ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 21


__ADS_3

Friska terlihat sangat kesal melihat kelakuan nakal Hideo, sekaligus merasa malu karena sudah banyak merepotkan petugas keamanan akibat ulah nakal anaknya.


Atas kekacauan yang telah di buat anak nya, Friska pun meminta maaf kepada seluruh petugas keamanan dan karyawan pusat perbelanjaan tersebut, Karena ulah anak nya lah mereka semua menjadi kalang kabut dan Friska harus mengganti semua makanan yang telah di makan oleh Hideo.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, hari demi hari, tahun demi tahun. namun tidak pernah ada lagi serangan Mr X 2 yang meneror Shin dan keluarga nya.


...Next...


...13 tahun Setelahnya...


Hideo mulai beranjak menjadi seorang remaja yang aktif dan juga cerdas. selain terkenal sebagai anak yang paling cerdas di sekolah nya, Hideo juga


merupakan keturunan dari Shin Vrechter, sang manusia Altlantis yang suatu saat akan mengemban masa depan sebagai Raja Atlantis sesuai yang telah di ramalkan di dalam kitab bintang.


Hideo dan teman-teman satu sekolahnya hendak berlibur ke sebuah pegunungan untuk berkemah menggunakan mobil pribadi mereka masing-masing.


Dalam perjalanan, mereka bersenang-senang bernyanyi bersama, sambil menikmati suasana yang sejuk di area sekitar pegunungan.


Saat dirinya masih kecil sampai ia menginjak usia remaja, Hideo tidak pernah mengetahui siapa dia yang sebenarnya dan Shin ayahnya.


Hanya Axxel yang mengetahui bahwa mereka adalah keturunan bangsa Atlas, setelah Shin memberitahu nya beberapa tahun yang lalu.


Di usianya yang sekarang, Hideo belum menunjukan tanda-tanda memiliki sebuah bakat alam.


Tidak seperti kedua kakaknya yang memiliki tanda-tanda bakat alam sejak kecil, Hideo justru tidak memiliki tanda-tanda apapun. yang ia punya hanyalah sebuah kecerdasan yang luar biasa selayaknya bangsa Atlas yang ia warisi dari Shin ayahnya.


Di pagi hari, Hideo dan teman-temannya menuju sebuah sungai kecil berbatu untuk memancing ikan. sedangkan teman-teman nya yang lain mencari kayu bakar untuk membuat api unggun di malam hari.



"Reina, kau mau menemaniku memancing?"

__ADS_1


Ajak Hideo yang sedikit malu-malu.


"Aku baru saja mau mencari kayu bakar bersama Gwen."


Ucap Reina yang sudah bersiap mencari kayu bakar dengan Gwen.


"Heii Hideo, biar aku urus yang satu ini."


Edric, sahabat Hideo. berbisik-bisik di telinga Hideo.


"Kalian ngomongin apa sih?"


Tanya Reina yang curiga kepada Edric dan Hideo.


"Hehehe, Gwen... kau mau menemaniku memancing? soalnya Hideo sangat payah kalau di ajak memancing. dia tidak punya bakat memancing seperti ku"


Edric memberi kode kepada Gwen dengan mengedipkan mata nya.


Gwen hanya tertawa kecil menyikut Edric.


"Gweeen...!"


Reina melotot menatap Gwen.


"Ahaaa... aku punya ide.


Bagaimana kalau Hideo yang menemani Reina mencari kayu bakar, dan Gwen menemaniku memancing di sini. bagaimana?"


Edric berencana membuat Hideo berduaan dengan Reina setelah ia mengatur skenario nya.


"Waaah, itu ide yang bagus Edric. kalian berdua cari kayu bakar yang banyak yaah, awass... aku tidak mau sampai mati kedinginan nanti malam."

__ADS_1


Gwen hanya mengedipkan mata nya ke Edric, sebagai tanda misi mereka sukses membuat Hideo bisa berduaan dengan Reina.


"Ehm... gimana Reina, mau cari kayu bakar dengan ku?"


Tanya Hideo dengan sok cool.


"Aku terserah kamu aja."


Balas Reina yang terlihat sedikit malu-malu.


"Uhuuuk.... uhukkk...


Kok tiba-tiba tenggorokan ku gatel gini yah..."


Edric kembali menggoda Hideo dan Reina yang terlihat malu-malu.


"Suudaaaaah.... cepat pergi sana, cari kayu bakar yang banyak dengan teman-teman yang lain, kami meninggu di sini saja."


Gwen pun mendorong Hideo dan Reina agar mereka segera mencari kayu bakar.


"Iya-iya... berisikk!"


Timpal Hideo yang merasa kesal setelah di dorong dengan keras.


"Hehehe."


Tawa Gwen, sambil menjulurkan lidah dan menjulidkan mata nya untuk mengajek mereka berdua.


*******


Next bagian 22

__ADS_1


__ADS_2