ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 59


__ADS_3

"Diam ...! Kalian semua akan ku kalah kan di sini!"


Ucap Shin, yang langsung  melesat dengan sangat cepat menuju Asmodeus.


Namun, Ketika Shin mengeluarkan tinju petir berukuran super untuk menyerang Asmodeus. tiba-tiba ...


Greeek ....


Asmodeus mencengkram tangan Shin dan langsung mematahkannya.


"Aaaaaaahh ...."


Teriak Shin kesakitan.


"Gregor!"


Ucap Asmodeus, dengan memberi isyarat pada Gregor.


Gregor pun menembakan benda-benda tajam berbentuk tanduk ke tubuh Shin, sedangkan Roddevil merantai tangan dan kaki Shin menggunakan rantai api.


Dalam kondisi tanpa bisa bergerak, Shin meronta kesakitan setelah seluruh tubuhnya terkena tusukan tanduk-tanduk Gregor. bahkan, pergelangan tangan dan kaki Shin perlahan-lahan mulai melepuh akibat terikat rantai api milik Roddevil.


Melihat kondisi tubuh Shin Vrechter yang tidak mampu bergerak, Vandaart pun langsung mendekat dan memukul tulang rusuk Shin hingga tulang rusuk nya patah.


Dengan posisi tangan nya yang masih terantai. Shin pun terduduk, lalu pandangan nya mulai kabur.


Shin merasa, iblis-iblis tersebut terlalu kuat untuk nya, mereka tidak mungkin bisa ia bunuh dengan level kekuatan nya yang sekarang.


Dalam kondisi lemah, Shin sepintas mengingat masalalu  bersama ibu nya.


Flashback


Shin mengingat saat dirinya berbincang dengan ibunya sekitar 25 tahun yang lalu. Saat itu, Shin sedang berada di luar rumah untuk melihat jutaan bintang-bintang di langit.

__ADS_1


Tanpa sengaja, Numala yang melihat dari jendela rumah nya pun berinisiatif menghampiri Shin yang saat itu sedang duduk sendirian di halaman rumah.


"Shin ...."


Sapa Numala yang berjalan menghampiri anak nya.


"Ibu ...."


Jawab Shin yang Reflek setelah melamun.


"Boleh ibu duduk?"


"Iya, ibu duduk saja."


"Apa ada sesuatu yang sedang kamu fikirkan?"


Tanya Numala yang khawatir dengan anaknya.


"Tidak ada bu ...."


"Ibu sangat mengenal watak anak-anak ibu. jadi ... jangan menyembunyikan perasaanmu pada ibu. coba ceritakan, apa yang sedang kamu fikirkan?"


Bujuk Numala agar shin mau menceritakan sesuatu yang sedang difkirkan-nya.


"Aku hanya ingin tahu, kenapa kita terlahir sebagai bangsa Atlas? yang ku inginkan hanya lah hidup normal seperti anak-anak lain di luar sana. aku tidak mau hidup terisolasi seperti ini bu ..."


Ucap Shin dengan raut wajah nya yang terlihat lesu.


"Asal kamu tahu anak ku ... menjadi salah satu keturunan bangsa Atlas memang lah bukan pilihan kita. akan tetapi, menjadi seorang bangsa Atlas tidak lah terlalu buruk, pasti ada alasan di balik itu semua."


"Apa maksud ibu?"


__ADS_1


"Kamu lihat di atas sana ...


alam semesta ini sangatlah luas Shin. di sana, terdapat jutaan bintang yang hidup dalam satu galaksi, dan bintang-bintang itu sama seperti matahari yang ada di planet ini. di sana terdapat banyak sekali kehidupan yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. mereka yang hidup di seluruh alam semesta ini tidak bisa memilih untuk terlahir menjadi apa, akan tetapi mereka bisa memilih untuk hidup seperti apa."


Ucap Numala dengan senyuman di wajah nya.


"Lalu kenapa bangsa Atlas harus memiliki kekuatan alam? kekuatan  ini benar-benar tidak berguna! bisa saja kita menyakiti seseorang dengan kekuatan ini bu ..."


"Seperti yang ibu katakan tadi, kita bisa memilih untuk hidup seperti apa. jika kamu tidak ingin bakat alam mu itu menyakiti siapa pun, kamu bisa memilih nya untuk melindungi siapa pun menggunakan kekuatan itu."


Shin masih mengingat setiap ucapan yang pernah di ucapkan oleh ibunya di masa lalu. ia tidak ingin para iblis tersebut menghasut adiknya dan merusak kehidupan yang ada di bumi.


Seperti yang di katakan Numala, Shin tidak bisa memilih terlahir untuk manjadi apa, akan tetapi ia bisa memilih untuk hidup seperti apa.


Dalam kondisi nya yang mulai tidak berdaya, Shin merasa bahwa ia tidak akan pernah mampu menjadi apa yang di inginkan oleh ibunya.


"Ibu ... Aku selalu saja mengecewakan mu, aku tidak bisa melindungi sesuatu yang berharga dengan kekuatan ku seperti yang pernah ibu katakan."


Ucap Shin yang mulai terlihat tidak berdaya.


Ketika kondisi tubuh Shin mulai melemah, Asmodeus pun mengeluarkan kekuatan terkuatnya untuk segera membunuh Shin.


Namun ...


Secara tiba-tiba Nuala Melcorry datang dan memutus semua rantai yang mengikat tubuh Shin.


Nuala bahkan membawa Shin pergi menuju dimensi ruang dan waktu miliknya, sebelum Asmodeus sempat melancarkan serangan nya.


"Sial! lagi-lagi dia..."


Ucap Asmodeus dengan raut wajah nya yang terlihat kesal.


*******

__ADS_1


next bagian 60


__ADS_2