ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 22


__ADS_3

Hideo pun mengajak Reina mencari kayu bakar bersama teman-teman mereka yang lain.


Hideo dan teman-teman nya sengaja menghabiskan akhir pekan mereka dengan berkemah, sebelum hari libur sekolah mereka yang panjang berakhir.


Bagi mereka, momen yang paling tepat untuk mengakhiri libur panjang sekolah adalah, dengan berkemah sebagai sarana Refreshing sebelum memulai aktifitas sekolah seperti biasa.


"Hmm... Reina ...."


"Iya Hideo?"


Jawab Reina, sembari menyingkapkan rambut nya.


"Kau pernah berkemah sebelumnya?"


Tanya Hideo dengan sedikit malu-malu.


"Dulu iya, aku dan keluarga ku pernah berkemah dan berwisata ke gunung Alpen.


Kalo kamu sendiri?"


Tanya Reina, dengan menatap erat Hideo.


"Jujur... aku belum pernah berkemah sebelumnya, terlebih lagi bersama keluarga.


Ayah ku itu orang yang sangat sibuk. bahkan, belakangan ini dia sering keluar negeri mengurus perusahaan bersama Malik kakak ku."


Jawab Hideo, sambil memegang dagu dan menatap ke bawah.


"Ayah mu itu orang yang hebat yah... Beliau, terkenal sebagai pemilik perusahaan tambang terbesar di negara ini. Untung saja kamu tidak sombong dan masih mau berteman dengan ku. Hehehe."


Ejek Reina.


"Apa'an sihh Rein"


Hideo hanya tertawa kecil mendengar lelucon Reina.


Tanpa sadar, Karena terlalu asyik mengobrol. Hideo dan Reina pun terpisah dari rombongan teman-tekan mereka yang juga ikut mencari kayu bakar.


"Hideo... teman-teman yang lain di mana?!"


Tanya Reina, sambil menatap sekitar.

__ADS_1


"Seperti nya kita terpisah.


kalau begitu, sebaiknya kita kembali lagi saja ke camp."


Ajak Hideo yang juga tidak tahu jalan.


"Tanggung... kayu bakar yang kita dapet baru sedikit. kalau kita kembali dengan membawa kayu bakar yang cuma segini, bisa-bisa yang lain pada komplain"


"Haha, kamu benar Reina. yasudah, sebaiknya kita cari lagi kayu bakarnya. ayo..."


Ajak Hideo sambil mengandeng dan menarik sebelah tangan Reina.


"E'eh... pelan-pelan Hideo."


Saat Hideo menarik tangan Reina. tanpa sengaja Hideo tersandung akar pohon dan membuat mereka berdua terjatuh.


Mereka terjatuh saling berhadap-hadapan dan mereka sempat saling tatap cukup lama.


Terlihat, wajah Reina memerah saat bertatapan dengan Hideo ketika mereka terjatuh bersamaan.


Tiba-tiba, Richard. salah seorang teman mereka yang juga ikut mencari kayu bakar muncul memergoki mereka berdua.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


"Eeehh, ini tidak seperti yang kau lihat."


Dengan sigap, Reina berdiri setelah terpergok oleh Richard.


"Ri' Richard...d-di  mana teman-teman yang lain?"


Tanya Hideo dengan gugup.


"Mereka sudah jalan duluan di depan. aku tertinggal karena tadi sempat pipis dulu di sekitar sini."


Jawab Richard, dengan tatapan penuh curiga menatap Hideo dan Reina.


"Ohh begitu."


"Hmm... Jangan berpura-pura lugu. Bilang saja kalau kalian mau mesum di sini kan? Hahaha."


Ejek Richard, menertawai Hideo dan Reina.

__ADS_1


"Jangan sembarangan bicara yaah Richard!"


Bentak Reina dengan raut wajah kesal.


"Haha... aku cuma bercanda.


Yasudah, aku mau menyusul teman-teman yang lain. sebaiknya kalian jangan berduaan terus, di sini banyak sekali penunggu nya. Hahaha."


Ejek Richrad sambil berjalan meninggalkan Hideo dan Reina.


"Kamu yang bakal di ganggu penunggu di sini! karena sudah pipis sembarangan!"


Bentak Reina lagi.


"Sudaaah, dia cuma bercanda."


Hideo mencoba menenagkan Reina yang mulai bertambah kesal.


Setelah mengumpulkan kayu bakar yang berserakan ketika mereka terjatuh. mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mencari kayu bakar di sepanjang hutan pegunungan.


Namun, mereka kembali tersasar dan sampai di sebuah ujung jurang yang cukup dalam.


"Reina hati-hati! Di depan ada jurang. seperti nya kita salah jalan lagi, Teman-teman tidak mungkin mengarah ke sini."


Hideo berdiri di tepi jurang, sambil menatap ke bawah nya.


"Kita balik ke rute awal lagi aja, Aku mulai capek."


Keluh Reina yang mulai terlihat lelah.


Tiba-tiba... Seekor ular muncul dari atas pohon tepat di belakang Reina.


Hideo yang melihat ular tersebut pun mencoba mendorong Reina agar ia tidak terkena gigitan ular tersebut.


Namun, justru Hideo yang menerima serangan ular tersebut tepat di leher, sampai ia mengerang kesakitan dan perlahan-lahan berjalan mundur ke arah jurang.


Hideo pun terjatuh ke jurang yang dalam akibat serangan ular tersebut, sedangkan Reina hanya berteriak histeris ketika melihat Hideo terjatuh ke dalam jurang.


"Hideeooooooo ...!"


*********

__ADS_1


Next bagian 22


__ADS_2