
Setelah pertarungan Olympus berakhir. Hideo mendapatkan luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya akibat serangan petir hitam milik Putri Aleina.
Berbeda dengan Hideo, kondisi Putri Aleina terlihat jauh lebih buruk. tulang rusuk dan tulang ekor Putri Aleina patah akibat serangan yang di lancarkan oleh Hideo saat dirinya berubah menjadi prajurit suci Tau Ceti E yang terkenal memiliki tenaga super kuat. bahkan, beberapa lengan Putri Aleina mengalami luka sayat akibat serangan pisau angin, saat Hideo berubah menjadi evolusi prajurit suci Glise.
Selama 3 hari, Hideo tidak sadarkan diri akibat pertarungan tersebut. namun, berkat pengobatan kristal bangsa Atlas, Kondisi Hideo perlahan-lahan berangsur membaik.
Sedangkan Putri Aleina sempat mengalami koma selama satu minggu. namun Putri Aleina masih bisa di selamatkan berkat kemajuan teknologi pengobatan bangsa Atlas yang modern.
Sebagai pemenang duel olympus, Hideo berhak meminta apapun kepada Aleina sesuai keinginan nya, terkecuali menyangkut soal nyawa dan martabat nya sebagai seorang Sprta yang kalah.
Nuala dan semua pengawal istana berkumpul untuk menyaksikan penghukuman Putri Aleina karena ia mencoba membunuh Hideo saat duel olympus berlangsung.
"Putri Aleina...
dengan sangat menyesal aku akan menghukumu. kau akan mendekam di penjara bawah tanah yang telah di pasang mantra suci seumur hidupmu."
Ucap Sang Ratu kepada satu-satu nya putri mahkota nya.
"Ibu Ratuku.. aku sadar perbuatanku telah mencederai duel Oympus Sparta yang suci.
aku mohon, jangan penjarakan aku. beri aku pengampunan Ibu Ratu."
Putri Aleina bersujud dengan satu kaki memohon pengampunan kepada Ratu Evenor.
"Percobaan pembunuhan mu terhadap lawanmu sudah mengotori duel suci Olympus Sparta. sehingga Dewa mengutus para prajurit suci Atlantis melalui Hideo untuk menghancurkan kegelapan di dalam hatimu."
Ujar Sang Ratu yang berusaha untuk tetap bersikap tegas terhadap anak nya.
"Aku mohon... aku mohon....
maafkan kesalahan ku ini ibu Ratu..."
Putri Aleina menangis meratapi kesalahan nya.
Tiba-tiba, Hideo menyela.
"Yang mulia Ratu, boleh aku bicara."
Ujar Hideo, sambil mengangkat satu tangan nya.
"Hmm... ternyata dia bisa berbicara sopan di hadapan Sang Ratu."
Ucap Nuala dalam hati.
"Silahkan Hideo."
Balas sang Ratu.
"Bukankah aku boleh meminta apapun dari sang Putri setelah aku memenanglan duel Olympus?"
Tanya Hideo.
"Sesuai peraturan duel Olympus, kau berhak meminta apapun kepada sang Putri."
"Kalau begitu, aku meminta sang Putri untuk tidak berada di penjara."
Balas Hideo lagi.
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
Tanya sang Ratu pada Hideo.
"Aku memaafkan semua tindakan Putri terhadapku karena.... aku juga seorang anak sama sepertinya." sambil menatap sayup Ratu Evenor, Hideo meluapkan hal yang mengganjal fikiran nya.
"Perasaan marah nya itu hanya sebagian rasa cinta nya terhadap anda yang mulia Ratu. Putri Aleina tidak ingin perasaan cintamu itu di bagi kepada siapapun selain dirinya, hal tersebut lah yang menimbulkan kecemburuan karena Ratu telah memberikanku kekuatan 13 prajurit suci bangsa Atlantis, padahal... aku hanyalah orang asing."
Hideo menjelaskan bahwa diri nya juga merasakan perasaan yang sama seperti Putri Aleina.
"Hideo...."
Nuala seolah tidak percaya bahwa Hideo memiliki sifat yang pemaaf dan mampu mengerti perasaan orang lain.
Semua penduduk kerajaan sangat senang mendengar keputusan Hideo yang berhati mulia.
Hideo tidak menaruh dendam sedikitpun walau Putri Aleina mencoba membunuhnya dalam duel Olympus.
"Hanya aku yang dapat melihat semua nya dari mu Hideo. Kau adalah Raja Atlantis sejati. jadi, jangan pernah menyebut diri mu sebagai orang asing, karena kau adalah keturunan ku yang berbeda generasi."
Ucap sang Ratu di dalam hatinya.
Hideo pun berlutut di hadapan Ratu Evenor untuk memohon pengampunan terhadap Putri Aleina.
"Jika kecemburuan seorang anak terhadap orang asing merupakan sebuah kesalahan. maka kesalahan tersebut akan aku lakukan jika aku menjadi Putri Aleina.
aku siap menggantikan Putri Aleina di penjara."
Ucap Hideo yang merasa ikut bertanggung jawab atas perbuatan tercela Putri Aleina.
Putri Aleina hanya menatap Hideo. lalu ia mengeluarkan air mata.
Hideo mencoba menghibur Putri Aleina.
"Baiklah... sesuai permintaan sang pemenang duel Olympus.
PUTRI ALEINA...! Sebagai seorang Ratu, aku putuskan bahwa dirimu terbebas dari berbagai macam hukuman."
Semua penduduk kerajaan pun bersorak karena Ratu Evenor membebaskan Putri Aleina dari hukuman.
Setelah kejadian tersebut, Nuala dan Hideo pun memutuskan untuk segera pulang dan pamit kepada sang Ratu.
Bagi Nuala, mereka tidak semestinya berada di zaman ini dan harus segera pergi.
*******
G**erbang kota Atlas**
"Apa perlu aku memerintahkan pengawal untuk mengantar kalian pulang."
Tanya Ratu Evenor pada Hideo dan Nuala.
"Terima kasih atas tawaran anda yang mulia Ratu, tapi semua itu tidak perlu."
Balas Nuala dengan penuh hormat.
"Biklah kalau begitu, berhati-hati lah di jalan."
__ADS_1
"Hideo... maafkan atas tindakan ku yang ceroboh terhadap mu."
Ucap Putri Aleina yang terlihat malu-malu meminta maaf pada Hideo.
"Hahaha minta maaf terus, sudahlah... tidak usah di fikirkan. hehe..."
Jawab Hideo sambil bergurau.
Ratu Evenor dan Putri Aleina hanya mengantarkan mereka berdua sampai ke gerbang kerajaan bangsa Atlas.
Setelah mereka berdua berjalan menuju hutan, Nuala pun membuka portal dimensi ruang dan waktu tempat di mana mereka berasal.
Wuuuusssh...
Portal dimensi ruang dan waktu menghantarkan Nuala dan Hideo kembali ke pegunungan tempat Hideo berkemah.
Akan tetapi...
mereka berdua di ikuti salah satu bangsa Atlas hutan saat mereka beteleportasi menggunakan dimensi ruang dan waktu.
"Aaaaah... Akhirnyaaa.... kita sampai ke tempat kemah."
Sambil merenggangkan tubuhnya, Hideo merasa lega karena bisa pulang ke zamannya dengan selamat.
"Hideo... jaga dirimu baik-baik. aku akan kembali ke dimensiku."
"Baiklah, hati-hati Nuala, terima kasih ya."
"Terima kasih untuk apa?"
Tanya Nuala.
"Untuk semuanya."
"Hmm... dasar makhluk rendahan."
Nuala membuang muka nya sambil tersenyum.
"Kau ini tidak bisa di baikin sedikit Nuala!" dasar!"
Bentak Hideo dengan kesal.
"Sampai jumpa."
Nuala pun kembali ke dimensi tempat dimana ia berada, dan Hideo kembali menuju perkemahan.
...Galadriel...
Sementara itu di balik semak-semak, seorang bangsa Atlas hutan mengikuti mereka melintasi dimensi ruang dan waktu.
Galadriel nama bangsa Atlas hutan tersebut.
"Hideo Vrechter...."
********
__ADS_1
next bagian 38