ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 41


__ADS_3

Pukul 17.00, Terdengar suara Bel ketika Retrorika sampai ke rumah.


Teeeett.... Suara bel rumah.


Friska pun membukakan pintu.


"Sayang, bagaimana hari pertama mu sekolah? apa menyenangkan?"


Tanya Friska.


"Melelahkan."


Ucap Retrorika dengan wajah murung.


"Kenapa wajahmu murung?


coba ceritakan pada ibu bagaimana hari pertama mu di sekolah."


"Aku punya kejutan untuk ibu."


Retrorika pun mengeluarkan surat resmi dari Mr Anthonic yang menyatakan bahwa dirinya terkena skors selama 3 hari.


"Haaaaaaaaaah...."


Dengan membaca isi surat tersebut, Friska terlihat syok setelah menerima surat peringatan dari sekolah yang menyatakan bahwa Retrorika terkena skors selama 3 hari akibat berkelahi.


"Hehehe... ibu tidak marah kan?"


"Ayahmu harus tau soal ini, Dasar anak nakal!"


Friska pun mengajak Retrorika bertemu dengan ayahnya dan Malik kakak nya yang sedang berada di ruang keluarga.


"Jadi project kita harus nya seperti ini. mungkin besok Malik langsung yang akan terjun ke lapangan ayah."


Ucap Malik yang tengah serius membahas masalah pekerjaan dengan ayah nya.


"Kalau begitu ayah serahkan semuanya kepadamu."


Balas Shin, yang mempercayakan semua urusan kantor kepada Malik.


"Ehm...kalian berdua masih sibuk?"

__ADS_1


Tanya Friska yang menyela pembicaraan mereka.


"Tidak, apa ada hal yang penting?"


"Anakmu punya kejutan untuk kita semua. mau lihat?"


Friska pun menyodorkan surat teguran sekolah kepada Shin suami nya.


"Benar-benar sebuah kejutan, akhirnya kamu mau bersekolah formal Retrorika."


Ujar Malik yang senang melihat adik bungsu nya mau bersekolah di sekolah formal.


"Sayang sekali Malik, tapi bukan itu kejutan nya."


Dengan senyum palsu, Friksa berkata.


"Lalu? kejutan yang seperti apa?"


Tanya Shin penasaran.


"Silahkan di baca dulu surat dari sekolah, itulah kejutan dari Retrorika."


"Di hari pertama sekolah, kamu  mendapat surat peringatan karena kamu menghajar teman satu sekolahmu, apa itu benar, Retrorika?!"


Raut wajah Shin mulai berubah, ketika mengetahui putri nya membuat masalah di hari pertama nya sekolah.


"Ii'iyaa ayah..."


Retrorika hanya menunduk.


"Sepertinya memasukan Retrorika ke sekolah formal bukan lah ide yang bagus ayah."


Celetuk Malik.


"Diam..., kamu tidak berhak menceramahi adikmu seperti itu. apa kamu tidak ingat, dulu kamu itu sama saja. bahkan lebih parah."


"Iyaa, aku masih ingat ayah."


Balas Malik lagi yang masih mengingat kenakalan nya sewaktu masih bersekolah.


"Retrorika Vrechter. kamu harus mendapat hukuman dari ayah. kamu tidak boleh keluar kamar seharian. faham?!"

__ADS_1


Shin mengingat saat diri nya di hukum oleh Numala ketika ia seusia Retrorika. Numala selalu menguncinya dari dalam kamar agar dirinya bisa merenungi semua kesalahan nya.


"Terserah ayah saja...!


mungkin kak Malik benar, memasukan ku ke sekolah formal sepertinya ide yang buruk."


Tiba-tiba, sebuah acara televisi memberitakan pasca pembunuhan para perampok di salah satu mini market, yang tidak lain pelaku nya adalah Christopher.


"Apa itu? tolong Naikan volumenya."


Shin yang reflek melihat berita di televisi langsung mengalihkan perhatian nya.


"Telah terjadi sebuah perampokan di salah satu mini market yang berdekatan dengan salah satu sekolah menengah pertama swasta Amerika. menurut informasi, para perampok tersebut melancarkan aksi mereka dengan membawa sebuah senjata api berjenis shotgun. namun, kejahatan mereka terhenti saat salah satu pengunjung melawan dan membunuh kedua perampok tersebut. terlihat jelas dari rekaman cctv, orang yang membunuh kedua perampok tersebut memiliki sebuah lengan Robot dan seluruh tubuhnya memiliki kerangka seperti robot. belum diketahui pasti identitas orang tersebut. dan untuk sementara waktu, polisi masih mencari keberadaan orang misterius itu. demikian berita hari ini."


"Retrorika.. bukankah tempat itu berada dekat dengan sekolahmu?"


Tanya Shin sambil menatap layar tv tanpa menoleh.


"Iya ayah, bahkan saat kejadian, aku sedang berada di mini market itu."


"Haaaah... tapi kamu tidak apa-apa kan sayang."


Tanya Friska yang mulai cemas.


"Ibu tidak perlu khawatir, aku tidak apa-apa kok. awalnya... aku takut pada perampok-perampok itu. tapi, setelah mereka di bunuh oleh orang misterius itu, aku justru lebih takut padanya. dia seperti pembunuh berdarah dingin."


Retrorika menjelaskan semua nya secara rinci kepada keluarga nya.


"Siapa sebenarnya orang itu?


bagaimana bisa dia membuat tubuhnya sendiri menjadi Robot."


Malik mulai bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya pria misterius bertangan Robot tersebut.


Shin pun berfikir sejenak, ia sempat berspekulasi bahwa orang itu lah yang telah menyerang dirinya dengan bakat alam kekuatan bola api pada saat ia pulang dari kantor.


"Siapa pun dia, kota ini sudah tidak aman... dia pasti bukan sekedar manusia biasa."


*******


next bagian 42

__ADS_1


__ADS_2