ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta

ATLANTIC 2 - Fire Of God Olympus Sparta
Bab 31


__ADS_3

"Benarkah?! Tidak mungkin bangsa Atlas mempunyai alat secanggih itu."


Ucap Hideo yang seolah tidak percaya.


"Dasar bodoh! jaga ucapan mu!."


Bentak Nuala, karena Hideo tidak bisa menjaga sikap nya.


"Sekali lagi aku bertanya, dari mana asal tempat tinggal mu wahai orang asing?"


Tanya Ratu Evenor lagi, kepada Hideo.


"Hei, sekarang aku mengerti ucapannya. alat ini benar-benar hebat Nuala!"


Hideo sangat takjub melihat kecanggihan alat penerjemah yang di pasangkan ke tubuh nya.


"Cih... Jaga sikapmu!"


Bentak Nuala lagi, sambil menatap Hideo dengan kesal.


Hideo sangat bersemangat setelah mengetahui bahwa alat yang di pasangkan ke tubuhnya tersebut benar-benar berfungsi sebagai alat penerjemah.


Namun, semua bangsa Atlas yang melihat reaksi Hideo menganggap bahwa Hideo adalah makhluk rendahan yang tidak memiliki Attitude saat berbicara dengan seorang Ratu, termasuk dua pengawal Ratu Evenor yaitu Ruana dan Vexia.


"Seharusnya Ratu tidak perlu membuang-buang waktu untuk berhadapan dengan makhluk rendahan seperti itu."


Bisik Ruana, Pada Vexia.


"Kau benar Ruana, Entah apa yang sebenarnya Ratu inginkan dari anak ini."


Balas Vexia pada Ruana.


"Kita lihat saja."


Balas Ruana lagi.



...Ruana...



...Vexia...


"Aku berasal dari...."


Jawab Hideo yang hendak berkata jujur bahwa diri nya berasal dari masa depan.


Seketika, Nuala pun menginjak kaki Hideo dan berbisik di telinga nya.


"Aduh... kau ini kenapa sih Nuala?!"


Bentak Hideo dengan kesal.


"Kita tidak seharusnya berada di zaman ini. oleh sebab itu, jangan sampai mereka mengetahui bahwa kita berasal dari masa depan."


Sambil berbisik-bisik, Nuala mencoba memperingati Hideo.


"Apa yang sedang kalian diskusikan?! cepat beritahu kami....!"

__ADS_1


Mikhail yang curiga, seketika menodongkan tombak nya kepada Nuala.


"Kau pasti pengawal Ratu Evenor bukan? benda seperti ini tidak akan mampu membunuhku."


Balas Nuala yang mencoba menantang Mikhail.


"Lancang sekali! akan ku habisi kau di sini!"


Mikhail pun mengeluarkan kristal dari tubuhnya untuk menyerang Nuala.


"Cukup! Hentikan itu Mikhail"


Ucap Ratu Evenor.


"Baik Yang mulia Ratu."


Mikhail pun kembali menarik kekuatan nya dan meminta maaf pada sang Ratu.


"Sekali lagi aku bertanya, dari mana asal tempat tinggalmu?"


Tanya Ratu Evenor lagi, Kepada Hideo.


Hideo terlihat sangat kebingungan karena ia tidak mungkin menjelaskan bahwa dirinya berasal dari masa depan setelah Nuala mengajaknya melintasi di mensi ruang dan waktu.


"Emm... anu... aku berasal darii... dari... Aduh, aku harus jawab apa ya? Aku... aaah... aku berasal dari benua Asia yang mulia Ratu."


Jawab Hideo yang hanya asal bicara.


"Jangan mempermainkan Ratu kami! Kau fikir apa itu asia haaah?!"


Bentak Mikhail dengan kesal.


Tanya Hideo, yang tidak mengerti maksud ucapan Mikhail.


Ratu Evenor hanya tersenyum kecil melihat cara Hideo berbicara dan melihat pakaian Hideo yang menurut nya aneh.


"Asia itu hanya hutan belantara yang di isi makhluk-makhluk primitif. hanya asia tengah lah yang memiliki peradaban cukup maju, yaitu peradaban Mesir yang di pimpin oleh Ratu Cleopatra."


Ujar Ratu Evenor, Yang mencoba menjelaskan tentang peradaban bangsa Asia pada Hideo.


"Eeh, benarkah?"


Hideo mulai merasa ketakutan setelah ia ketahuan berbohong.


"Jawab pertanyaan Ratu dengan jujur! darimana asal tempat tinggalmu?!"


Tanya Mikhail yang mencoba mengintrogasi Hideo.


"Sudah cukup Mikhail, kau tidak perlu mengintrograsinya."


"Baiklah yang mulia Ratu"


"Mungkin anak ini berasal dari negeri yang sangat jauh. lihat saja penampilan nya, dia memiliki pakaian yang sangat unik."


Ucap Ratu Evenor, yang merasa bahwa penampilan Hideo sangat asing bagi nya.


"Heii Ratu, ini baju brand mahal tau! bahkan sepatu ini di import langsung dari prancis!"


Hideo berbicara dengan nada tinggi, tanpa memikirkan bahwa yang ia ajak bicara adalah seorang Ratu.

__ADS_1


"Hideo!!!"


Bentak Nuala.


"Opss..."


Hideo yang merasa sudah keceplosan, seketika menutup mulut nya.


"Lancang sekali kau berbicara kepada Ratu seperti itu."


Mikhail Mulai emosi melihat sikap Hideo yang tidak sopan terhadap Ratu nya.


Ratu Evenor hanya tersenyum melihat tingkah Hideo yang seolah tidak memiliki batasan dalam bersikap, walaupun sedang berhadapan dengan seorang Ratu seperti nya.


Saat menatap Hideo untuk pertama kali, Ratu Evenor merasa seperti terikat hubungan khusus antara dirinya dan Hideo. walaupun ia sendiri tidak mengetahui siapa sebenarnya Hideo.


"Kau benar-benar anak yang unik, berapa umur mu?"


Sambil tersenyum menatap Hideo, Ratu Evenor bertanya.


"Emm, umur ku sekarang 16 tahun Ratu."


"Lalu, siapa Nama mu?"


Tanya Sang Ratu lagi.


"Nama ku Hideo Vrechter yang mulia Ratu."


Jawab Hideo dengan jujur tentang nama lengkap nya.


Semua penjaga dan para pelayan kerajaan pun terkejut setelah mendengar Nama belakang Hideo. bahkan, Ratu Evenor sendiri terkejut mendengar nama belakang Hideo yang sama persis dengan nama belakang nya.


"Sebenarnya ada apa sih? kenapa kalian semua terkejut?"


Tanya Hideo yang mulai bingung.


"Dasar kau makhluk rendahan! jangan sembarangan mengaku memilliki nama Vrechter.


Apa kau tahu, itu adalah nama belakang Ratu Evenor!"


Bentak Mikhail dengan kesal.


"Haaaaaah.... aku tidak tahu kalau nama belakang Ratu sama dengan nama belakang ku."


Nuala hanya bisa pasrah melihat ke polosan dan kecerobohan Hideo saat berbicara dengan Ratu Evenor.


"Nama seseorang bisa saja sama bukan? sudah lah, itu semua tidak penting. maukah kalian berdua menerima jamuan untuk makan malam bersamaku?"


Ajak sang Ratu dengan ramah.


"Tapi Ratu...!"


Protes Mikhail.


"Sudah lah. mereka bukan tawanan kita, sekarang mereka adalah tamu kita yang berasal dari negeri yang jauh. "


Ucap Ratu Evenor.


********

__ADS_1


next bagian 32


__ADS_2