya Hideo yang seolah tidak percaya.


"Aku rasa seperti itu. tapi kita tidak tahu, apa maksud dan tujuan nya."


Tiba-tiba, terdengar suara ledakan kecil dari jarak yang cukup jauh. suara tersebut berasal dari goa batu kapur, saat Shin mencoba kekuatan petir Dewa Azzel bersama adik nya Maqquel.


"Suara apa itu Nuala? Ayo kita ke sana."


Ajak Hideo.


Hideo dan Nuala pun pergi mencari sumber suara tersebut menuju goa batu kapur. Setiba nya di sana, Hideo sudah melihat ayah nya terkapar bersama bibi nya yang bernama Maqq.


"Huuuuaaaaaaa.... sakiiiiiit."


Maqq merengek kesakitan setelah terkena ledakan petir kakak nya.


Tubuh Maqq penuh dengan luka setelah Shin mencoba mengendalikan kekuatan petir nya dalam jumlah besar.


"Maaaaq... kakak minta maaf, sebaiknya kita segera pulang, jangan sampai ibu tahu soal ini."


Ucap Shin yang mulai cemas ketika melihat kondisi adik nya yang penuh dengan luka.


Di sisi lain, Hideo yang memperhatikan mereka dari jauh hanya bingung dengan apa yang sebenar nya telah terjadi.


Tanya Hideo kebingungan.


"Sepertinya ayah mu ingin mengendalikan kekuatan petir miliknya dalam jumlah besar, tapi justru petir tersebut meledak dan menyambar mereka berdua."


Balas Nuala.


"Huuffft.. ayah suka cari penyakit sendiri."


Sementara itu, Shin mengajak Maqq kembali ke lab Proffesor Hardy untuk mengobati luka-luka mereka.


"Jangan sampai ibu tahu soal ini ya Maqq, sebaiknya kita lewat pintu belakang saja."


Sambil membopong tubuh Maqq, Shin mengendap-endap masuk melalui pintu belakang.


Namun, saat Shin mencoba lewat pintu belakang. Numala sudah menunggu mereka dengan ekspresi nya yang seolah sedang menahan amarah.


"Apa yang sebenarnya terjadi!


kenapa adikmu bisa terluka?!"


Bentak Numala.

__ADS_1


"Anuuu...eemmm...,tadi...."


Jawab Shin dengan gugup nya.


"Bicara yang jelas!"


"Tadi... kami tidak sengaja tergelincir saat bermain di goa kapur, itu sebab nya tubuh kami terluka seperti ini bu."


Ucap Shin, yang berbohong pada Numala ibu nya.


"Kamu sedang tidak berbohong kan?!"


Tanya Numala dengan menatap langsung wajah anak nya.


"**'iidaaaak kok buuu..."


"Kalau begitu, ibu akan memanggil semua burung-burung yang ada di pegunungan ini untuk menceritakan semua nya."


Numala pun memanggil semua burung menggunakan bakat alam nya.


Ketika puluhan burung hinggap di rumah nya, Numala bertanya pada sekawanan burung tersebut mengenai insiden yang menimpa anak nya.


Burung-burung tersebut pun menjawab pertanyaan Numala dengan kebohongan, karena mereka sudah di ancam oleh Shan Vrechter.


"Jadi benar seperti itu?


terima kasih banyak teman-teman ku, kalian boleh pergi sekarang."


Ucap Numala pada kawanan burung yang telah di panggil nya.


Semua hewan dan tumbuhan yang hidup di pegunungan tersebut adalah sahabat Numala. akan tetapi, mereka semua berbohong saat Numala menanyakan insiden yang terjadi pada anak-anak nya setelah mereka di ancam oleh Shan Vrechter sebelum nya.


"Sekarang ibu percaya padamu, burung-burung sudah memberi tahu ibu kejadian yang sebenarnya. Jadi, sebaiknya ajak Maqq ke kamar dan obati dia segera."


Ujar Numala yang mulai mereda emosi nya.


"Haaah?... kenapa burung-burung itu berbohong pada ibu? Biasa nya mereka suka mengadu setiap kali aku berbuat salah."


Ucap Shin dalam hati.


Tanpa memikirkan apa yang sebenar nya terjadi, Shin pun membawa Maqq ke kamar nya untuk segera di obati.


"Apa kau lihat itu Nuala?"


"Iyaa, hewan-hewan itu berbohong pada Numala."


*********

__ADS_1


next bagian 54


__ADS_2