
Ratu Evenor kembali mengumumkan peraturan duel Olympus Sparta kepada seluruh bangsa Atlas yang menyaksikan, dan para sparta yang akan bertarung.
Bangsa Atlas memiliki sebuah tradisi dalam duel tersebut. Bagi siapapun pihak sparta yang kalah dalam duel, maka dia harus menuruti semua permintaan pihak sparta yang menang. Namun permintaan tersebut tidaklah berhubungan dengan keselamatan nyawa dan menjatuhkan martabat Sparta yang kalah.
Terompet pun kembali di bunyikan sebagai tanda pertarungan Olympus Sparta sudah di mulai.
Mendengar suara terompet sebagai tanda dimulainya duel, Hideo pun mencoba kabur saat pertandingan baru saja akan di mulai dan berlari menuju gerbang Olympus dengan sangat cepat. Namun, Putri Aleina menghadang laju Hideo dengan cara melemparkan pedang miliknya tepat di hadapan Hideo.
"Aaaaaa...! Kau sudah gila ya?! kalau aku mati bagaimana haaah?!"
Teriak Hideo yang kaget ketika melihat sebuah pedang nyaris saja mengenai kepalanya.
"Sayang sekali aku tidak boleh membunuh mu dalam duel ini. Tapi sebagai penggantinya, kau akan menderita di sini! Hahahahah...."
Putri Aleina sangat menikmati pertarungannya melawan Hideo karena ia merasa bahwa Hideo pasti akan kalah dan tersiksa di dalam duel tersebut.
Keringat Hideo kembali mengucur deras karena Hideo sadar bahwa dirinya tidak akan sanggup melawan Putri Aleina yang memiliki sebuah kekuatan alam.
"Ini benar-benar gawat, kenapa aku tidak berusaha untuk protes kepada Ratu waktu itu."
Ucap Hideo dalam hati.
"Kau tidak mau menyerang duluan? baiklah, kalau begitu aku yang akan menyerangmu!"
Princes Aleina berlari dengan sangat cepat menuju ke arah Hideo dengan di aliri kekuatan petir hitam di sekujur tubuhnya.
"Cepat sekali!"
Ucap Hideo yang tidak mampu melihat kecepatan berlari Putri Aleina.
Putri Aleina kemudian mencabut pedang yang ia lemparkan tadi dan langsung menghunuskan pedang tersebut kepada Hideo.
Graaaaaak....
Semua penonton kaget saat melihat kecepatan berlari Putri Aleina yang dialiri petir hitam pekat di sekujur tubuhnya. Bahkan para penonton juga kaget saat melihat Hideo yang mampu menangkis serangan Putri Aleina menggunakan tameng, meskipun ia tidak sengaja melakukannya.
"Kau cukup beruntung... tapi keberuntungan mu akan segera berakhir Hideo!"
Putri Aleina menendang tameng Hideo sehingga Hideo terpental cukup jauh.
Di saat Hideo terpental di udara, Putri Aleina pun mengarahkan kekuatan petirnya menuju tanah. Dan di saat Hideo terjatuh, tubuhnya pun tersambar petir hitam tersebut.
"Aaaaaaaaaarrghhh ...!"
Teriak Hideo yang merasa kesakitan ketika terkena sambaran petir Princes Aleina"
Melihat hal tersebut, Nuala yang saat itu ikut menyaksikan pertarungan Hideo mulai memperotes Ratu Evenor.
"Yang mulia Ratu, hentikan semua ini! Hideo tidak akan sanggup melawan Putri Aleina yang memiliki kekuatan petir level 3. Hideo bahkan tidak bisa melawan karena Hideo tidak memiliki bakat alam!"
Protes Nuala pada sang Ratu.
__ADS_1
Namun, Ratu Evenor tidak menggubris ucapan Nuala karena hanya Ratu Evenor lah satu-satunya bangsa Atlas yang mampu melihat kekuatan tersembunyi di dalam diri Hideo.
Hideo terkapar, seluruh tubuhnya mengeluarkan asap setelah terkena serangan Putri Aleina. namun, Hideo masih sanggup berusaha untuk berdiri.
"Aku tidak boleh berada di sini.
kalau tidak, aku bisa mati."
Ucap Hideo, dengan sisa tenaganya untuk tetap bisa berdiri.
"Ternyata kau masih bisa berdiri. Baiklah, kalau begitu rasakan ini!"
Putri Aleina menghujani Hideo dengan ratusan petir dari langit, dan petir tersebut seketika memyambar tubuh Hideo dengan ledakan yang teramat dahsyat.
Booom... boooom.... booom... booom...
petir tersebut meledak tiada henti menyerang tubuh Hideo yang mulai tidak berdaya.
"Aaaaaaarghhh ...!"
Teriak Hideo lagi.
Semua penonton bersorak sorai melihat kehebatan Putri Aleina yang dapat menguasai kekuatan petir hitam Dewa Azzel, namun tidak bagi Nuala. Nuala sendiri tidak ikut bersorak-sorai karena ia menghawatirkan kondisi Hideo saat setelah menerima serangan Brutal tersebut.
"Cih...! ini tidak bisa di biarkan,
aku harus masuk ke dalam arena dan menyelamatkannya."
Saat Nuala hendak melompati arena, ia di hadang menggunakan tombak oleh salah satu pengawal ratu Evenor.
...kronos...
"Kau tidak boleh ikut campur dalam duel ini."
Ucap Kronos yang mencoba menghalangi Nuala untuk masuk ke dalam arena duel.
"Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. minggir!"
Teriak Nuala yang sedari tadi menghawatirkan keadaan Hideo.
"Nuala... Hentikan."
Ujar sang Ratu.
Nuala hanya tertegun mendengar perintah sang Ratu.
"Kau tidak perlu menghawatirkannya. Dia akan baik-baik saja, percayalah"
Ratu Evenor sangat optimis bahwa Hideo akan baik-baik saja.
"Baiklah yang mulia Ratu."
Dengan terpaksa, Nuala menuruti perintah sang Ratu.
__ADS_1
Nuala tidak mampu menentang ucapan Ratu Evenor danĀ hanya berharap, agar Hideo tetap baik-baik saja.
Putri Aleina kemudian mendekati tubuh Hideo yang tengah terkapar akibat serangan brutal yang ia buat. Kemudian putri Aleina pun mengangkat Hideo dan mencekik lehernya.
"Heeentikan..."
Ucap Hideo dalam kondisi sekarat dengan penuh luka di sekujur tubuh nya.
"Kenapa ibu ku memberikan kekuatan 13 prajurit Atlantis padamu?! seharus nya aku yang mendapatkan kekuatan itu! dasar kau makhluk rendahan!"
Putri Aleina pun menendang bagian perut Hideo hingga tubuhnya terpental cukup jauh.
Darah mulai keluar dari mulut Hideo yang mulai tidak berdaya.
Hideo kembali terkapar seolah tidak berdaya setelah menerima serangan-serangan brutal Putri Aleina yang memiliki kekuatan level tinggi.
"Aku akan menghabisimu di sini."
Putri Aleina berncana ingin menuntaskan pertandingan tersebut dengan cara membunuh Hideo menggunakan kekuatan naga petir hitam raksasa miliknya. walaupun ia sadar, dengan membunuh lawan bertanding nya ia sudah melanggar paraturan duel Olympus.
"Ini gawat... dia akan membunuh Hideo."
Ekspresi Nuala mulai berubah saat melihat Putri Aleina mencoba menggunakan kekuatan nya untuk membunuh.
Ratu Evenor segera berdiri sigap untuk menghentikan pertandingan karena Aleina mencoba membunuh Hideo menggunakan kekuatan Naga petir hitam raksasa milik nya.
"Putri Aleina, hentikan.....!!!"
Teriak Ratu Evenor dari kursi tahta nya di atas Arena.
Namun, Putri Aleina tidak menggubris ucapan Ratu Evenor dan kekuatan Naga petir raksasa tersebut mulai mengarah ke tubuh Hideo yang tengah terkapar.
"Tiiiiidddaaaaaaaaak...!!!
Teriak Nuala.
Boooooooooom.....
Kekuatan Princes Aleina yang sangat besar tersebut merusak beberapa sisi bagian Olympus Sparta.
Seluruh arena berkabut tanah setelah serangan besar tersebut.
Ratu Evenor siap menghukum Putrinya dengan sangat berat karena Putri Aleina sudah melanggar peraturan pertandingan.
Akan tetapi.... Hideo justru mulai bangkit dan tubuhnya seketika melayang di udara.
Penampilan fisik Hideo perlahan mulai berubah. Tatapan mata Hideo mulai berubah berwarna biru menyala bagaikan petir, seluruh tubuhnya pum di aliri petir biru menyala. bahkan setiap helai rambutnya pula berubah menjadi aliran petir.
"Aku adalah Terra. Kegelapan di dalam dirimu akan segera ku musnahkan."
Ucap Hideo, yang seketika berubah menjadi prajurit suci bangsa Atlas.
__ADS_1
********
next bagian 36