
Teeeeeet...! bel istirahat berbunyi.
"Baiklah, waktu habis.
cepat kumpulkan semua lembar soal."
Semua murid mengumpulkan lembar soal kepada Mr.Thony.
Setelah ujian selesai, Hideo berencana menemui Miss Liliyana saat jam istirahat dengan membawa buku sains.
Miss Liliyana saat itu sedang berjalan menuju ruang guru, dan ketika itu pula ia pun takut setelah mendengar suara Hideo memanggil-manggil nama nya.
"Miss Liliyana.... tunggu."
Teriak Hideo dari jauh.
"Gawat... anak itu pasti mau menanyakan soal yang bahkan tidak di ajar kan di sekolah ini.
Aku harus cepat-cepat menghindar."
Ucap Miss Liliyana dalam hati.
"Miss Liliyana. Tunggu sebentar... Miss...."
Teriak Hideo lagi dari lorong kelas.
Hideo pun berlari, lalu memegang bahu Miss Liliyana yang sengaja kabur untuk menghindari nya.
"APAAA ..?!"
"Begini Miss.. saya ingin menanyakan sesuatu. saya penasaran tentang molekul atom pada gravitasi bumi, setiap molekul pasti memiliki daya tarik menarik yang di sebut dengan elektron, dan daya tarik menarik tersebut dapat menimbulkan sebuah energi listrik. energi listrik sendiri sangat di perlukan bumi untuk melindungi atmosfir bumi, karena setiap percikan energi tersebut dapat menciptakan sebuah ozon. nahh, pertanyaan saya. apa yang akan terjadi apa bila molekul tersebut tidak memiliki daya elektro magnetic? dan apa dampaknya bila hal tersebut terjadi pada bumi yang kehilangan daya tersebut?"
Tanya Hideo dengan panjang lebar.
"Hmmm...." Miss Liliyana hanya menarik panjang nafas nya.
"Hideo.... ini SMA.. jadi kau tidak perlu mempelajari hal itu sekarang."
Dengan kesal, Miss Liliyana pun menyentil jidat Hideo.
"Tapi Miss..."
"Tapi apa...?! SUDAH.... saya sedang sibuk! permisi."
Miss Liliyana pun berlari meninggalkan Hideo karena malu tidak bisa menjawab pertanyaan Hideo yang telampau tinggi.
__ADS_1
Mr Albert yang merupakan guru Kimia pun berpapasan dengan Miss Liliyana. saat berpapasan, ia terlihat heran melihat Miss Liliyana yang berlari menuju ruang guru dengan cepat.
Namun.., Mr Albert pun sadar dan berbalik arah ketika melihat Hideo.
"Hmmm.... "
Tanpa sengaja, Reina dan Edric melihat Hideo berdiri sendirian di lorong kelas.
"Kau sedang apa di sini sendirian?"
Tanya Edric penasaran.
"Tidak..."
"Kami mau ke kantin, mau ikut tidak?" Ajak Reina.
"Ya sudah, ayo."
Jawab Hideo dengan murung.
Setiba nya di kantin, Hideo berencana membeli sebuah roti kacang kegemaran nya.
"Hideo... apa kau ada uang receh?"
Pinta Edric pada Hideo.
Hideo pun memberikan beberapa uang receh pada Edric.
"Beginilah caranya agar tetap menjadi orang kaya."
Edric pun pergi menuju mesin minuman otomatis.
"Dia itu benar-benar bermental gelandangan, padahal orang tuanya seorang direktur."
Ucap Reina, yang heran dengan sikap Edric.
"Sudahlah, ayo... aku mau beli roti kacang di sana."
Hideo mengajak Reina untuk membeli roti kacang favorit nya. namun, roti tersebut hanya tersisa satu.
"Bibi... apa tidak ada lagi roti kacang nya?"
Tanya Hideo.
"Maaf... hari ini rotinya cepat habis."
__ADS_1
Tiba-tiba, Jessica muncul danĀ ingin membeli roti tersebut.
"Bibi, aku mau roti kacang nya satu."
Ucap Jessica yang menyerobot Hideo.
"Heiii...! tahan di situ...
aku duluan yang mau membelinya!"
"Aku dengar roti ini sangat lezat, maka dari itu aku penasaran ingin mencicipinya."
"Tidak bisa....! itu miliku tau...!"
"Harusnya kau itu mengalah pada perempuan Hideo!"
Sambil memegang pinggang nya, Jessica seolah menantang Hideo untuk memperebutka roti tersebut.
"Aku mau saja mengalah pada perempuan, tapi masalah nya kau itu perempuan jadi-jadian!"
"Apa kau bilang haah!"
Dengan kesal, Jessica menarik kerah baju Hideo.
"Sudahlah Hideo, itu kan cuma roti kacang."
Ucap Reina yang mencoba melerai.
"Tidak bisa! Kalau perlu, aku akan mempertaruhkan nyawa ku untuk mendapatkan nya."
Hideo sangat geregetan melihat tingkah Jessica yang menyerobot nya.
"Jadi kamu menantang ku berkelahi yaah? ayo sini maju!"
Tantang Jessica.
Di saat mereka sedang sibuk beradu mulut, roti tersebut di beli oleh anak lain karena mereka kalah cepat.
Haaaaaaah... Roti ...."
Hideo hanya meratapi roti tersebut yang ternyata di beli oleh orang lain.
"Ya ampuuun..."
Reina hanya menepuk jidat nya melihat tingkah Hideo yang berlebihan.
__ADS_1
********
next bagian 46