
Semua teman-teman Hideo berukumpul setelah mendengar kabar yang di sampaikan oleh Reina bahwa Hideo terjatuh ke sebuah jurang.
"Kenapa kau biarkan dia terjatuh dari jurang haaahhh...?!" Sambil memegangi kepalanya, Edric seolah terlihat sangat stres setelah mendengar kabar bahwa Hideo terjatuh ke sebuah jurang. "Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada ibunya kalau Hideo tidak bisa kita temukan." Ucap Edric lagi
"Aku tidak tahu... semua terjadi begitu saja. tiba-tiba ular muncul dari dahan pohon, lalu Hideo menyelamatkanku dan terjatuh.
"Reina hanya bisa menangis ketika menjelaskan semua nya kepada teman-teman nya.
"Ini semua bukan kesalahan mu Reina, ini murni kecelakaan."
Gwen pun memeluk Reina dan mencoba menenangkan nya
"Tapi bagaimana kalau Hideo tidak selamat?! aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri."
Wajah Reina mulai memerah karena terlalu banyak mengeluarkan Air mata.
"Sebaiknya kita mencari Hideo di bawah jurang tempat di mana dia terjatuh."
Ujar Richard, salah satu teman Hideo.
"Apa kau gila?! mana mungkin kita bisa menemukan Hideo dengan cara turun langsung ke dalam jurang. itu sama saja bunuh diri."
Jessica, salah satu teman Hideo Protes karena mereka tidak mungkin bisa menemukan Hideo di dalam Jurang yang gelap.
Sementara itu, Edric sangat khawatir dengan keselamatan Hideo karena Edric adalah sahabat dekat Hideo.
"Aku tidak tahu apa kalian mau ikut atau tidak, tapi aku akan mencari hideo, walaupun kemungkinan terburuk nya... aku hanya menemukan mayatnya."
Dengan Raut wajah nya yang terlihat kesal dengan keadaan, Edric pun nekat untuk tetap mencari Hideo di dasar jurang.
"Aku ikut...!"
Ujar Reina yang masih merasa bahwa hal tersebut merupakan karena kesalahan nya.
"Reiiin, jangan! itu terlalu berbahaya."
Ucap Gwen yang khawatir dengan Reina.
"Hideo sudah menyelamatkan hidupku, dan aku harus menyelamatkannya!"
Reina pun bersih keras untuk tetap ikut mencari Hideo tanpa mau memikirkan keselamatan nya sendiri.
Reina masih sangat terpukul karena menganggap bahwa kecelakaan tersebut merupakan karena kesalahan nya.
Saat Edric, Reina dan teman-teman mereka yang lain ingin mencari Hideo. Tiba-tiba Hideo muncul dari dalam hutan.
__ADS_1
"Kalian mau kemana?"
Tanya Hideo yang terlihat bingung.
Semua teman-teman nya kaget melihat Hideo yang tiba-tiba datang dari arah hutan.
"HIDEO?! Kau tidak apa-apa?"
Dengan kaget nya Edric bertanya.
"Aku sehat-sehat saja, memangnya kenapa?"
Tanya Hideo lagi.
Dengan Reflek, Reina pun langsung memeluk Hideo ketika melihat Hideo berhasil selamat.
"Sebenernya ada apa sih?!"
Tanya Hideo yang mulai kesal karena tidak ada satupun teman nya yang menjawab pertanyaan nya.
"Syukurlah kamu selamat, aku benar-benar cemas."
Reina Hanya menangis lega setelah Hideo berhasil selamat.
Tanya Edric.
Hideo pun mulai mengarang cerita dan berlagak sok hebat di depan teman-teman nya.
"Aahh itu benar... Reina hampir saja di patuk ular berbisa ketika kami sedang mencari kayu bakar. dan ketika aku melihat ular itu, dengan sigap aku pun menyelamatkan Reina dengan keberanianku. tapi sayang, aku sempat terjatuh ke jurang dan bergumul dengan ular raksasa itu. hhe."
"Lalu, bagaimana caranya kau bisa selamat?"
Tanya Edric penasaran.
"Ohh iya ya, benar juga.
hmm... Aaah... saat aku berada di dasar jurang, aku bertarung habis-habisan melawan ular tersebut. dan untungnya aku membunuhnya. tapi... tiba-tiba muncul puluhan.., ehh tidak-tidak, tapi ratusan ular lain di dasar jurang. aku pun segera meraih ranting-ranting pohon yang tertancap di tanah dan mencoba naik ke permukaan. mereka tidak bisa mengejar ku karena aku cukup hebat. "
Dengan berlagak sok hebat, Hideo mengarang cerita di depan teman-teman nya.
Semua teman-teman Hideo hanya melamun mendengar semua cerita Fiksi Hideo.
Namun, mereka semua percaya dan menganggap Hideo sebagai orang yang pemberani karena sudah menyelamatkan nyawa Reina dari bahaya dengan berani melawan ular berbisa tersebut.
"Hmm... entah kenapa aku merasa ceritamu itu benar-benar janggal."
__ADS_1
Dengan ekspresi cemberut, Edric seolah tidak percaya mendengar semua cerita Hideo.
Edric jauh lebih mengenal Hideo daripada teman-teman mereka yang lain. oleh sebab itu, Edric tau kalau Hideo suka berlebihan.
"Yaaah, begitu lah yang terjadi.
hehehe, aku hebat kan?"
"Biasa saja."
"Bilang saja kalau kau iri dengan kehebatanku. hhaaa."
Ejek Hideo di depan Edric.
"Hideo... terima kasih sudah menyelamatkanku."
Ucap Reina yang senang melihat Hideo bisa kembali dengan selamat.
"Tidak usah terlalu di fikirkan,hhe"
Sambil mengusap-usap kepalanya, Hideo seolah menganggap bahwa diri nya sudah menjadi pahlawan kesiangan.
"Sepertinya dia mulai besar kepala."
Ucap Gwen pada Edric.
"Dia memang orang nya seperti itu. LEBAY."
Balas Edric.
"Naaah, karena sekarang Hideo sudah kembali. sebaiknya kita menyiapkan makanan dan pesta api unggun untuk nanti malam. setuju?!"
Ajak Richard pada teman-teman nya.
"Yeeeeeeee...."
semua berteriak.
Mereka pun bersenang-senang di bawah sinar bulan dengan ditemani api unggun di malam hari yang dingin.
*********
next bagian 39
__ADS_1