
Di kelas tempat Hideo bersekolah, terdapat seorang guru killer yang selalu menunjukan sikap nya yang kurang ramah. ia bahkan tidak segan memukul para murid ketika murid tersebut melakukan sebuah kesalahan.
Menurut beberapa gosip beredar, guru tersebut merupakan mantan polisi yang sengaja mengundurkan diri setelah anaknya kandungnya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan balap liar.
Setelah pelajaran fisika Mr.Shawn berakhir, Mr.Thony sang guru killer pun masuk.
"Hmm... apa kalian tau? di awal semester ini yang menjadi guru matematika kita adalah Mr.Thony?"
Ujar Edric pada teman-teman nya.
"Memangnya kenapa?"
Tanya Rhino dengan heran.
"Apa kau tidak tahu? dia itu guru yang sadis di sekolah ini."
Richard pun ikut menjelaskan tentang siapa Mr.Thony.
"Aku tidak perduli, mau dia guru sadis atau tidak, bagiku sama saja."
Dengan Enteng nya Rhino menyepelekan siapa itu Mr.Thony.
"Siapapun gurunya, bagiku seluruh pelajaran di sekolah ini benar-benar membosankan, semoga guru yang satu ini bisa memberi mata pelajaran yang sulit bagi ku."
Ucap Hideo, yang menganggap semua mata pelajaran terlalu mudah bagi nya.
"Kau berbicara seperti itu sengaja mau mengejek kami yang tidak faham pelajaran, atau memang mau menyombong?"
Dengan jengkel, Edric bertanya.
"Kalau kedua-dua nya kenapa? hahaa."
Ejek Hideo pada Edric sahabat nya.
"Hmm... aku sumpahin kamu jadi goblok!"
Balas Edric dengan kesal.
Mr.Thony pun masuk.
"Berdiri....."
Dengan sigap, Hideo kembali memberi aba-aba untuk mengucapkan salam pada guru nya.
"Selamat pagi Mr.Thony."
Ucap para murid serempak.
Semua murid tidak di persilahkan duduk oleh Mr Thony.
Ia pun berjalan mengamati para murid untuk melihat kebersihan mereka masing-masing.
"Kau fikir ini salon kecantikan?
tujuan mu di sini adalah belajar, bukan berdandan!"
Mr.Thony marah melihat Jessica yang memakai pewarna rambut, dan cat kuku berwarna warni.
"Baik Mr...."
Jawab Jessica sambil mengunyah sesuatu.
"Apa yang kau kunyah itu?"
__ADS_1
"Permen karet."
'BUAAAANG...!"
Jessica pun membuang nya lantaran takut dengan Mr. Thony.
Mr Thony kembali berjalan melanjutkan inspeksi kebersihan dengan membawa sebuah mistar panjang.
"Apa di rumahmu sedang krisis air?"
Tanya Mr. Thony pada Rhino.
"Maksud Mr?"
"Rambut mu terlihat acak-acakan seperti orang gila yang tidak pernah mandi. Kalau di rumah mu sedang tidak ada air, sana...! mandi di selokan saja!"
Semua murid pun tertawa Ketika Mr Thony memarahi Rhino.
"DIAAAAAAM....!"
Bentak Mr. Thony.
Seketika, seisi kelas berubah menjadi hening dan mencekam.
Mr Thony pun mendekati Gwen dan menatap kalung emas yang ia kenakan.
"Ada apa Mr? perasaan dari atas sampai bawah tidak ada yang salah dari saya."
Tanya Gwen dengan heran ketika ia di tatap tajam oleh Mr Thony.
"Saya tidak suka melihatmu membawa perhiasan di sekolah. jika saya masih melihatnya besok, maka perhiasan mu itu akan berakhir di toko emas."
"Bb' bbaaik Mr..."
Gwen pun dengan sigap melepas kalung nya
"Apa kau salah satu pemeran utama Film x-men?"
Tanya Mr Thony dengan tatapan nya yang menakutkan.
"Mm'mmaksssud Mr?"
Dengan gugup dan detak jantung nya yang berdegup kencang, Edric bertanya.
"Kuku mu itu benar-benar panjang. Angkat tangan mu ke depan!"
Mr.Thony pun memukul tangan Edric menggunakan mistar panjang nya.
"Huuuuuh....sakit....uhhh...."
Edric yang kesakitan pun meniup-niup jari nya.
"Pastikan kuku itu sudah rapi besok. Kalau tidak! Maka saya yang akan merapikan nya bersama jari-jari nya. Faham?!
"Ii'Iyaa"
Mr. Thony pun kembali ke meja mengajar nya dan menaruh mistar panjang nya.
"Baiklah, untuk mengawali pelajaran di awal semester ini. saya akan mengadakan ujian awal semester. Lembar soal nya akan segera saya bagikan."
"Haaaaah..., yang benar saja..!"
Ujar Rhino yang kaget.
__ADS_1
"Apa ada masalah?"
Tanya Mr. Thony.
"Ee'h tidak kok. hhe."
Lembar soal pun di bagikan dan ujian awal semester di mulai.
"Hmm... soal ujian ini benar-benar tidak menarik sama sekali.
Ucap Hideo dalam hati.
Dalam waktu 5 menit, Hideo sudah menyelesaikan semua soal dengan mudahnya. ia pun memilih tidur karena bosan menunggu teman-teman nya menyelesaikan soal.
Berbeda dengan Hideo, Rhino justru ikut tidur di kelas karena ia tidak mengerti satupun soal ujian tersebut.
Klepaaak......
Kepala Rhino di pukul oleh Mr Thony.
"Aduuuuh....."
"Apa kau sadar sekarang sedang ujian?!"
Tanya Mr. Thony dengan raut wajah kesal.
"Iya saya tahu Mr, tapi saya tidak mengerti soal-soal ini."
"Dasar pemalas!"
Mr Thony pun berjalan menuju Hideo dan membangun kan nya dengan keras.
"BANGUUUUUUN...!"
"Hoaaaam... ada apa Mr?"
Hideo pun menguap ketika di bangun kan oleh Mr.Thony.
"Dasar tidak sopan...! menguap sembarangan. Apa kau sudah menyelesaikan soal ujian nya?"
Bentak Mr.Thony.
Mr Thony pun merampas lembar jawaban Hideo yang sudah selesai.
Seketika, ia pun kaget melihat semua jawaban lembar soal Hideo yang ternyata semuanya benar.
"Haaaah...!" Dengan menatap lembar jawaban.
"Ya sudah..., lanjutkan tidurnya."
Mr.Thony pun menyuruh Hideo untuk kembali tidur.
Klepaaak...
kepala Rhino kembali di pukul oleh Mr.Thony.
"Kalau kau tidak bisa menjawab nya, setidaknya tulis nama mu di lembar soal. dasar pemalas!"
Hideo pun terbangun saat Mr.Thony memarahi Rhino.
"Maaf Hideo... tidurlah...tidurlah."
Ucap Mr.Thony yang menyuruh Hideo untuk kembali tidur.
__ADS_1
*********
next bagian 45