ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 54


__ADS_3

Berhari-hari Hideo dan Nuala memantau pergerakan Shan yang mencurigakan. Bahkan, Shan selalu memberi ancaman demi ancaman pada seluruh makhluk hidup yang berada di pegunungan tersebut.


Dulu, ketika Shin membuat sebuah kesalahan, Numala selalu meminta semua hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk memberitahunya. akan tetapi, semenjak Shan mengancam mereka, mereka selalu berbohong kepada Numala setiap kali Shin berbuat kesalahan yang fatal.


Setelah para kolega Professor Hardy datang, Shan sengaja menggiring anak buah Parkshin untuk melihat Maqq menggali sebuah harta karun yang terbuat dari emas.


Shan sengaja menggiring para anak buah Parkshin tersebut untuk mengetahui bakat alam yang di miliki oleh Maqq. dengan tujuan agar seluruh anggota keluarga nya berada dalam bahaya.


"Siaaal...! Ternyata paman Shan sengaja membuat semua anggota keluarga nya sendiri dalam bahaya. bahkan, dia sengaja membuat ayah di hantui oleh perasaan bersalah! Aku harus menghentikan nya...!"


Ucap Hideo yang kesal melihat kejadian di depan mata nya.


"Jangan Hideo! Jika kau tiba-tiba muncul dan melawan Shan di zaman ini, maka kau akan merubah sejarah masa depan. jadi, sebaik nya kau jangan pernah ikut campur dalam kehidupan masalalu keluarga ayah mu."


Balas Nuala yang mencoba menenagkan Hideo.


"Sekarang semua nya mulai masuk akal. paman Fhay pasti hanya di manfaatkan oleh paman Shan!"


Saat terjadi nya insiden pembantaian keluarga ayah nya, Hideo memperhatikan semua skenario yang di lakukan oleh Shan, saudara kembar ayah nya. bahkan, Shan sengaja menggiring semua anak buah Parkshin untuk menghabisi seluruh anggota keluarga nya sendiri, mulai dari Arif ayah nya sendiri yang terbunuh di depan pagar rumah mereka, Fhay yang terbentur benda keras saat Arif mencoba melindungi nya, Professor Hardy yang meninggal di lab nya, bahkan kematian Numala ibunya sendiri di hutan.


"Kenapa dia tega melakukan semua ini?! semua anggota keluarga nya habis terbunuh akibat ulahnya. Apa tujuan nya yang sebenarnya?"


Ujar Hideo yang menatap Shan penuh dengan dendam.


"Tahan emosi mu Hideo, kita lihat saja apa yang sebenarnya terjadi"


Hideo menyaksikan ayah nya menuju lab Proffesor Hardy setelah melihat Maqq, ayah nya dan Fhay mati di depan matanya.


"Shaaaaan....!"


"Shin? Cepaat pergi dari sini shin....! orang ini benar-benar berbahaya! aku akan menahan nya di sini. Cepat kau pergi!"

__ADS_1


Shan mengeluarkan bakat alam nya yang berbentuk bola transparan untuk menahan Parkshin yang mencoba menyerang nya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?! dimana ibu?!"


Tanya Shin yang mulai syok dengan peristiwa yang menimpa seluruh anggota keluarga nya.


"Mereka mengetahui bahwa kita adalah bangsa Atlantis terakhir, setelah melihat Maqq menggunakan bakat alam nya untuk mencari patung emas bersama mu di hutan!"


Teriak Shan, sambil menahan serangan Parkshin yang mencoba menyerang nya.


"Aa'aapaa...."


Shin pun seketika terduduk dan mulai meratapi kesalahannya.


"Aa'akuuuu... benar-benar tidak berguna... aku selalu membawa masalah dan tidak pernah mau mendengar nasehat ibu... "


Shin mulai menangis setelah meddengar semua nya dari Shan.


Doooooor... terdengar suara tembakan.


"Shiiiiin, apaa yang kau lakukaaaan, cepat pergi dari siniiiii....! kau tidak punya banyak waktu...orang ini membawa sebuah booom...!"


Teriak Shan lagi yang mencoba menyuruh Shin untuk lari.


"Tidaaak, kita pasti bisa menghentikan nya bersama-sama!"


"Tidak ada waktu.., cepaat pergi dari sini...! Tameng kekuatan ku perlahan-lahan mulai memudar...!"


"Tapi...."


"Cepat pergi...! sebentar lagi bom ini akan meledak.

__ADS_1


pergi lah shiiiin.... kau harus tetap hidup!"


Shin pun mencoba lari menuju gerbang utama lab Professor Hardy dengan berlinang air mata nya yang tumpah.


Tiba-tiba...


Boooooooooooom...!


Shin terkena ledakan tersebut hingga ia terpental jauh sampai ke bawah kaki gunung.


"Ayaaaaah....!"


Teriak Hideo yang memperhatikan ayah nya terkena ledakan sebuah bom.


"Tenang lah Hideo, ayah mu pasti selamat, ini hanya lah kisah masalalu ayah mu, dan kita sudah melihat semuanya."


Ujar Nuala yang mencoba menahan Hideo.


Terlihat, seluruh bangunan lab Professor Hardy hancur setelah terkena ledakan tersebut, bahkan kepulan asap terlihat dari jarak yang cukup jauh.


Saat asap tebal masih mengepul, tiba-tiba seseorang melompat dari bangunan hancur tersebut dengan sangat cepat.


"Nuala, lihat itu...!"


Tunjuk Hideo.


"Ternyata benar dia masih hidup. Cihh... SHAN VRECHTER...! dia dalang di balik semua kekacauan ini."



...Shan vrechter...

__ADS_1


********


next bagian 55


__ADS_2