
...********...
...Sebuah kebenaran...
Hideo terbangun setelah pingsan seharian dalam dimensi ruang dan waktu milik Nuala.
"Aduuuuh, kepalaku sakit..." Sambil memegangi kepalanya, Hideo meringis kesakitan.
"Akhirnya kau bangun."
Ucap Nuala, yang sudah menunggu Hideo untuk segera sadar.
"Nuala...apa yang kau lakukan?
dimana kita sekarang?"
Tanya Hideo yang tampak bingung melihat seisi dimensi Nuala.
"Kau sekarang berada di dimensi ku."
"Astaga Nuala...! tanganmu kenapa?!"
Hideo terlihat syok, setelah melihat salah satu tangan Nuala yang putus.
"Ini akibat serangan orang itu. Tapi ini bukan apa-apa buat ku, karena kami, bangsa Atlas planet Wasp 12 bisa beregenerasi."
"Maksudnya apa sih? Ngomong jelas!"
"Itu artinya tangan ku ini akan kembali seperti semula, dasar bodoh!"
Balas Nuala yang mulai kesal.
"Kalian para bangsa Atlas benar-benar memiliki kemampuan yang aneh."
Hideo melamun sejenak, dan bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya orang yang bernama Fhay itu dan apa tujuan nya.
"Kau memikirkan sesuatu?"
Tanya Nuala penasaran.
"Aku hanya ingin tahu tentang siapa sebenarnya Fhay itu, dan apa hubungan nya dia dengan keluarga ku."
"Kalau begitu, kita harus melihat masa lalu ayahmu.
__ADS_1
aku bisa membuka gerbang dimensi ruang dan waktu lagi, karena kondisi ku sekarang sudah mulai membaik."
"Ayo kita ke sana Nuala."
Ajak Hideo.
Nuala pun kembali membuka portal dimensi ruang dan waktu untuk melihat masa lalu Shin Vrechter ketika remaja.
Setelah sampai ke tempat tujuan, Hideo melihat Ayah nya yang saat itu masih berumur 15 tahun sedang menangkap kunang-kunang bersama adiknya yang bernama Maqq di malam hari.
"Apa itu ayah? Sedang apa dia?"
Tanya Hideo yang terlihat ragu ketika melihat fisik ayahnya yang sebenarnya untuk pertama kalinya.
"Kita lihat saja."
Nuala kembali menggunakan salah satu bakat alam nya yang mampu membuat mereka tidak bisa terlihat secara kasat mata.
"Maqq.... apa kamu dapat banyak? Sini... taruh kunang-kunangnya di dalam toples."
Ucap Shin pada Maqq.
Ujar Maqq yang takut kunang-kunang nya mati ketika di simpan di dalam toples.
"Oh iya yah, kamu benar juga. Hmm... tapi kalau tidak di tutup, mereka pasti bakal kabur."
"Tidak kok... mereka bilang mereka tidak bakal kabur kak."
Maqq yang mampu berbicara dengan hewan pun mencoba berbicara dengan kunang-kunang hasil tangkapan nya untuk tidak kabur.
"Okey... kalau begitu kunang-kunang nya kita bawa pulang saja, lagi pula ibu pasti sudah menunggu kita di rumah."
Ajak Shin sambil menggandeng tangan Maqq.
Shin pun mengajak Maqq untuk segera pulang ke rumah karena hari sudah mulai bertambah gelap.
"Menangkap kunang-kunang? ternyata ayah orang yang kekanak-kanak kan."
Ucap Hideo, yang heran melihat tingkah ayah nya di masa lalu.
"Ayo kita ikuti mereka."
__ADS_1
Ajak Nuala.
Nuala mengajak Hideo untuk membuntuti Shin Vrechter dan Maqquel Vrechter hingga sampai ke sebuah lab yang cukup besar di puncak gunung.
"Aku baru tahu kalau penampilan fisik Ayah seperti ini. kalau saja aku tidak pernah tau bangsa Atlas itu seperti apa, mungkin saja mereka ini bakal ku anggap Alien. "
Ketika malam hari, rambut Shin dan Maqq terlihat bercahaya di tengah kegelapan, bahkan lebih bercahaya daripada cahaya yang di hasilkan oleh kunang-kunang tersebut.
Selain memiliki rambut putih bercahaya, Shin dan Maqq juga memiliki bola mata yang berwarna hijau terang, terutama saat mereka sedang berada di tempat gelap.
"Ibu...kami pulang."
Teriak Shin, ketika hendak masuk rumah nya.
Numala yang sudah menunggu Shin dan Maqq di balik pintu pun mulai menunjukan ekspresi nya yang kesal.
"Kalian selalu saja bermain tanpa ingat waktu, ayah dan Prof Hardy sudah lama menunggu kalian untuk makan malam!"
Bentak Numala yang kesal melihat kenakalan anak-anak nya.
"Iyaa, Shin minta maaf."
"Ya sudah, ajak adik mu cuci tangan di belakang, lalu segera ke meja makan!"
Setelah Shin mengajak Maqq mencuci tangan nya, semua berkumpul untuk makan malam bersama di meja makan.
"Nuala... apa orang itu nenek ku?"
Tanya Hideo sambil menunjuk ke arah Numala.
"Aku rasa begitu, dia adalah Numala Vrechter."
"Ternyata nenek benar-benar orang yang sangat cantik."
Hideo sangat takjub ketika melihat Nenek nya yang tidak pernah ia lihat sebelum nya.
...Numala Vrechter...
********
next bagian 52
__ADS_1