
"Apa hubungan antara membangkitkan kembali kerajaan Atlantis dengan membunuh seluruh umat manusia?!"
Tanya Shin dengan kesal.
"Di masa lalu, tepat nya 11.150 tahun silam. ke 13 Dewa mengirim para bangsa Atlas dari sistem tata surya mereka masing-masing untuk menjaga planet bumi. dahulu, semua umat manusia yang ada di bumi hanyalah sekelompok makhluk purba rendahan yang tidak memiliki peradaban. terkecuali para bangsa Yunani kuno, bangsa Romawi dan Mesir. namun seiring berjalan nya waktu, setelah kerajaan Atlantis runtuh, para umat manusia merusak bumi dengan berbagai macam hal."
Ungkap Fhay pada Shin.
Fhay mencoba menjelaskan seperti apa kehidupan di bumi sebelum dan sesudah ada nya bangsa Atlas ketika mereka hidup di dalam nya.
"Merusak bumi? Apa maksud mu?!"
"Manusia ...! pemanasan global yang terjadi saat ini adalah ulah para manusia bumi, mereka melakukan penebangan liar, merusak alam, membuat polusi udara, merusak ozon, limbah di mana-mana dan membuat para makhluk laut mati. bahkan, mereka membuat planet ini seperti planet sampah dengan jutaan limbah plastiknya! dengan kondisi seperti ini, bumi semakin hari semakin memburuk, itulah yang membuat manusia sebagai makhluk rendahan!"
Ucap Fhay dengan penuh amarah.
"Di dunia ini masih ada manusia yang menjaga lingkungan hidup, masih banyak yang menjaga kelestarian hutan dan masih banyak yang mau menjaga agar bumi ini tidak terjadi pemanasan global. yang kau maksud itu hanya segelintir manusia yang berbuat buruk demi kepentingan mereka masing-masing. Cam kan itu!"
Balas Shin Lagi.
"Fakta nya, makhluk-makhluk rendahan itu tidak mampu menjaga planet ini seperti bangsa Atlas di zaman dahulu.
Bangsa Atlas memiliki peradaban yang sangat maju, namun mereka tidak pernah menimbulkan polusi, merusak alam dan membuat limbah. Sementara itu para bangsa Atlas hutan, mereka mampu menjaga ekosistem alam dengan mearwat berbagai macam flora dan fauna dengan sangat baik. sedangkan para manusia ... mereka tidak pantas menghuni planet ini karena mereka adalah bangsa perusak!"
"Mungkin kau benar Fhay, umat manusia memanglah para perusak alam saat ini. tapi aku akan tetap melindungi mereka yang masih sadar akan penting nya menjaga kelestarian bumi dan menghentikan mu di sini!"
Dengan lantang Shin menentang niat Fhay.
__ADS_1
"Ohh, begitukah? kau selalu salah dalam mengambil keputusan kakak ku. Bahkan ... ayah dan ibuku mati karena ulah mu!"
Secara tiba-tiba, ketiga iblis pengikut Fhay muncul dan mengepung Shin dari berbagai arah.
"Aku akan pergi ke utara,
kalian semua ... habisi Shin vrechter di sini."
Ucap Fhay pada ketiga iblis pengikut nya.
"Dengan senang hati, Grrrr"
Balas Roddevil sambil mengerang seperti singa.
"Serahkan pada kami."
Ucap Zisa.
Balas Vandaart dengan erangan nya.
Fhay pun pergi meninggalkan Shin dengan ketiga iblis pengikutnya tersebut.
"Siapa kalian?!"
Tanya Shin dengan tatapan nya yang tajam.
"Tidak perlu banyak bicara, akan ku habisi kau di sini!"
__ADS_1
Bentak Zisa yang langsung melesat ke udara.
Zisa memiliki sayap seperti kelelawar, ia terbang ke atas dan menukik untuk menyerang shin menggunakan cakar-cakar nya.
Swiiiiiing.. duaaar...duaaar...
Shin mampu menghindari tiap serangan-serangan Zisa dengan kecepatan petir miliknya.
Dari arah samping, Roddevil menembakan tombak-tombak hitam yang keluar dari dalam tubuh nya.
Namun, Shin mampu menangkis serangan tersebut menggunakan tameng petir nya.
Tiba-tiba ... dari arah belakang Vandaart membekap Shin menggunakan lengan nya.
Dengan mengalirkan petir ke seleuruh tubuhnya, Shin pun mampu lepas dari bekapan Vandaart tersebut.
Shin sempat merasa kesakitan karena kekuatan Vandaart sangat lah besar. sehingga, Shin hampir saja mati di buatnya.
Shin pun berlari menggunakan kekuatan petir yang sangat cepat, ia berlari menuju Roddevil dan menebas nya menggunakan pedang petir sehingga tubuh Roddevil terbelah menjadi dua.
Akan tetapi... tubuh Roddevil kembali menyatu seperti semula.
"Tidak mungkin ... apa mereka semua tidak bisa mati?"
Ucap Shin dalam hati dengan nafasnya yang terengah-engah.
__ADS_1
*********
next bagian 58