
"Jadi begitu, Ternyata Bangsa Atlas benar-benar memiliki sejarah yang panjang."
Ucap Shin yang seketika melamun memikirkan sesuatu.
"Rajaku... segera lah tuntaskan pertarungan mu. Karena Kekuatan mu itu suatu saat akan membawa sebuah revolusi baru dalam keseimbangan Galaxi Milky way."
Ujar Orion yang langsung meminta Shin untuk segera menyelasikan pertarungan nya.
"Bagaimana cara bisa ku kembali? jika aku kembali ke bumi, maka otomatis tubuhku akan terbakar ketika bergesekan dengan atmosfir bumi."
"Hal itu tidak akan terjadi pada anda Rajaku, petir Titanium itu akan melindungi tubuh anda dari gesekan atmosfir ketika anda melesat menuju bumi."
"Jika memang seperti itu katamu, baiklah Orion, Aku akan pergi sekarang"
Shin pun mengambil langkah menerjang bulan, lalu melesat menuju bumi dengan kecepatan berkali-kali lipat dari pada sebelumnya. bahkan, dengan kekuatan petir Titanium, kecepatan Shin mampu mengalahkan sebuah kecepatan cahaya yang hanya butuh waktu 2,5 detik untuk sampai ke bumi.
Dengan lesatan berkecepatan cahaya, Shin yang melihat Fhay dari atas langit pun langsung memukul tubuh Fhay hingga ia terperosok beratus-ratus kilometer ke bawah tanah.
"Haaaaaaaa....!"
Teriak Fhay yang terperosok ke dalam tanah.
Tubuh raksasa Fhay pun terkubur akibat terkena pukulan petir titanium Shin dari bulan menuju bumi.
Namun, seolah serangan Shin tiada berarti. Fhay pun mampu kembali ke atas permukaan menggunakan kekuatan api milik nya.
"Kali ini aku tidak akan menahan diri, dan kau! Harus ku Hentikan di sini."
Ucap Shin yang mulai berubah penampilan fisik nya.
"KAAAAU! BAGAIMANA BISA?!"
Ucap Fhay yang heran ketika melihat tubuh shin kembali utuh seperti semula.
"Tidak perlu terkejut, yang pasti ... Akan ku tunjukan padamu kekuatan bangsa Atlas yang sesungguh nya!"
Shin pun melempar batangan petir titanium miliknya dengan durasi kecepatan mencapai 17km per-jam. namun, Fhay justru mampu menghindari nya dengan sangat mudah.
Seketika, serangan petir Shin yang berhasil Fhay hindari tersebut justru mengenai sebuah gunung yang berada tepat di belakang Fhay
Booooooomm....!
Gunung tersebut hancur berkeping-keping hingga menjadi debu.
__ADS_1
"Kekuatan macam apa itu!
jika terkena, bisa saja aku ...
--*ti*dak... aku memiliki kekuatan prajurit suci dan iblis sekaligus, aku tidak mungkin mati semudah itu--"
Ucap Fhay yang mulai gelisah setelah melihat efek kekuatan Shin.
Fhay yang hanya fokus menatap gunung tersebut tidak sadar bahwa Shin sudah berada tepat di hadapan nya.
Dengan tinju petir raksasa, kepala Fhay langsung mengalami pendarahan otak dan rahangnya mulai bergeser.
"Siaal! Kalau sudah seperti ini, tidak ada jalan lain!"
Fhay yang sudah mulai kualahan pun mencoba merubah bentuk fisik nya kembali.
Fhay kembali mengubah ukuran tubuhnya menjadi seperti semula dan merubah tubuh nya menjadi prajurit suci Kepler dengan kekuatan iblis. sehingga, tubuhnya berubah menjadi separuh prajurit suci bangsa Atlas dan separuh iblis.
"Graaraaaaa....!"
Dengan bentuk tubuh nya yang baru, Fhay memulai serangan secara langsung menuju Shin.
Mereka bertarung dengan gerakan yang sangat cepat. sehingga, pergerakan mereka berdua tidak dapat dilihat secara kasat mata oleh Hideo yang sejak tadi memperhatikan mereka dari bawah.
"Apa yang sebenarnya terjadi?! mereka cepat sekali!"
Ucap Hideo yang tidak mampu melihat pergerakan mereka berdua secara kasat mata.
Hideo hanya menyaksikan dentuman keras tanpa mampu melihat pertarungan mereka di udara yang terlampau cepat.
Tiba-tiba...
Gedebukk....
Hideo melihat Nuala terkapar setelah Nuala membuka portal dimensi ruang dan waktu milik nya.
Nuala berhasil menyelamatkan Retrorika, walaupun tubuh nya terluka parah setelah bertarung melawan ke 6 iblis tersebut sendirian.
"Astaga... Nualaaa...!"
Hideo yang reflek pun langsung menolong Nuala yang terluka.
"Aku menepati janjiku bukan?."
Balas Nuala yang tengah terkapar membawa tubuh Retrorika.
__ADS_1
Dalam kondisi terlentang dengan mulut nya yang berlumuran darah, Nuala berhasil mengalahkan iblis-iblis tersebut sendirian.
"Apa kau berhasil mengalahkan mereka semua?"
Tanya Hideo dengan khawatir.
"Tidaaak, hanya 4 iblis yang mampu aku musnahkan."
"Lalu, apa yang terjadi dengan 2 iblis lainnya?"
Tanya Hideo lagi.
"Mereka sedikit berbeda,
kedua iblis itu terlalu kuat bagi ku. maka dari itu, aku hanya mampu menyegel mereka di dalam dimensi dengan sisa-sia tenaga yang ku miliki."
Nuala melcorry tidak mampu membunuh Asmodeus dan Gregor di dimensi ruang waktu milik nya, ia hanya mampu menyegel mereka berdua dalam segel cahaya yang ia buat saat dalam pertarungan.
"Syukurlah, sebaiknya kita segera menjauh dari sini. akan obati luka-luka mu Nuala."
Hideo pun berupaya membopong tubuh Nuala yang sedang terluka parah. Namun, Nuala justru menepis tangan Hideo dengan kasar.
"Tidak perlu! tubuhku ini mampu beregenerasi, dasar idiot!"
Bentak Nuala yang tidak suka jika tubuh nya di sentuh oleh Hideo.
"Sombooong banget sihh...!
mau di tolong kok malah marah-marah!!!"
Balas Hideo dengan kesal nya.
"Bawa saja adikmu pergi dari sini, dia hanya pingsan setelah tubuhnya di rasuki kekuatan iblis."
"Yasudah! Terima kasih. berkat mu, Retrorika bisa selamat."
"Di planet asalku, ucapan terima kasih saja tidak diterima."
"Lalu aku harus apa?"
Tanya Hideo lagi yang mulai bertambah kesal.
"Cium kaki ku."
"Dasar nenek tua menyebalkan!"
***********
__ADS_1
next bagian 65