
SANGAT DEKAT NAMUN SANGAT JAUH
Ketiga makhluk misterius tersebut meninggalkan Shin dalam keadaan terkapar dan tidak sadarkan diri di jalanan yang sepi. mereka menghilang melalui sebuah bayangan hitam misterius dan masuk kedalamnya.
Api berkobar mengelilingi Shin yang tengah terkapar tanpa sadarkan diri dan tanpa ada seorang pun yang menolongnya.
Dalam keadaan pingsan. Shin kembali di datangi oleh Orion Nebula, salah satu pengawal suci gugus besar bintang matahari.
Di dalam alam bawah sadar nya, Shin berada di sebuah tempat yang putih tanpa ia ketahui sebenarnya ia berada dimana.
"Aku.. dimana aku...? apa aku sudah mati? Tempat apa ini?"
Shin memperhatikan kedua tangan nya dan sempat berfikir bahwa dirinya sudah mati.
Tiba-tiba, cahaya biru terang menyilaukan mata turun mendekat ke arah Shin. sosok tersebut di kenali oleh Shin sebelumnya. ia adalah Orion Nebula yang pernah menghampirinya waktu ia masih berusia 15 tahun.
...Orion Nebula...
"Salam Rajaku, tuan Shin yang agung."
__ADS_1
Orion menyapa Shin yang sudah tumbuh menjadi pria dewasa.
"K'kaau..., bukankah kau Orion?"
"Sebuah kehormatan anda masih mengenaliku Raja ku. sekarang anda sudah jauh terlihat lebih dewasa daripada saat kita baru pertama kali bertemu."
"Ya, aku masih mengenali mu Orion. saat pertama kali aku bertemu dengan mu, waktu itu ibu ku dan semua anggota keluarga ku masih hidup."
Shin menunduk dan memalingkan wajah nya.
"Aku sudah melihat semuanya di dalam dirimu Rajaku. itu semua adalah takdir mu, namun takdir mu kelak akan berakhir kepada Raja sejati bangsa Atlas."
"Apa maksudmu? dari dulu kau selalu berbicara tentang takdir ku dan takdir masa depan tentang Raja sejati bangsa Atlas. bangsa Atlas sudah berakhir! tidak ada lagi kerajaan Atlantis di dunia ini, mereka sudah punah beribu-ribu tahun yang lalu!"
Bentak Shin dengan kesal mendengar semua omong kosong yang di ucapkan oleh Orion Nebula.
"Semua spekulasi anda itu tidak lah benar Rajaku."
"Dengar...! aku bukanlah seorang Raja, aku hanya manusia biasa. tidak ada lagi manusia Atlantis yang hidup di dunia ini! tidak ada lagi selain aku."
"Darah Ratu Evenor mengalir dalam darahmu Rajaku. Ratu Evenor adalah Ratu pertama bangsa Atlas. beliau terkenal memiliki hati yang suci sehingga kegelapan apapun tidak akan mampu mempengaruhi dirinya. selain itu, anda bukanlah satu-satunya bangsa Atlantis yang masih hidup. anda bukanlah yang terakhir Rajaku."
__ADS_1
"Apa maksudmu aku bukan yang terakhir? ibuku adalah manusia Atlantis terakhir sebelum aku lahir, dan sekarang ibuku beserta saudara - saudariku telah meninggal, mereka semua mati terbunuh setelah di bantai oleh kolega Professor Hardy!"
Shin kembali mengingat masalalu nya dengan penuh kekesalan sekaligus penuh kesedihan.
"Anda salah besar mengenai itu Rajaku. setidaknya ada 9 orang bangsa Atlas yang masih hidup di muka bumi ini, dan salah satu di antara mereka adalah orang menyerang anda Raja ku yang agung."
Orion memberitahu bahwa satu dari tiga orang yang menyerang nya merupakan seorang bangsa Atlantis.
"Kau bilang, orang yang menyerang ku?!"
Shin teringat bahwa dirinya sempat di serang bola-bola api raksasa yang sangat cepat seperti komet. dan di saat orion menjelaskan bahwa masih ada 9 orang bangsa Atlantis yang masih hidup, ia menyadari bahwa satu-satunya orang yang mampu menciptakan bakat alam seperti itu hanya lah keturunan bangsa Atlas (Atlantis).
"Anda harus segera menemukan pedang milik Dewa Azzel secepatnya Rajaku, sebelum perang besar di mulai."
"Perang besar apa maksudmu?! dan siapa saja 9 orang manusia Atlantis tersebut, mengapa salah satu di antara mereka menyerang ku, sebenarnya apa tujuan mereka?"
"Semua pertanyaan itu akan anda temukan sendiri jawabannya Rajaku yang agung. akan tetapi, orang tersebut sangat dekat, namun sangat jauh dalam hidupmu dan takdirmu."
********
next bagian 8
__ADS_1