ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 30


__ADS_3


...Mikhail...


Mikhail adalah seorang jendral pasukan bangsa Atlas yang sangat kejam dan memiliki insting tajam, serta kecerdasan yang sangat luar biasa.


Mikhail juga memiliki kekuatan alam yang sangat luar biasa besar, karena ia merupakan evolusi dari prajurit suci bangsa Atlas yang berasal dari planet Proxima B yang mampu mengendalikan kekuatan kristal dengan sangat hebat.


Setelah mengetahui bahwa benteng pertahan proyeksi tersebut di rusak oleh seorang penyusup, Mikhail langsung bergerak cepat mengerahkan seluruh prajurit nya untuk memeriksa benteng tersebut.


Hal itu sengaja ia lakukan karena ia berfikir, bahwa jika seluruh prajurit bangsa Atlas pergi menuju benteng tersebut, otomatis pertahanan kerajaan akan menurun, dan hal tersebut akan memancing pergerakan penyusup untuk mendekati kota Atlantis.


Setelah semua prajurit bangsa Atlas bergerak meninggalkan kerajaan, Nuala dan Hodeo pun kembali bergerak menuju kota Atlantis karena menganggap situasi sudah mulai aman.


Namun... saat mereka berjalan menuju kota Atlantis, tiba-tiba sistem keamanan Kota Atlantis yang mampu mendeteksi sensor panas tubuh, dan sidik jari pun di aktifkan oleh Mikhail untuk menemukan mereka.


Para bangsa Atlas memiliki teknologi sensor panas tubuh, sensor darah, dan sensor sidik jari yang mampu menyinari seisi kota.


Seluruh penduduk Atlantis yang hidup di kota sudah terdaftar sebagai warga bangsa Atlas, karena mereka semua mempunyai identitas sensor tersebut.


Hal tersebut justru tidak berlaku bagi warga asing yang tidak di kenal, sensor tersebut akan bekerja dan melacak letak orang asing tersebut secara otomatis.


"Ayo... seperti nya sekarang sudah aman."


Ajak Nuala yang merasa situasi sudah mulai aman.


Tiba-tiba...


Alarm berbunyi tepat dimana mereka berdua berdiri dan sensor pemindai kota tersebut aktif.


"Berhenti....! sudah ku duga kalian pasti akan bergerak."


Teriak Mikhail dari jauh, sambil menunggangi burung elang raksasa.



"Celaka.. kita ketahuan!"

__ADS_1


Ucap Nuala yang mulai tegang.


"Bagaimana dia bisa melihat kita? bukankah kita tidak terlihat?"


Tanya Hideo yang mulai heran dengan situasi mereka.


"Apa kau tidak melihat sensor itu? Cih... dia sengaja menjebak kita keluar. berarti dia menyadari bahwa kita sudah berada di dalam kota."


Balas Nuala.


"Tunjukan wujud kalian. kalian sudah tertangkap!"


Bentak Mikhail yang sudah mengepung pergerakan Nuala dan Hideo.


Mikhail pun kembali memanggil semua pasukan nya untuk menangkap Hideo dan Nuala dengan mengepung mereka dari berbagai arah. dan dengan sangat terpaksa, Nuala pun akhirnya menyerahkan diri nya bersama dengan Hideo.



"Sebaiknya bawa mereka menghadap Ratu Evenor!"


Perintah Mikhail, terhadap para pasukan nya.


Setiba nya di dalam istana, Mikhail pun menyerahkan Nuala dan Hideo di depan Ratu Evenor untuk di adili.


"Yang mulia Ratu, kami sudah berhasil menangkap penyusup yang mencoba masuk menerobos kota. sepertinya mereka pula lah yang telah merusak benteng proyeksi tersebut."


sambil berlutut, Mikhail melaporkan semua nya kepada Ratu Evenor.




...Ratu evenor...


"Kau sudah mengerjakan tugas mu dengan sangat baik Mikhail."


Ratu Evenor memuji Mikhail karenaa ia sudah berhasil menangkap para penyusup.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan terhadap kedua orang ini yang mulia Ratu?"


Tanya Mikhail.


"Bawa mereka kemari."


Hideo dan Nuala pun di dorong dengan paksa untuk menghadap Ratu Evenor.


"Sepertinya kau adalah bangsa Atlas, apakah kau tinggal di kota ini?"


Tanya Ratu Evenor kepada Nuala Melcorry.


"Maafkan hamba Ratuku yang agung, hamba berasal dari distric 5."


Jawab Nuala dengan berbohong.


"Lalu, kau ini berasal dari mana?" tanya Ratu Evenor terhadap Hideo.


Hideo tidak mengerti bahasa yang di katakan oleh Ratu Evenor, dan hanya bingung menatap Ratu yang berbicara pada nya.


"Nuala... dia ngomong apa sih? aku tidak mengerti apa yang di ucapan kan nya."


Tanya Hideo pada Nuala.


"Maaf Ratuku, dia tidak mengerti bahasa para bangsa Atlas."


Ucap Nuala, kepada Ratu Evenor.


Ratu Evenor pun menyuruh salah satu pengawal nya untuk membawakan alat penerjemah yang sangat canggih ciptaan bangsa Atlas, agar ia bisa memahami bahasa yang di ucapkan oleh Hideo.


"Heei! benda apa yang mereka pasangkan ini, lepaaaaas ...!"


Teriak Hideo meronta-ronta.


"Itu adalah alat penerjemah bangsa Atlas, sebaik nya kau diam saja. alat itu tidak berbahaya."


*********

__ADS_1


Next bagian 31


__ADS_2