ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 48


__ADS_3


...Shin Vrechter...


Sementara itu....


Shin sedang berada di kantor melakukan rutinitas pekerjaanya seperti biasa, ia menjalankan sebuah proyek besar tanpa bisa ia pegang sebelumnya dan melilih untuk mengutus Malik terjun langsung ke lapangan mengawasi proyek baru mereka yang berada di luar kota.


Namun, karena ingin memastikan keadaan Malik baik-baik saja selama di luar kota, Shin pun menelfon nya.


"Hallo Malik.... apa keadaan di sana baik-baik saja."


"Ayah tidak perlu menelfon ku setiap 30 menit sekali, pekerjaanku di sini baik-saja saja, jadi ayah tidak perlu khawatir."


"Syukurlah kalau begitu, pastikan kamu menjaga kesehatan selama berada di sana."


"Tentu saja ayah, ayah juga jangan lupa menjaga kesehatan di sana."


Shin pun menutup telefonnya.


Shin berencana menemui salah satu Staff nya yang berada di lantai bawah, dan  menyuruh nya untuk menghadiri sebuah meeting sebagai perwakilan diri nya.


Namun... beberapa saat kemudian, Shin lupa membawa sesuati dan kembali menuju ruangan nya


Ketika ia membuka pintu ruangan nya, Shin melihat seseorang sedang duduk di kursi nya.


"Kau siapa? bagaimana kau bisa masuk ruangan ku?"


Tanya Shin dengan penasaran.


"Shin Vrechter... jadi seperti ini dirimu yang sekarang? Hmm, menyedihkan..."


Ucap Fhay, dengan nada merendah kan.


"Kau mengenal ku?


Shin tidak bisa melihat wajah Fhay karena Fhay menutupi seluruh tubuh nya menggunakan sebuah jubah.

__ADS_1


"Bukan hanya mengenal, tapi sangat mengenal."


Fhay menatap Shin dengan penuh amarah. Lalu membuka jubahnya.


"Astaga...!  Kau pasti bukan manusia biasa, siapa kau sebenarnya?!  apa kau yang pernah menyerangku waktu itu?"


Melihat bentuk fisik Fhay yang tidak biasa, Shin pun menatap nya dengan kaget.


"Aku adalah masalalu mu! SHIN VRECHTER!"


"Aku tidak mengerti ucapanmu."


"Apa kau ingat... seorang anak yang tergeletak di sebuah halaman depan dengan luka kepala? Kejadian itu sudah berlalu sekitar 25 tahun yang lalu."


Fhay menanyakan insiden yang pernah terjadi terhadap keluarga nya pada Shin.


Shin pun mengingat sesuatu, ia mengingat adik bungsu nya yang bernama Fhay tergeletak di sebuah halaman depan ketika saat seluruh keluarga nya di bantai oleh kolega Proffesor Hardy.


"Lalu... apa hubungan nya kau dengan anak itu?!


Tanya Shin yang mulai kebingungan.


"Asal kau tahu, aku lah anak yang tergeletak itu."


Fhay pun memberi tahu siapa diri nya yang sebenar nya pada Shin kakak nya.


"Tidaaak....!" Shin pun tersungkur setelah mendengar ucapan Fhay.


"Kau tidak mungkin adik ku.... Fhay adiku itu sudah lama mati pasca kejadian itu."


Sambil memegangi kepala nya, Shin mulai terlihat depresi setelah mengingat masa lalu nya.


"Akui lah, sekuat apapun kau membuang masalalu mu itu, kau tidak akan pernah bisa lepas dari masa lalu. dan kini....


masa lalu itu datang menyusulmu, Yaitu aku!"


"Tidak...tidaaaak...!

__ADS_1


kau pasti berbohong..!"


Teriak Shin yang tidak percaya bahwa Fhay yang ada di depan nya merupakan adik nya.


"Tidak perduli kau percaya atau tidak, karena itu sudah tidak penting lagi kakak ku yang bodoh."


"Jika kau memang benar Fhay adiku, kenapa kau sempat menyerangku waktu itu?"


Tanya Shin dengan raut wajah nya yang mulai kacau.


"Asal kau tahu saja, di dunia ini tidak ada ikatan yang lebih kuat daripada cinta dari sebuah keluarga, tapi kau merubah nya menjadi sebuah amarah ,dan itu sangat berbahaya."


Ucap Fhay yang semakin di buru rasa benci menatap Shin.


"Aku mengerti maksudmu... kau boleh bicara seperti itu karena memang itulah kenyataan nya, aku lah penyebab keluarga kita di bunuh."


Shin sangat bersedih mengingat masa lalu nya dan mulai meratapi kesalahan nya.


"Perasaan bersalahmu itu tidak akan pernah berakhir, dan aku kemari untuk menambah penderitaan mu itu wahai kakak ku."


Fhay pun mengeluarkan kekuatan api dari jari-jari nya.


"Apa yang kau inginkan?!"


"Salah satu anak mu yang paling lucu itu berada di tangan ku, dan aku ingin kau merasakan penderitaan yang sama dengan ku."


Fhay meledakan kantor Shin menggunakan bola-bola api yang menghantam seluruh dinding bangunan hingga hancur berkeping-keping.


Fhay bahkan menculik Retrorika dari rumah Shin dan membakar seisi rumah menggunakan kekuatan api miliknya.


Dalam reruntuhan perusahaan nya yang hangus terbakar, Shin berhasil selamat dengan kondisi nya yang terluka parah.


"Retrorika.... Ayah akan menyelamatkan mu. Tunggu ayah Nak."


Dalam puing-puing bangunan yang hancur, Shin berusaha sekuat tenaga untuk segera bangkit menyelamatkan anak nya.


********

__ADS_1


next bagian 49


__ADS_2