ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 40


__ADS_3

Mr. Anthonic yang tanpa sengaja melihat Retrorika memukul teman-teman nya pun mencoba menghampiri mereka.


"Hei, kaian sedang apa?!


sebaiknya kalian ber-empat ikut saya ke ruang guru."


Bentak Mr.Anthonic.


Mereka pun di bawa ke ruang guru untuk menjelaskan semua nya kepada Mr.Anthonic.


"Retrorika... apa yang sebenarnya terjadi?! kenapa kamu memukul Randy dan teman-teman nya?"


Tanya Mr. Anthonic dengan raut wajah kesal.


"Mereka bertiga duluan yang mengganggu ku. mereka bahkan mencoba memegang bokongku, jadi wajar kalau aku memberi mereka pelajaran,  biar mereka tau rasa!"


Ujar Retrorika yang mencoba membela diri nya.


"APA?! Randy...! kali ini kau sudah benar-benar keterlaluan. Apa kau sadar kalau perbuatanmu itu sudah termasuk dalam pelecehan seksual?!"


Bentak Mr. Anthonic pada Randy.


"Ehhh, tidak.. tidak..tidak.


dd'ddiaa berbohong pak.


heeiii kau... dasar licik...!"


Ucap Randy yang merasa di fitnah oleh Retrorika.


"Dia bohong pak, kami semua tidak mungkin berani melakukan hal seperti itu.


dasar anak baru! berani-berani nya kau mengatakan hal yang tidak kami lakukan."


Noah pun mencoba membela diri nya dengan mengatakan Retroika hanya mengarang cerita.


"Sudaaah diaaam!


kalian bertiga akan saya skors selama satu minggu."


"Apaaa...!!!"


Ucap Randy dan kedua teman nya serempak.


"Ini tidak adil, kami tidak melakukan apa yang dia ucapkan tadi."


Balas Randy lagi yang tidak terima dengan keputusan Mr. Anthonic.


Sementara itu, Retrorika hanya tertawa kecil melihat mereka bertiga mendapatkan hukuman yang cukup berat.


"Randy... bukan berarti karena ayahmu adalah pemilik sekolah swasta ini kamu bisa berbuat seenaknya di sini. saya akan tetap memberi mu hukuman apabila kamu berbuat kesalahan. faham?!"


"Baik paaak..".


Jawab Randy sambil menatap tajam Retrorika yang menertawainya.


"Dan kamu Retrorika...


kamu belum satu hari berada di sekolah ini, tapi kamu sudah berani memukul teman mu sendiri. walaupun mereka berbuat salah, tapi tindakan mu itu juga tidak bisa di benarkan. kamu faham?!"

__ADS_1


"i'iya, saya faham."


"Kalau begitu, sebagai hukuman nya. kamu juga akan saya skors selama 3 hari."


"Apaaa?! ini tidak adil..., saya kan korban bully mereka pak."


Protes Retrorika yang tidak setuju dengan keputusan Mr.Anthonic.


Randy dan kedua teman nya pun serempak tertawa keras karena Retrorika juga mendapatkan hukuman.


"Diam...!


keputusan saya sudah bulat, dan anggap ini sebagai pelajaran bagi kalian agar kalian bisa berkelakuan dengan baik."


Mr. Anthonic pun memberi surat teguran resmi kepada mereka berempat untuk mereka serahkan kepada orang tua mereka masing-masing.


Bel pulang sekolah pun berbunyi.


Ketika sepulang sekolah, Retrorika sempat berbelanja ke salah satu mini market untuk membeli sebuah minuman dingin, namun. di saat ia ingin membayar minuman nya di kasir. tiba-tiba mini market tersebut kedatangan dua orang perampok yang membawa sebuah shotgun.


"Ini pak..."


Retrorika Membayar minuman nya ke kasir.


"Semua nya tiarap! cepaaat....!"


Salah seorang perampok masuk dan menodongan senjata nya ke semua orang yang berada di dalam mini market.


Perampok tersebut mengancam seluruh pengunjung mini market untuk tiarap, sedangkan rekan nya bertugas menggasak seluruh uang yang berada di kasir.


Semua orang tiarap setelah mereka semua di ancam oleh kedua perampok tersebut, termasuk Retrorika yang sedang ketakutan.


"Heeii kau! apa kau tuli?


aku bilang tiarap...!"


Perampok tersebut menodongoan senjatanya ke salah satu pelanggan yang tetap tidak mau tiarap.


Tanpa memperdulikan ucapan si perampok. Pria tersebut masih terlihat sibuk mencari barang belanjaan nya di rak mini market.


"Apa yang kau lakukan, tembak saja dia.!"


Ujar rekan si perampok.


"Aku peringatkan sekali lagi, cepat tiarap!"


Perampok tersebut menarik pelatuk, lalu menodongkan Shotgun nya.


Pengunjung yang mereka ancam tersebut bernama Christopher. ia adalah anak jalanan yang pernah merampas bekal makanan Hideo saat Hideo masih bersekolah di taman kanak-kanak.


Christopher pun menoleh ke arah perampok tersebut.


"Kalau kau ingin merampok di sini, lakukan saja sesukamu tanpa menggangguku."


Ucap Christopher tanpa ada rasa takut di wajah nya.


"Beraninya kau berbicara seperti itu, kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa haaah!"


Ujar sang perampok.

__ADS_1


"Kau ingin menembaku dengan benda kuno ini? kalau begitu lakukan."


Christopher pun menarik shotgun tersebut mengarah ke dada nya.


"Cepat..tembak saja dia."


Ucap Rekan si perampok yang mulai tegang.


"Kenapa? Kau tidak suka menembak bagian dada? kalau begitu tembak saja bagian otak."


Christopher pun mengarahkan shotgun perampok tersebut tepat di kepalanya."


Seketika, sang perampok hanya terbujur kaku melihat Christopher yang tidak memiliki ketakutan sedikit pun terhadap nya.


"Ada apa? kau tidak suka bagian kepala?"


Christopher pun membuka mulutnya dan mengarahkan senjata perampok tersebut ke mulutnya.


"Ayo tembak aku. Tembaaakk....!!!"


Teriak Christopher yang mulai hilang kesabaran


Perampok tersebut seketika menjadi ragu untuk menembak.


"Apa yang kau tunggu, tembak saja dia lalu kita pergi dari sini."


"Kau sudah membuang-buang waktu ku. kalau begitu, sebaik nya aku yang akan menembak mu."


Christopher pun menarik lengan baju nya yang merupakan sebuah tangan robot. lalu merubah tangan robot nya menjadi sebuah gerinda untuk memotong Shotgun perampok tersebut menjadi dua bagian.


"Apa...!"


"Kau anggap benda ini senjata?


ini baru senjata....!!!"


Seketika Christopher mengeluarkan semua senjata dari dalam tubuhnya.


Tubuh Christopher seperti kerangka robot yang memiliki banyak sekali senjata api dan senjata tajam


Drrrr... drrrr....drrr...


Terdengar suara tembakan  seperti suara senjata TMP dengan peredam menghujani tubuh perampok tersebut sampai mati.


"Gliranmu..."


Christopher menarik rekan perampok tersebut menggunakan sebuah kawat hitam yang keluar dari tubuhnya, sehingga perampok tersebut mati karena semua isi perutnya berceceran keluar.


Sdmua pengunjung berteriak histeris melihat Christopher membunuh para perampok tersebut dengan sadis. bahkan, Retrorika terlihat sangat ketakutan melihat kejadian tersebut.


Christopher membawa barang yang ia beli menuju kasir dan merogoh sejumlah uang di kantong salah seorang perampok tersebut.


"Ini bayaran ku. ambil semua kembalian nya."


Christopher melempar semua uang hasil rampokan tersebut ke salah satu kasir yang sedang ketakutan menatap nya.


*******


next bagian 41

__ADS_1


__ADS_2